Tips Kesehatan Pasca Banjir

Tips Kesehatan Pasca Banjir

Pasca seminggu terjadi banjir masyarakat harus waspada dengan munculnya penyakit pasca banjir. Beberapa penyakit muncul pasca banjir seperti leptospirosis atau kencing tikus, diare, demam, DBD, Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), Asam lambung, Flu hingga Infeksi kulit.

Penyakit- penyakit tersebut umumnya terjadi pasca banjir dan harus diwaspadai oleh korban ataupun masyarakat.

  1. Leptospirosis


Selalu menggunakan alas kaki bila kawasannya masih ada tergenang air, sepatu bot lebih baik. Dengan menggunakan alas kaki untuk mencegah penyakit Leptospirosis.

  • Diare dan Demam Tifoid

Yang pertama harus dilakukan adalah memastikan sumber air bersih untuk makan, masak, mandi, hingga mencuci. Kedua, mencuci ulang semua peralatan dapur, alat makan, dan sebagainya dengan sabun dan air bersih.

  • Penyakit Kulit

Sedangkan untuk kulit, berupa gatal-gatal yang disebabkan infeksi bakteri dan jamur yang berasal dari air banjir atau keadaan lembab pasca banjir.

Pencegahannya adalah memastikan mandi menggunakan sumber air bersih dan sabun.

  • Infeksi Saluran Pernapasan (ISPA)

Bahwa ISPA terjadi bukan karena dampak langsung terpapar banjir atau hujan. ISPA terjadi karena berbagai faktor yang menyebabkan sistem imun menurun membuat seseorang rentan terkena infeksi.

Pada anak-anak dan lansia ISPA saat banjir ini bisa menjadi masalah serius karena rentan berkembang menjadi pneumonia (radang paru-paru) fatal. Pneumonia terjadi ketika infeksi dari saluran napas sudah turun hingga mencapai paru-paru membuat kantong udara bengkak.

Pneumonia di pengungsian saat banjir memiliki angka mortalitas yang tinggi bisa mencapai sekitar 30 persen

  • Asam Lambung

Penyakit selanjutnya yang mengintai setelah banjir adalah Asam lambung dan migren. Kedua kondisi ini umumnya menyerang korban banjir karena tidak mengonsumsi makanan sesuai gizi dan tidak makan tepat waktu. Hal ini umumnya banyak dialami oleh korban banjir usia produktif dan lansia.

  • Flu

Penyakit selanjutnya yang mengintai setelah banjir adalah flu dan demam. Biasanya disebabkan karena korban banjir terpapar air dan udara dingin cukup lama, sehingga mulai terserang flu dan demam.

  • Demam Berdarah

Nanti, saat masuk masa peralihan ke musim kemarau, “akan muncul demam berdarah.” Pencegahan demam berdarah, yang virusnya ditularkan melalui nyamuk aedes aegypti, tak kalah penting. Penyakit ini dapat dicegah dengan menguras wadah air secara teratur agar tidak ada jentik, serta mengubur barang-barang yang tidak digunakan lagi. Kemudian juga penting untuk menghindari menggantung pakaian di rumah.

Gejalanya berupa demam tinggi menetap, disertai nyeri kepala, dan nyeri otot

Scroll Up
×

Assalamualaikum,

Selamat datang di ucareindonesia.org. Silahkan klik icon customer service kami (U Care Admin) untuk memulai percakapan via WhatsApp chat

× Assalamualaikum, ada yang dapat kami bantu ?