Sangga Kaum Dhuafa di Tengah Darurat Corona

Date

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

Siapa yang tidak kenal dengan Covid-19? Hampir semua orang mengenalnya. Kini, dunia ramai membicarakannya. Jagad maya dan media setiap waktu bahkan terus membahasnya.

Covid-19 atau yang akrab disapa virus corona merupakan penyakit menular yang beberapa tahun belakangan ini ditemukan. Melalui droplet atau percikan air liur mereka yang terinfeksi dapat dengan mudah menjadi transmisi penularan. Penularan dapat dilakukan melalui udara yang mengandung virus, melalui sentuhan, ataupun kontak fisik terhadap orang yang sudah terinfeksi Covid-19.

Menurut kawalcovid19.id, data per 11 Juli 2021 disebutkan ada 2.527.203 kasus Covid-19 di Indonesia dengan rincian 36.197 kasus baru, 376.015 kasus aktif, 2.084.724 sembuh, dan 66.464 yang meninggal. Angka-angka yang terus mengalami peningkatan. Berbagai berita dan informasi terus beredar dan menjadi santapan harian.

DARURAT COVID, BEGITU FAKTANYA.

Beberapa bulan terakhir, kasus covid-19 terus mengalami lonjakan. Berita-berita duka terus berdatangan. Rumah sakit rujukan Covid-19 yang kolaps, banyaknya dokter dan tenaga kesehatan yang berguguran, kurangnya pasokan tabung oksigen dan ruang perawatan, serta berbagai problema lainnya hadir mewarnai isi kolom berita.

Di tengah kegentingan pandemi yang semakin menggarang, pemerintah “tarik rem” dengan menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Kebijakan PPKM berlaku mulai dari 3 sampai 20 Juli 2021. Hal ini sebagai upaya pemerintah untuk mencegah penularan covid-19 yang semakin tak terkendali.

Sayangnya, efek pembatasan ini juga berpengaruh terhadap pelaku UMKM yang dirintis oleh banyak masyarakat Indonesia. Efek pandemi dan banyak orang yang lebih memilih diam di rumah, membuat para pelaku UMKM merasakan sulitnya mendapat pelanggan di masa ini. Banyak yang mengeluh betapa sulitnya mencari pendapatan di masa pandemi ini. Padahal kebutuhan hidup terus berjalan. Ada anak istri dan keluarga yang butuh makan dan bayar kebutuhan harian. Kaum dhuafa, faqir miskin, janda, dan lansia sangat merasakan efeknya.

Bukan hanya itu, kini rumah sakit dan mereka yang isolasi mandiri di rumah pun sangat membutuhkan tabung oksigen dan kebutuhan medis lainnya. Sayangnya, di beberapa tempat tabung oksigen mulai langka. Padahal, ini sangat membantu mereka yang mengalami sesak nafas agar bisa terus bertahan.

Di tengah kondisi yang sedang tidak bersahabat. Tidak tinggal diam, UCare Indonesia mengajak seluruh sahabat untuk bantu saudara-saudara kita yang kini tengah berjuang. Bantuan berupa: Kebutuhan pangan untuk dhuafa, tabung oksigen, vitamin dan obat-obatan, biaya isoman, perawatan, ambulance, disinfektan, dll.

Bantu sesama Bersama UCare Indonesia klik: https://shor.by/BantuSesama

Donasi terbaik untuk mereka yang berjuang: s.id/bantusesama

Atau langsung transfer melalui nomer rekening:

BSI (BSM) 7100 3000 14

Mandiri 167 000 2432 085

BNI Syariah 068 566 4701

BCA 066 327 1960

Bank Muamalat 3050 7000 73

A.n Yayasan Ukhuwah Care Indonesia

BRI 1623 01 000 032 307

A.n UCare Indonesia

Informasi dan konfirmasi:

Telp. (021) 8896 0316

Hotline. +62 8222 3339 773


Informasi lengkap dan sapa kami melalui:

Instagram : @lazucare

FB : UCare Indonesia

Twitter : @ucareindonesia

You Tube : LAZ UCare

Telegram : https://t.me/UCareIndonesia

Website : https://www.ucareindonesia.org

Website Donasi : https://donasi.ucareindonesia.org/

Email : [email protected]

More
articles