Bekasi – Tanggal 10 Juli 2025 menjadi momen yang tak terlupakan bagi Fahrul, anak yatim berusia 10 tahun yang tinggal bersama ibunya di sebuah kontrakan sederhana di Kota Bekasi. Melalui program Kado untuk Yatim dari LAZ Ucare Indonesia, Fahrul akhirnya bisa mewujudkan keinginannya untuk dikhitan, sesuatu yang selama ini hanya bisa ia impikan karena keterbatasan ekonomi.
Kado untuk Yatim: Hadirkan Semangat dan Kepercayaan Anak Yatim

Program ini merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial dari dana zakat para muzakki yang disalurkan secara langsung dan personal kepada anak-anak yatim yang membutuhkan. Bukan sekadar program bantuan, tetapi juga bentuk cinta nyata yang mampu mengangkat semangat dan kepercayaan diri anak-anak dalam kondisi sulit.
Kisah Fahrul: Ingin Jadi Imam, Tapi Belum Dikhitan

Fahrul adalah anak bungsu dari Ibu Yani, seorang janda yang terpaksa berhenti bekerja sebagai asisten rumah tangga karena gangguan pada kakinya. Sejak saat itu, penghasilan harian mereka terputus, biaya kontrakan menunggak, dan kebutuhan pokok makin sulit dipenuhi.
Di tengah keterbatasan itu, Fahrul menyimpan satu harapan: ingin dikhitan agar bisa jadi imam salat seperti teman-temannya. Ia bahkan pernah pura-pura sudah dikhitan agar tak malu di depan lingkungan. Namun dalam hati, ia masih berharap keajaiban datang.
…. Dan keajaiban itu datang dari tangan-tangan para dermawan.
Baca juga: Lebaran Yatim & Difabel: Wujud Kolaborasi Cinta di Muharram 1447 H
Zakat Menghadirkan Senyuman: Khitan di Klinik Aqsha Galaxy

Melalui program Kado untuk Yatim, Fahrul menjalani proses khitan di Klinik Aqsha Galaxy, Kota Bekasi. Prosesnya berlangsung lancar, dan Fahrul terlihat bahagia dan lebih percaya diri setelahnya. Ucare Indonesia tidak hanya mendukung biaya khitan, tapi juga memberikan santunan tunai serta bingkisan spesial sebagai bentuk dukungan penuh.

Bantuan ini menjadi lebih dari sekadar khitan—ini adalah langkah awal untuk membangun semangat dan masa depan Fahrul.
Kado Kebaikan: Zakat yang Menguatkan Asa

Bagi Ibu Yani, bantuan ini adalah bukti bahwa mereka tidak sendiri. Zakat yang dikelola dengan amanah dapat menyentuh sisi emosional dan spiritual para mustahik, membuktikan bahwa Kado untuk Yatim bukan hanya program, tapi juga jembatan kebaikan yang menyentuh hati.
Semoga program ini terus menjangkau lebih banyak anak-anak seperti Fahrul dan menjadi penguat semangat bagi para orang tua yang sedang berjuang dalam keterbatasan.


