Umat Islam Wajib Tahu, Ini Hukum dan 3 Keutamaan Berkurban
waktu pelaksanaan kurban

Date

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Daftar Isi

Hukum dan keutamaan berkurban

Umat Islam sebentar lagi akan memasuki bulan Dzulhijjah. Salah satu amalan yang dilaksanakan pada bulan tersebut adalah berkurban. Oleh karena itu, penting bagi umat Islam mengetahui tentang hukum dan keutamaan berkurban.

Makna Kurban

hukum dan keutamaan berkurban

Sebelum mengetahui hukum dan keutamaan berkurban, penting untuk mengetahui makna kurban bagi umat Islam.

Secara etimologis, kurban berasal dari bahasa Arab qorroba yang artinya dekat. Secara istilah kurban bermakna mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan menyembelih hewan sebagai bentuk rasa syukur dan ketaatan. Allah SWT menjelaskan perintah berkurban dalam Al-Qur’an, salah satunya dalam Surat Al-Kautsar ayat 2 yang berbunyi:

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ

Fa shalli lirabbika wan-har

Artinya: “Maka, laksanakanlah shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah!”

Baca Juga: Qurban Pelosok UCare 2026: Berbagi Keberkahan hingga Wilayah yang Sulit Dijangkau

Hukum Ibadah Kurban

hukum dan keutamaan berkurban

Mengetahui hukum dan keutamaan berkurban penting bagi umat Islam. Mengutip NU Online, hukum ibadah kurban adalah sunah muakkad atau sunah yang sangat dianjurkan.

Hal ini sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah SAW bahwa beliau tidak pernah meninggalkan ibadah kurban sejak disyariatkan hingga beliau wafat.

Hukum kurban sebagai sunah muakkadah ini dikukuhkan oleh Imam Malik dan Imam al-Syafii. Sementara Imam Abu Hanifah memiliki pendapat berbeda bahwa ibadah kurban bagi masyarakat yang mampu dan tidak dalam keadaan safar (bepergian), hukumnya adalah wajib.

Baca Juga: 5 Keistimewaan Bulan Zulkaidah, Salah Satu Bulan yang Dimuliakan Allah SWT

Keutamaan Berkurban

hukum dan keutamaan berkurban

Pembahasan hukum dan keutamaan berkurban selanjutnya adalah mengenai keutamaannya. Umat Islam sudah mulai bisa menyembelih hewan kurban pada 10 hingga 13 Dzulhijjah.

Selain sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, berkurban juga sarat keutamaan karena dengan ibadah ini kita bisa berbagi kepada orang-orang yang membutuhkan. Berikut ini sejumlah keutamaan berkurban:

Amalan yang Paling Dicintai Allah SWT pada Idul Adha

Banyak hadis yang menjelaskan bahwa menyembelih kurban merupakan amalan yang paling dicintai Allah pada hari nahr (Idul Adha), seperti yang diriwayatkan oleh Aisyah RA. bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Tidaklah anak Adam melakukan suatu amalan pada hari nahar (idul adha) yang lebih dicintai oleh Allah melebihi mengalirkan darah (hewan kurban), Sesungguhnya ia datang pada hari kiamat dengan tanduk, kulit dan bulu-bulunya. Sesungguhnya darah itu telah sampai kepada Allah SWT sebelum darah itu tumpah ke tanah, maka hendaknya kalian senang karenanya.” (HR At-Tirmidzi).

Baca Juga: UCare Indonesia Salurkan Paket Fidyah ke Rumah Pintar Aisha Bekasi

Sarana untuk Mendekatkan Diri kepada Allah

Kurban disebut sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT supaya kita mendapatkan keridaan-Nya. Selain itu, ibadah kurban juga menjadi kesempatan kita untuk meraih ketakwaan di mata Sang Pencipta.

Membahagiakan Fakir Miskin dan Dhuafa

Hukum dan keutamaan berkurban

Hukum dan keutamaan berkurban selanjutnya adalah mengenai dimensi sosial dalam berkurban. Ibadan kurban bertujuan menggembirakan fakir miskin dan dhuafa di Hari Raya Idul Adha.

Daging kurban hendaknya diberikan kepada mereka yang membutuhkan. Boleh menyisakan secukupnya untuk dikonsumsi keluarga yang berkurban, dengan tetap mengutamakan kaum fakir dan miskin.

Demikian penjelasan mengenai hukum dan keutamaan berkurban dalam Islam. Semoga Allah SWT senantiasa memampukan kita untuk berkurban sehingga kita bisa memperoleh rida-Nya sekaligus berbagi kepada sesama.

More
articles

Scroll to Top