Kenapa Muharram Disebut Lebaran Anak Yatim? Ini Penjelasannya
kenapa Muharram disebut Lebaran anak yatim

Date

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Daftar Isi

kenapa Muharram disebut lebaran anak yatim

Bulan Muharram merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriah. Pada bulan ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak amalan sunah, salah satunya menyantuni anak yatim. Lantas, kenapa Muharram disebut lebaran anak yatim? Simak penjelasannya dalam artikel di bawah ini.

10 Muharram: Hari Asyura yang Dikenal sebagai Lebaran Anak Yatim

kenapa Muharram disebut lebaran anak yatim

Sebelum mengetahui kenapa Muharram disebut lebaran anak yatim, maka ketahui terlebih dahulu anjuran untuk menyantuni anak yatim pada hari ini.

Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa Rasulullah SAW sangat menyayangi anak yatim, dan beliau lebih menyayanginya pada hari Asyura. Rasulullah SAW dalam sebuah hadis yang artinya:

“Barangsiapa berpuasa para hari Asyura (tanggal 10) Muharram, niscaya Allah akan memberikan seribu pahala malaikat dan pahala 10.000 pahala syuhada. Dan barangsiapa mengusap kepala anak yatim pada hari Asyura, niscaya Allah mengangkat derajatnya pada setiap rambut yang diusapnya”.

Baca Juga: Niat Puasa Tasua dan Asyura 1448 H: Amalan Mulia di Bulan Muharram

Bulan Muharram: Idul Yatama

kenapa Muharram disebut lebaran anak yatim

Bulan Muharram tepatnya hari Asyura disebut sebagai Idul Yatama. Melansir BAZNAS, penyebutan ini dikarenakan pada bulan Muharram terutama tanggal 10 merupakan hari yang istimewa dan memiliki keutamaan.

Lebaran Anak Yatim bukan hanya sekadar tradisi, melainkan cerminan kemanusiaan dan keimanan. Karena dengan cara ini, umat Islam dapat memberikan kebahagiaan dengan anak Yatim. Dalam Islam, anak yatim memiliki kedudukan istimewa. Hal ini dijelaskan dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 220 yang artinya:

“Mereka menanyakan kepadamu (Nabi Muhammad) tentang anak-anak yatim. Katakanlah, Memperbaiki keadaan mereka adalah baik! Dan jika kamu mempergauli mereka, maka mereka adalah saudara-saudaramu. Allah mengetahui orang yang berbuat kerusakan dan yang berbuat kebaikan.”

Baca Juga: Bacaan Doa Akhir dan Awal Tahun Baru Hijriah 1448 H: Arab, Latin, dan Artinya

kenapa Muharram disebut Lebaran anak yatim

Selain adanya asal-usul kenapa Muharram disebut lebaran anak yatim, terdapat banyak keutamaan bagi hamba Allah SWT yang senang menyantuni anak yatim. Allah SWT menjanjikan pahala yang sangat istimewa kepada orang-orang yang menyantuni dan menyayangi anak yatim.

Orang yang menyantuni anak yatim juga akan berada dekat dengan Rasulullah SAW di surga, seperti dijelaskan dalam sebuah hadis:

“Aku dan orang yang merawat anak yatim seperti ini dalam surga.” Kemudian nabi memberi isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah, seraya sedikit merenggangkannya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Itulah kenapa Muharram disebut Lebaran anak yatim, karena Rasulullah SAW yang mencontohkan kasih sayang beliau yang lebih besar kepada anak yatim pada bulan Muharram.

Baca Juga: Bantuan Pendidikan Yatim untuk Hafiyyah: Menjaga Mimpi dan Cita-cita Terus Menyala

Ayo Daftar Jadi Orang Tua Asuh Yatim Bersama UCare Indonesia

kenapa Muharram disebut Lebaran anak yatim

Setelah mengetahui kenapa Muharram disebut lebaran anak yatim dan keutamaan menyantuninya, saatnya kita mengambil peran untuk tak sekadar memberikan bantuan sesaat untuk mereka.

Bertepatan dengan Muharram 1448 Hijriah, kita bisa mengambil bagian untuk mendampingi anak-anak yatim bertumbuh, melanjutkan pendidikan, hingga meraih cita-cita mereka di masa depan.

Melalui UCare Indonesia, kamu bisa hadir sebagai Orang Tua Asuh yang mendampingi mereka secara rutin agar anak-anak yatim senantiasa memiliki semangat dan harapan baru untuk meraih kehidupan di masa depan yang lebih baik.

Apabila berkenan, Bapak/Ibu dapat mengambil peran dalam kebaikan ini.

📌 Daftar Orang Tua Asuh: s.id/PendaftaranOTAABIYatim2026

📞 Konfirmasi: 081189999141

More
articles

Scroll to Top