Ketika Ibu-Ibu Tertarik Ulat Maggot Jadi Usaha Sampingan

Date

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Ibu-ibu antusias mendengarkan materi ulat maggot

Dua belas orang ibu dan dua orang bapak pagi-pagi sudah berkumpul di rumah Ibu Siti Faiqoh. Mereka semua tertarik menjadikan ulat maggot sebagai usaha rumahan.

Ulat maggot merupakan salah satu jenis belatung yang berasal dari tentara lalat. Saat telur lalat hitam itu menetas menjadi larva, itulah ulat Maggot.

Tidak banyak yang mengetahui, bahwa ulat maggot ternyata digunakan oleh peternak burung, ayam, ikan, hingga lele sebagai pakan ternak menggantikan pelet.

Ulat maggot

Maggot ini ternyata memiliki kandungan protein tinggi, bahkan pelatih maggot, Erwin mengatakan bisa disate untuk dimakan oleh kita. Jangan tanya bagaimana rasanya.

“Ulat ini bisa dimasak lho,” jelas Erwin di hadapan para peserta yang langsung kaget ketika mendengarnya.

Ibu Neta, salah satu peserta merasa beruntung bisa ikut pelatihan yang di adakan oleh Ukhuwah Care Indonesia.

“Alhamdulillah, pertama mengetahui cara memilah sampah dan membudidayakan ulat maggot di rumah,” katanya.

PJS Program, Akris saat melihat ulat maggot

Mulyanto dari Bank Sampah Pemerintah Kota Bekasi mengapresiasi kegiatan yang diadakan Ukhuwah Care Indonesia ini. Ia meminta agar lembaga zakat di kota Bekasi ini bisa melaksanakan pelatihan seperti ini.

“Saya berharap dari ucare bisa memberikan dorongan terus untuk melakukan pelatihan ini di masyarakat,” katanya.

Maggot bukan materi pelatihan biasa, kata Mulyanto, ini workshop dari seorang pelaku.

“Benar-benar semua ilmu diberikan sang pelaku,” ujarnya.

Menurut Akris, PJS Program Ukhuwah Care Indonesia tujuan pelatihan ini untuk memberikan pembinaan usaha untuk masyarakat dengan cara membudi dayakan ulat maggot.

“Pembinaan ulat maggot ini akan dilakukan selama dua bulan sampai mereka bisa,” katanya.

Dalam pelatihan ini, kata Akris, peserta diberikan cara memilah sampah organik dan an organik.

“Kemudian mengubah sampah jadi rupiah dengan cara budidaya ulat maggot.” tambahnya.

Mereka diberikan telur maggot dan sebuah wadah khusus untuk budidaya.

“Setelah menjadi larva atau ulat dikasihi makan hingga sampai tiga minggu. Baru diberikan ke pengepul,” katanya.

Tiap satu kilogram ulat maggot akan dihargai lima ribu rupiah.

“Uang itu akan menjadi pendapatan tambahan mereka,” ujar Akris.

BSM 7100 3000 14
Mandiri 167 000 2432 085
BNI Syariah 068 566 4701
BCA 066 327 1960
BRI 1623 01 000 032 307
A.n yayasan ukhuwah care indonesia
Telp. (021) 8896 0316
Hotline. 0811 9236 811
Email. sapak[email protected]
www.https://www.ucareindonesia.org

More
articles