
Kisah Abdurrahman bin Auf bisa menjadi teladan bagi umat Islam agar selalu memanfaatkan harta untuk kebaikan. Beliau adalah salah satu sahabat Rasulullah SAW yang dikenal muda, kaya, dan dermawan. Simak kisahnya dalam artikel di bawah ini.
Abdurrahman bin Auf: Sahabat Nabi yang Mulia
Kisah Abdurrahman bin Auf menggugah hati banyak orang karena kemuliaannya. Ia termasuk golongan orang yang pertama kali masuk Islam (Assabiqunal Awwalun) dan dijamin masuk surga.
Nama lengkapnya adalah Abdurrahman bin ‘Auf bin ‘Abdu ‘Auf bin ‘Abd bin Al-Ḥarits bin bin Zuhrah bin Kilāb bin Ka‘ab bin Lu`ay. Lahir di Mekkah pada sepuluh tahun setelah tahun gajah, yaitu sekitar tahun 581 M. Umur beliau lebih muda sepuluh tahun dari Rasulullah SAW. Beliau wafat pada tahun 32 H atau 656 M pada umur 75 tahun.
Baca Juga: Kisah Khadijah RA yang Menginfakkan Seluruh Harta untuk Dakwah Rasulullah
Penopang Dakwah Islam


Mengutip Buku Sejarah Lengkap Rasulullah SAW karya Prof. Ali Muhammad Ash-Shallabi, Abdurrahman bin Auf merupakan salah satu penopang dakwah Islam terbesar sejak ia masuk Islam melalui Abu Bakar Ash-Shiddiq.
Ia bersedia meninggalkan harta benda dan keluarganya demi mengikuti Rasulullah. Salah satu kisah Abdurrahman bin Auf yang menunjukkan kedermawanannya adalah ketika ia menawarkan seluruh harta bendanya kepada Rasulullah.
Baca Juga: Kisah Utsman bin Affan, Sahabat Rasulullah SAW yang Dermawan
Sedekah Abdurrahman bin Auf yang Luar Biasa


Kekayaan dan harta Abdurrahman bin Auf disebut berasal dari perdagangan. Keberkahan dalam bisnisnya tak lepas dari keberkahan yang datang dari Allah SWT, karena beliau senantiasa menempatkan agama di atas segalanya.
Ulama Ibnu Katsir mengisahkan dalam kitab Al-Bidayah wa Al-Nihayah yang bersumber dari riwayat Ma’mar dari Az-Zuhri, Abdullah bin Auf pada masa Nabi SAW bersedekah dengan setengah hartanya, yaitu 4 ribu dinar. Setelah itu, ia sedekah dengan 40 ribu dinar dan tak lama kemudian bersedekah lagi dengan 40 ribu dinar. Jumlah ini sungguh besar di zamannya, yakni berkisar Rp4,5 milyar.
Untuk keperluan transportasi dakwah, Abdurrahman juga menyedekahkan 500 kuda ditambah 500 unta untuk berperang di jalan Allah SAW. Ia bahkan juga memerdekakan ribuan budak.
Baca Juga: Benarkah Sedekah Menolak Bala? Ini Penjelasannya
Meninggalkan Banyak Harta Setelah Wafat


Kisah Abdurrahman bin Auf dan kedermawanannya juga berlanjut setelah beliau wafat. Abdurrahman meninggalkan banyak harta setelah meninggal dunia, termasuk emas yang dipotong-potong dengan kapak sehingga membuat tangan orang-orang menjadi lelah.
Emas itu dibagikan ke masyarakat yang luas. Dalam riwayat dikatakan untuk membagi emas itu, harus memotongnya dengan kapak agar bisa dibagi-bagikan kepada orang-orang. Meski kaya raya, Abdurrahman bin Auf dikenal sebagai seseorang yang memperhatikan kesejahteraan sesama. Ia hidup sederhana dan selalu membagikan hartanya untuk umat Islam yang membutuhkan.
Itulah kisah Abdurrahman bin Auf, sahabat Rasulullah SAW yang mulia dan dermawan untuk kepentingan dakwah umat Islam. Semoga kita bisa meneladani kebaikan beliau. Aamiin.


