Kisah Kelahiran Nabi Muhammad SAW: Sosok Mulia yang Menyayangi Anak Yatim
peristiwa penting di bulan rajab

Date

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Daftar Isi

kelahiran Nabi Muhammad

Nabi Muhammad SAW merupakan sosok yang penting bagi umat Islam. Beliau merupakan nabi dan rasul terakhir yang diutus Allah SWT ke muka bumi. Mengetahui kisah kelahiran Nabi Muhammad SAW bisa menjadi sarana untuk mempertebal keimanan kita dan lebih mengenal sosoknya yang luar biasa.

Lahir di Mekah, 12 Rabiul Awal Tahun Gajah

kelahiran Nabi Muhammad

Kelahiran Nabi Muhammad SAW disambut gembira oleh umat Islam sebagai simbol terbitnya fajar budi pekerti dan nilai-nilai luhur kemanusiaan serta keilahian. Mengutip laman Kementerian Agama, Rasulullah lahir pada hari Senin, tanggal 12 Rabiul Awal Tahun Gajah, tepatnya pada 571 Masehi.

Beliau dilahirkan dari keluarga suku Quraisy, tepatnya Bani Hasyim. Ibunya bernama Aminah binti Wahab dan ayahnya bernama Abdullah bin Abdul Muthalib. Saat masih di dalam kandungan, Muhammad ditinggal wafat oleh ayahnya.

Baca Juga: 5 Akhlak Nabi Muhammad SAW yang Bisa Diteladani di Kehidupan Sehari-hari

Ditinggal Ibunda hingga Diasuh Pamannya

kelahiran Nabi Muhammad

Kelahiran Nabi Muhammad SAW dipenuhi kisah haru. Setelah lahir Muhammad kecil diserahkan kepada Halimah, seorang wanita dari Bani Sa’ad untuk disusui dan diasuh. Saat itu banyak wanita Arab baru melahirkan yang bekerja menyusui bayi yang baru lahir.

Halimah menyusui Muhammad sampai sempurna dua tahun. Muhammad dikembalikan kepada Aminah setelah berusia empat tahun. Setahun kemudian, ibunya meninggal dunia.

Sepeninggal ibunya, Muhammad diasuh oleh kakeknya, Abdul Muthalib. Namun, dua tahun kemudian kakeknya pun wafat. Kemudian Muhammad yang masih berumur delapan tahun diasuh oleh pamannya, Abu Thalib.

Baca Juga: Bulan Rabiul Awal: Sejarah, Keutamaan, dan Amalan Sunah yang Dianjurkan

Diangkat Sebagai Rasul di Usia 40 Tahun

Kelahiran Nabi Muhammad

Kisah kelahiran Nabi Muhammad SAW berlanjut hingga beliau diangkat menjadi Rasul. Muhammad diangkat menjadi Nabi dan Rasul oleh Allah SWT pada usia 40 tahun, tepatnya pada 610 M.

Gua Hira menjadi tempat Nabi Muhammad Saw menerima wahyu pertama dari Allah, yaitu Surat Al Alaq ayat 1-5 yang disampaikan Malaikat Jibril pada malam ke-17 Ramadhan.

Setelah itu, Nabi menerima wahyu secara bertahap sambil berdakwah menyebarkan Islam dan mengajak untuk menyembah Allah.

Baca Juga: Keutamaan Sedekah kepada Orang Tua: Wujud Bakti dan Cinta Penuh Keberkahan

Rasulullah Sangat Menyayangi Anak Yatim

kelahiran Nabi Muhammad

Sejak kelahiran Nabi Muhammad, beliau sudah menjadi yatim. Bahkan saat balita beliau juga kehilangan ibunya. Kehilangan itu kemudian tumbuh menjadi kelembutan. Ketika menjadi Rasul, kasih sayangnya tidak pernah dibuat-buat.

Ia benar-benar hidup bersama para yatim, memuliakan mereka dengan senyum, perhatian, dan jaminan surga bagi siapa pun yang merawat mereka.

Salah satu momen yang menggambarkan kasih sayang Rasulullah SAW adalah ketika beliau bertemu dengan seorang anak yatim yang menangis pada hari raya karena tidak punya ayah.

Rasulullah SAW memeluknya, mengajaknya pulang, dan berkata, “Bukankah aku ini ayahmu, Aisyah ibumu, dan Fatimah saudaramu?” Kisah seperti ini menunjukkan bahwa kasih sayang beliau tidak hanya pada kata, tapi tumbuh menjadi tindakan perlindungan.

Baca Juga: Perbedaan Zakat Mal dan Zakat Penghasilan, Jangan Sampai Tertukar

kelahiran Nabi Muhammad
Ilustrasi. Nabi Muhammad SAW menyayangi dan membela hak-hak anak yatim.

Rasulullah senantiasa membela kehormatan anak yatim dan menegaskan bahwa menyakiti anak yatim adalah dosa besar. Bahkan dalam sabdanya Rasulullah menyandingkan pengasuh anak yatim sebagai teman dekatnya di surga.

Itulah kisah kelahiran Nabi Muhammad SAW, sosok mulia yang menyayangi anak yatim. Semoga kita bisa terus meneladani akhlak Rasulullah SAW.





More
articles

Scroll to Top