
Bekasi – LAZ UCare Indonesia melaksanakan kunjungan dan verifikasi kemandirian usaha terhadap penerima manfaat program barbershop pada Senin (5/01/2026). Kunjungan dilakukan terhadap penerima manfaat yakni Rahmat Abidin di Wilayah Setu, Bekasi, dengan nama usaha Bhaskar Barber Studio.
Langkah Awal Menuju Kemandirian Ekonomi


Berdasarkan hasil kunjungan dan verifikasi kemandirian usaha yang dilakukan dengan wawancara langsung, Bhaskar Barber Studio merupakan unit usaha barbershop yang didirikan dan dikelola secara mandiri oleh Rahmat Abidin setelah menyelesaikan dan mengikuti pendampingan dalam Program Barbershop.
Nama “Bhaskar” diambil dari bahasa Sanskerta yang berarti matahari terbit atau cahaya pertama. Filosofi penamaan tersebut menegaskan bahwa Bhaskar Barber Studio merupakan usaha barbershop pertama yang dibangun oleh penerima manfaat sebagai langkah awal menuju kemandirian ekonomi.
Adapun penggunaan istilah “Barber Studio” terinspirasi dari Monarch Barber Studio di MGT, yang sebelumnya menjadi tempat pengembangan keterampilan dan pengalaman kerja Rahmat Abidin.
Baca Juga: Doa Penutup dan Awal Tahun Baru 2025/2026: Arab, Latin, dan Artinya
Sudah Aktif Melayani Pelanggan


Dari hasil observasi operasional usaha dalam kunjungan dan verifikasi kemandirian usaha, Bhaskar Barber Studio telah berjalan secara aktif dan melayani pelanggan secara rutin.
Pada hari biasa, jumlah pelanggan yang dilayani rata-rata mencapai sekitar 4 orang per hari, sedangkan pada hari akhir pekan jumlah pelanggan meningkat dan berada pada kisaran 7 hingga 11 orang per hari. Kondisi tersebut menunjukkan adanya respons pasar yang cukup baik serta potensi keberlanjutan usaha yang positif.
Baca Juga: Pengiriman Bantuan Bencana Sumatera Kolaborasi Lembaga Zakat dalam Naungan FOZ
Penuhi Indikator Kemandirian Usaha


Secara umum berdasarkan kunjungan dan verifikasi kemandirian usaha, Bhaskar Barber Studio dinilai telah memenuhi indikator kemandirian usaha. Baik dari sisi konsistensi operasional, kemampuan pengelolaan usaha, maupun keberanian penerima manfaat dalam membangun dan menjalankan usaha secara mandiri.
Berdasarkan hasil kunjungan ini, Rahmat Abidin dinyatakan telah berhasil keluar dari ketergantungan program dan mampu membuka usaha sendiri secara berkelanjutan.
Baca Juga: Kumpulan Doa Safar dan Artinya, Dibaca saat Hendak Bepergian
Dapatkan Edukasi Penguatan tentang Zakat, Infak, dan Sedekah


Seiring dengan meningkatnya pendapatan usaha dan sebagai bentuk penguatan nilai kebermanfaatan program, dalam kunjungan dan verifikasi kemandirian usaha ini, penerima manfaat juga diberikan pemahaman dan penguatan terkait kewajiban zakat, infak, dan sedekah.
Harapannya, ketika usaha telah mencapai kondisi yang stabil dan memenuhi ketentuan nishab, Rahmat Abidin dapat bertransformasi dari penerima manfaat (mustahik) menjadi muzakki. Sehingga keberhasilan usaha ini tidak hanya berdampak pada kemandirian ekonomi pribadi, tetapi juga mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat melalui penunaian zakat.
Dengan demikian, hasil kunjungan dan verifikasi kemandirian usaha ini juga menjadi dasar bahwa posisi operasional yang sebelumnya diisi oleh Rahmat Abidin pada Monarch Barber Studio dapat dialihkan kepada penerima manfaat baru sesuai dengan kebutuhan dan keberlanjutan program.






