
Panduan keselamatan saat gempa menjadi bekal penting yang harus dipahami setiap warga, terutama mereka yang tinggal di wilayah terdampak dan masih rawan guncangan susulan. Hal ini semakin relevan setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 15 Agustus 2026 dan masih menyisakan ancaman hingga saat ini. Bukan hanya gempa utamanya, ribuan gempa susulan yang terus terjadi pascagempa besar tersebut membuat kewaspadaan masyarakat perlu tetap tinggi. Data terbaru BMKG mencatat lebih dari 3.000 kali gempa susulan hingga 19 Agustus 2026, dengan kekuatan terbesar mencapai magnitudo 6,2.
Kondisi Terkini NTT Pasca Gempa


Rangkaian gempa susulan yang terjadi di NTT bukanlah fenomena yang bisa diabaikan begitu saja. BMKG menjelaskan bahwa ribuan aktivitas seismik ini merupakan bagian dari proses penyesuaian kerak bumi menuju keseimbangan baru pascagempa utama, dan diperkirakan aktivitasnya baru akan menurun dalam rentang 21 hingga 30 hari ke depan. Meski sebagian besar guncangan susulan berkekuatan kecil dan tidak dirasakan warga, sejumlah gempa dengan magnitudo di atas 5 tetap berpotensi memperparah kerusakan bangunan yang sudah retak akibat gempa utama.
Kondisi bangunan yang rapuh pascagempa besar inilah yang membuat risiko cedera saat gempa susulan justru bisa lebih tinggi dibandingkan gempa utamanya. Oleh sebab itu, memahami panduan keselamatan saat gempa menjadi langkah penting bagi warga NTT agar tetap siaga menghadapi kemungkinan guncangan lanjutan, sekaligus mengurangi risiko akibat reruntuhan bangunan yang belum sepenuhnya pulih.
Baca Juga: Doa saat Terjadi Bencana Alam: Arab, Latin, dan Artinya
Panduan Keselamatan Saat Gempa Terjadi


Mengutip laman resmi BMKG, masyarakat diimbau untuk tetap tenang, memeriksa kondisi bangunan yang mengalami retakan atau kerusakan struktur, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa susulan. Berikut langkah-langkah keselamatan yang bisa diterapkan sesuai kondisi dan lokasi saat gempa terjadi.
Baca Juga: Duka di NTT Usai Diguncang Gempa, Saatnya Kita Bergerak Bersama
1. Saat Berada di Dalam Bangunan
Segera lakukan gerakan merunduk, berlindung, dan berpegangan atau yang dikenal dengan metode Drop, Cover, and Hold On. Berlindunglah di bawah meja yang kokoh untuk menghindari benda jatuh maupun pecahan kaca, dan lindungi kepala menggunakan bantal, tas, atau kedua tangan. Setelah guncangan mereda, segera evakuasi keluar bangunan melalui jalur yang aman, matikan kompor apabila sedang memasak, dan cabut peralatan listrik untuk mencegah risiko kebakaran.
2. Saat Berada di Luar Ruangan
Berikut ini panduan keselamatan saat gempa jika Anda berada di luar ruangan. Jika gempa terjadi ketika berada di area terbuka, segera menjauh dari bangunan, tiang listrik, papan reklame, maupun pohon besar yang berisiko roboh. Cari area yang benar-benar lapang, lalu merunduk dan lindungi kepala hingga guncangan berhenti. Bagi warga yang tinggal di kawasan pesisir, perlu diwaspadai pula potensi tsunami susulan, sehingga segera menuju tempat yang lebih tinggi setelah guncangan reda apabila berada di dekat pantai.
Baca Juga: Update Gempa NTT: 53 Orang Meninggal Dunia, 137 Orang Luka-luka
3. Saat Sedang Mengendarai Kendaraan


Apabila gempa terjadi saat berkendara, kurangi kecepatan secara perlahan dan menepilah di sisi jalan yang aman, jauh dari jembatan, terowongan, atau bangunan tinggi. Setelah kendaraan berhenti, tetap berada di dalam mobil sambil menunggu guncangan mereda, kecuali jika terdapat risiko yang lebih membahayakan di sekitar lokasi.
Baca Juga: Hadiri Zikir dan Doa Bersama, UCare Indonesia Salurkan 20 Sembako Mulia
4. Persiapan Tas Siaga Bencana
Panduan keselamatan saat gempa adalah persiapan tas siaga bencana. Mengingat gempa susulan masih berpotensi terjadi kapan saja, penting bagi warga terdampak untuk menyiapkan tas siaga bencana berisi makanan dan air secukupnya, alat komunikasi beserta dayanya, alat penerangan, obat-obatan pribadi, serta perlengkapan kebersihan dasar. Tas ini sebaiknya diletakkan di tempat yang mudah dijangkau agar bisa segera dibawa saat harus mengungsi.
Tetap Waspada dan Verifikasi Informasi Resmi


Di tengah situasi pascagempa yang masih rawan seperti di NTT, masyarakat juga diimbau untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi. Selalu pantau perkembangan resmi melalui kanal BMKG maupun BNPB agar terhindar dari hoaks yang justru dapat memicu kepanikan.
Dengan memahami dan menerapkan panduan keselamatan saat gempa secara konsisten, risiko cedera maupun korban jiwa akibat guncangan susulan dapat ditekan seminimal mungkin, sekaligus membantu proses pemulihan warga terdampak berjalan lebih aman.






