Panduan Lengkap Membayar Fidyah Puasa: Cara, Niat, Takaran, hingga Penyaluran
Panduan Lengkap Membayar Fidyah Puasa

Date

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Daftar Isi

Menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan adalah kewajiban bagi setiap Muslim yang memenuhi syarat. Namun, ada kondisi tertentu yang membolehkan seseorang untuk tidak berpuasa, dengan menggantinya melalui fidyah. Panduan lengkap membayar fidyah ini akan membahas secara mendalam mengenai fidyah, mulai dari pengertian, kategori orang yang wajib membayar fidyah, takaran, tata cara pembayaran, hingga penyalurannya.

Pengertian Fidyah

Panduan lengkap membayar fidyah

Secara bahasa, fidyah berarti tebusan. Dalam konteks syariat, fidyah adalah denda yang wajib ditunaikan oleh seseorang yang tidak mampu menjalankan puasa Ramadan karena alasan tertentu, sebagai pengganti atas kewajiban yang ditinggalkan. Panduan lengkap membayar fidyah menyebutkan bahwa fidyah ditunaikan dengan memberikan makanan kepada fakir miskin agar kebutuhan mereka terpenuhi.

Kategori Orang yang Wajib Membayar Fidyah

Panduan lengkap membayar fidyah

1. Orang Tua Renta

Lansia yang tidak lagi mampu berpuasa karena kondisi fisik yang lemah. Mereka dibolehkan tidak berpuasa dan diwajibkan membayar fidyah sebesar satu mud makanan untuk setiap hari puasa yang ditinggalkan. Panduan lengkap membayar fidyah menjelaskan bahwa kewajiban ini diberikan sebagai bentuk keringanan bagi mereka.

2. Orang Sakit Parah

Orang yang menderita penyakit kronis tanpa harapan sembuh secara medis dan tidak mampu berpuasa juga diwajibkan membayar fidyah dengan takaran yang sama, yaitu satu mud makanan per hari puasa yang ditinggalkan. Berdasarkan panduan lengkap membayar fidyah, mereka tidak lagi diwajibkan untuk mengqadha puasanya.

3. Wanita Hamil atau Menyusui

Ibu hamil atau menyusui yang khawatir akan kesehatan diri atau anaknya jika berpuasa, diperbolehkan tidak berpuasa. Mereka wajib mengqadha puasa yang ditinggalkan dan, jika kekhawatiran hanya pada anak atau janin, diwajibkan pula membayar fidyah. Dalam panduan lengkap membayar fidyah, kategori ini menjadi perhatian karena berhubungan dengan kesehatan ibu dan anak.

4. Orang yang Meninggal Dunia

Jika seseorang meninggal dunia dan masih memiliki hutang puasa yang belum diqadha padahal memiliki kesempatan untuk itu, maka ahli warisnya diwajibkan membayar fidyah sebesar satu mud makanan untuk setiap hari puasa yang ditinggalkan, diambil dari harta peninggalannya. Panduan lengkap membayar fidyah menekankan pentingnya keluarga memastikan kewajiban ini tertunaikan.

Dalam fiqih Syafi’i, orang yang telah mati dan meninggalkan utang puasa dibagi menjadi dua: 

Pertama,  tidak wajib difidyahi. Yaitu orang yang meninggalkan puasa karena uzur dan ia tidak memiliki kesempatan untuk mengqadha, semisal sakitnya berlanjut sampai mati. Tidak ada kewajiban apa pun bagi ahli waris perihal puasa yang ditinggalkan mayit, baik berupa fidyah atau puasa. 

Kedua, orang yang wajib difidyahi. Yaitu orang yang meninggalkan puasa tanpa uzur atau karena uzur namun ia menemukan waktu yang memungkinkan untuk mengqadha puasa. Menurut qaul jadid (pendapat baru Imam Syafi’i), wajib bagi ahli waris/wali mengeluarkan fidyah untuk mayit sebesar satu mud makanan pokok untuk setiap hari puasa yang ditinggalkan. (sumber: Baznas)

Takaran Fidyah

Panduan lengkap membayar fidyah

Takaran fidyah yang umum digunakan adalah satu mud makanan pokok per hari puasa yang ditinggalkan. Satu mud setara dengan kira-kira 675 gram atau 6,75 ons. Namun, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai takaran ini. Panduan lengkap membayar fidyah menyebutkan bahwa perbedaan ini disesuaikan dengan jenis makanan pokok yang berlaku di masyarakat setempat.

Tata Cara Pembayaran Fidyah

1. Menentukan Jumlah Hari Puasa yang Ditinggalkan

Hitung jumlah hari puasa yang tidak dapat ditunaikan selama Ramadan. Panduan lengkap membayar fidyah menegaskan bahwa perhitungan ini harus dilakukan dengan teliti.

Berdasarkan SK Ketua BAZNAS RI Nomor 14 Tahun 2025, besaran fidyah untuk wilayah Kota Bekasi adalah Rp60.000 per hari per jiwa. Ini berarti jika seseorang memiliki utang puasa selama 10 hari, maka fidyah yang harus dibayarkan adalah:

10 hari × Rp60.000 = Rp600.000

Menyiapkan Makanan Pokok

Siapkan makanan pokok sesuai takaran yang telah ditetapkan untuk setiap hari puasa yang ditinggalkan. Dalam panduan lengkap membayar fidyah, makanan ini harus diberikan dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan penerima.

Niat Membayar Fidyah

Sebelum memberikan fidyah, disunnahkan untuk berniat dalam hati, misalnya untuk ibu hamil dan menyusui:

” Aku niat mengeluarkan fidyah ini dari tanggungan berbuka puasa Ramadhan karena khawatir keselamatan anaku, fardlu karena Allah.” 

Panduan lengkap membayar fidyah menekankan pentingnya niat agar ibadah ini sah dan diterima oleh Allah.

Menyalurkan Fidyah

Berikan makanan tersebut kepada fakir miskin. Panduan lengkap membayar fidyah menyebutkan bahwa fidyah wajib diberikan kepada fakir atau miskin, tidak diperbolehkan untuk golongan mustahiq zakat yang lain. Karena nash Al-Qur’an dalam konteks fidyah hanya menyebut miskin “fa fidyatun tha‘âmu miskin” (QS al-Baqarah ayat 184).

Penyaluran Fidyah Melalui UCare Indonesia

Agar fidyah disalurkan tepat sasaran, Anda dapat menyalurkannya melalui UCare Indonesia. UCare mempunyai program khusus untuk penyaluran fidyah kepada yang berhak menerimanya. Panduan lengkap membayar fidyah menyarankan agar fidyah diberikan melalui lembaga terpercaya agar tepat guna.

Dengan membayar fidyah melalui UCare Indonesia, sahabat dapat memastikan bahwa bantuan tersebut tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi mereka yang membutuhkan. Panduan lengkap membayar fidyah mengajak kita untuk melaksanakan fidyah dengan penuh kesadaran dan keikhlasan, sebagai wujud kasih sayang dan solidaritas kita terhadap sesama.

Bismillah, lunasi utang puasa dengan fidyah, klik di sini!

bantusesama.co/Fidyah

bantusesama.co/Fidyah

bantusesama.co/Fidyah

More
articles

Scroll to Top