Kunjungan ke TK Qur’an Darul Ulum: Penuh Keterbatasan, Gaji Guru Tak Lebih dari Rp200 Ribu
Kunjungan ke TK Qur'an Darul Ulum

Date

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Daftar Isi

Kunjungan ke TK Qur'an Darul Ulum

Bekasi – Tim LAZ UCare Indonesia melakukan asesmen langsung atau kunjungan ke TK Qur’an Darul Ulum, Sriamur, Babelan, Bekasi, Senin (17/11/2025). Kunjungan ini dilakukan untuk melihat kondisi sekolah, para guru, serta kebutuhan mendesak yang perlu mendapatkan perhatian.

Dalam kunjungan ke TK Qur’an Darul Ulum tersebut, tim UCare Indonesia bertemu dengan perwakilan sekolah, yaitu Bu Surtini (Kepala Sekolah), Bu Fitri, dan Bu Devi selaku tenaga pendidik.

Kondisi Siswa dan Sekolah Penuh Keterbatasan

Kunjungan ke TK Qur'an Darul Ulum

Berdasarkan kunjungan ke TK Qur’an Darul Ulum, saat ini sekolah mengalami berbagai keterbatasan. Jumlah siswa yang sebelumnya lebih banyak, kini menurun menjadi 10 siswa saja.

Para siswa berasal dari keluarga kurang mampu sehingga biaya pendidikan tidak dapat dipatok secara merata. Iuran bulanan sangat bervariasi, mulai dari Rp85.000, bahkan ada yang digratiskan karena ketidaksanggupan orang tua.

Baca Juga: 5 Keutamaan Sholat Tahajud, Mendapat Kedudukan Terpuji hingga Membuka Pintu Rezeki

Beratnya Biaya Operasional Sekolah

Kunjungan ke TK Qur'an Darul Ulum

Sebelumnya sekolah ini menempati rumah sewaan untuk kegiatan belajar mengajar. Namun karena jumlah murid menurun dan biaya operasional semakin berat, sekolah terpaksa pindah lokasi ke tempat yang lebih murah agar tetap bisa berjalan. Kunjungan ke TK Qur’an Darul Ulum ini semakin memperlihatkan betapa sulitnya kondisi sekolah.

Baca Juga: Susur Sungai Bekasi: Aksi Nyata Peringati Hari Pahlawan Nasional 2025

Kondisi Guru dan Honorarium

Kunjungan ke TK Qur'an Darul Ulum

Dari kunjungan ke Qur’an Darul Ulum juga terungkap kondisi para guru yang belum mendapatkan honorarium secara pantas.

TK ini dijalankan oleh tiga guru, namun karena murid sangat sedikit, jadwal mengajar digilir sehingga setiap hari hanya dua guru yang aktif. Para guru lebih dianggap sebagai “relawan” oleh kepala sekolah karena sekolah tidak mampu memberikan upah yang layak. Gaji guru hanya berkisar Rp180.000 – Rp200.000 per bulan.

Berjualan untuk Tambah Penghasilan

Kunjungan ke TK Qur'an Darul Ulum

Bu Surtini sebagai kepala sekolah bahkan sering kali tidak menerima gaji demi memastikan dua guru lainnya tetap mendapat haknya.

Untuk menambah penghasilan keluarga, Bu Surtini membuat dan menjual ayam geprek dari siang hingga sore. Ia juga membiayai pendidikan empat anaknya, sementara suaminya bekerja sebagai karyawan dengan penghasilan yang pas-pasan.

Sementara itu, Bu Fitri, selain mengajar di TK Qur’an ini, juga menggantungkan penghasilan dari mengajar TPQ di masjid. Namun dalam beberapa waktu terakhir, pendapatannya justru dipotong dari Rp100.000 menjadi Rp50.000 per bulan, membuat kondisi ekonominya semakin berat.

Situasi ini sangat memprihatinkan, mengingat para guru adalah pondasi awal dalam membentuk generasi Qur’ani dan generasi emas bangsa. Mereka berjuang mencerdaskan anak-anak dengan kondisi operasional yang sangat terbatas, namun tetap memberikan pendidikan dengan hati.

Baca Juga: Zakat Bisa Jadi Pengurang Pajak, Begini Ketentuannya!

Temuan Mengejutkan saat Penyaluran Apresiasi Guru

Kunjungan ke TK Qur'an Darul Ulum

Dalam percakapan bersama para guru saat kunjungan ke TK Qur’an Darul Ulum, tim Ucare Indonesia baru mengetahui sebuah hal yang menyentuh sekaligus mengharukan.

Beberapa waktu lalu, Ucare Indonesia pernah menyalurkan satu paket apresiasi guru dengan skema “1 TPQ = 1 Guru”.

Ternyata, tanpa sepengetahuan tim, Bu Surtini membagi satu paket apresiasi itu menjadi tiga bagian untuk dibagikan kepada Bu Fitri dan Bu Devi. Beliau berkata bahwa semua guru di TK Qur’an Darul Ulum sama-sama berjuang, sehingga bantuan tidak pantas dinikmati sendiri. Meski jumlahnya kecil, beliau merasa para guru lain lebih membutuhkan.

Sikap tulus dan kepedulian ini memperlihatkan betapa besar pengorbanan para guru untuk tetap mempertahankan pendidikan Qur’ani bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Baca Juga: Rekomendasi Ide Kado Hari Ayah Nasional 2025, Sederhana Tapi Bermakna

Mari Ikut Bantu Apresiasi Para Guru

Kunjungan ke TK Qur'an Darul Ulum

Guru memang pahlawan tanpa tanda jasa, tapi sudah selayaknya kita wajib mengapresiasi jasa-jasa mereka dalam mencetak generasi penerus bangsa.

Selain Ibu Surtini, Ibu Fitri dan Bu Devi yang kondisinya terungkap lewat kunjungan ke TK Qur’an Darul Ulum, puluhan guru lain juga masih ada yang kehidupannya jauh dari layak.

Kita bisa memberikan apresiasi dan dukungan finansial sebagai bentuk terima kasih atas dedikasi dan pengabdian mereka di sini.


More
articles

Scroll to Top