Israel Cegat Hampir Seluruh Kapal Bantuan ke Jalur Gaza, Tersisa Satu yang Masih Berlayar
Kapal Bantuan ke Jalur Gaza

Date

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Daftar Isi

Kapal Bantuan ke Jalur Gaza

Rombongan kapal bantuan ke Jalur Gaza, Global Sumud Flotilla (GSF), hampir seluruhnya dicegat oleh tentara Israel. Hingga Jumat (3/10) pagi tersisa satu kapal GSF yang terlacak masih berlayar menuju Gaza.

Israel Kepung Kapal Kemanusiaan ke Gaza, Tangkap Ratusan Aktivis

Kapal Bantuan ke Jalur Gaza
Angkatan laut Israel mencegat kapal bantuan ke Jalur Gaza Global Sumud Flotilla, Rabu (1/10/2025) waktu setempat.

Mengutip Al Jazeera, tentara militer Israel telah mencegat kapal bantuan ke Jalur Gaza dan menangkap sekitar 500 aktivis dari 40 negara yang ikut dalam rombongan pada Rabu (1/10) pukul 20.30 waktu setempat.

Armada GSF terdiri dari sekitar 45 kapal sipil. Politikus hingga aktivitas pun ikut dalam upaya membawa bantuan ke Gaza tersebut.

Baca Juga: Gaza Terkini: Serangan Masuk ke Pusat Kota, Layanan Telepon dan Internet Diputus

Tersisa Satu Kapal Bantuan

Kapal Bantuan ke Jalur Gaza

Hingga Jumat pagi tersisa satu kapal GSF, Marinette yang masih berlayar menembus blokade Israel. Berdasarkan data pelacak kapal GSF, Marinette terakhir berada di perairan internasional sekitar 100 km dari perairan teritorial Gaza. Pelacak geografis langsung menunjukkan kapal bantuan ke Jalur Gaza tersebut terletak sekitar 43 mil laut (sekitar 80 km) dari perairan teritorial Gaza.

Baca Juga: Penyaluran Bantuan Pangan ke Kamp Pengungsian Warga Gaza di Yordania

Global Sumud Flotilla Bawa Bantuan Kemanusiaan ke Gaza

Kapal Bantuan ke Jalur Gaza

Global Sumud Flotilla merupakan gerakan internasional untuk mengirim bantuan kemanusiaan ke Gaza, Palestina melalui jalur laut. Inisiatif ini dilakukan sejak 31 Agustus lalu.

Kapal bantuan ke Jalur Gaza tersebut berlayar dari Spanyol pada awal September dan bergabung dengan kapal-kapal lain saat melintasi Laut Mediterania. Kini armada tersebut terdiri dari 40 kapal, dengan sejumlah tokoh terkemuka di dalamnya. Mereka termasuk aktivis iklim ternama Greta Thunberg dan Mandela Mandela, cucu Nelson Mandela. Beberapa anggota parlemen terpilih dari Italia, juga hadir di dalamnya.

Para aktivis di armada tersebut mengatakan bahwa kapal bantuan ke Jalur Gaza yang mereka tumpangi penuh dengan obat-obatan. Ada pula susu formula bayi, makanan, popok, dan kaki palsu.

Baca Juga: 400 Paket Hotmeals untuk Warga Gaza: Sebuah Oase di Tengah Krisis Kelaparan

Dikecam Para Pemimpin Dunia

Kapal Bantuan ke Jalur Gaza
Presiden Kolumbia, Gustavo Petro ikut mengecam pencegatan kapal bantuan ke Jalur Gaza GSF oleh Israel.

Para pemimpin dunia mengutuk pencegatan kapal bantuan ke Jalur Gaza. Al Jazeera melaporkan bahwa Presiden Kolombia Gustavo Petro, yang mengumumkan pemerintahnya mengusir diplomat Israel dan membatalkan perjanjian perdagangan bebas Kolombia mengingat tindakan Israel.

Negara-negara Eropa – termasuk Jerman, Prancis, Inggris, Spanyol, Yunani dan Irlandia – juga telah meminta Israel untuk menghormati hak-hak awak kapal yang telah ditawannya.

Baca Juga: Bukti Kepedulian Nyata: Air Bersih Untuk 1000 Warga Gaza dari Krisis

Terus Langitkan Doa untuk Saudara-saudara Kita di Gaza

Kapal Bantuan ke Jalur Gaza

Meski Israel terus berusaha menghentikan upaya membantu warga Gaza, misi GSF ini membuktikan bahwa solidaritas tak bisa dibungkam.

Mari terus langitkan doa untuk saudara-saudara kita di Gaza dan rombongan yang masih berlayar bersama kapal bantuan ke Jalur Gaza. Teruslah bersuara dan berdiri bersama Palestina hingga kemerdekaan mereka di depan mata.



More
articles

Scroll to Top