
Sholawat asyghil adalah salah satu lantunan pujian kepada Nabi Muhammad SAW yang sangat populer di kalangan masyarakat muslim Indonesia. Sholawat ini kembali ramai dibicarakan setelah dilantunkan empat vokalis cilik pada puncak resepsi 1 Abad NU di Stadion Gelora Delta Sidoarjo. Selain enak didengar, bacaan ini menyimpan sejarah panjang dan makna doa yang mendalam.
Sejarah Sholawat Asyghil


Sholawat ini diciptakan oleh Imam Ja’far Ash-Shadiq, cucu Rasulullah SAW dari jalur Husain bin Ali, yang wafat pada 138 H. Beliau hidup di masa akhir Dinasti Umayyah menuju awal Dinasti Abbasiyah, ketika keturunan Nabi kerap mengalami persekusi politik, terutama pada masa kepemimpinan Yazid bin Muawiyah. Dalam kondisi itu, Imam Ja’far rutin memanjatkan sholawat ini setiap kali doa qunut subuh bersama jamaahnya, berharap orang-orang zalim sibuk bertikai sesama mereka sendiri sehingga umat Islam yang tidak bersalah mendapat keselamatan.
Baca Juga: UCare Indonesia Gelar Service Motor Gratis untuk Ojol di Pondok Gede
Bacaan dan Arti Sholawat Asyghil


Berikut lafal sholawat asyghil beserta artinya, mengutip NU Online:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَأَشْغِلِ الظَّالِمِينَ بِالظَّالِمِينَ وَأَخْرِجْنَا مِنْ بَيْنِهِمْ سَالِمِينَ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ
Allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammadin wa asyghilidz dzalimina bidz dzalimin wa akhrijna min bainihim salimin wa ‘ala alihi wa shahbihi ajma’in.
Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada pemimpin kami Nabi Muhammad, dan sibukkanlah orang-orang zalim dengan sesama mereka sendiri, selamatkanlah kami dari kejahatan mereka, dan limpahkan pula shalawat kepada seluruh keluarga dan sahabat beliau.”
Baca Juga: Pasca Gempa NTT, Warga Banyak Keluhkan Penyakit ISPA dan Hipertensi
Dalil dan Keutamaan Bershalawat kepada Nabi


Anjuran memperbanyak sholawat sendiri berlandaskan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an:
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
Artinya: “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzab: 56)
Rasulullah SAW juga bersabda tentang balasan bagi siapa saja yang bershalawat kepada beliau:
مَنْ صَلَّى عَلَيَّ وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرًا
Artinya: “Barangsiapa bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.” (HR. Muslim, no. 408)
Baca Juga: Penyaluran Air Bersih di Karawang, Setetes Harapan di Musim Kemarau
Keutamaan Mengamalkan Sholawat Asyghil


Selain pahala umum bershalawat di atas, sholawat asyghil secara khusus dipercaya membawa ketenangan hati dan perlindungan dari kejahatan orang-orang zalim bagi siapa yang rutin mengamalkannya. Banyak majelis taklim menjadikan sholawat asyghil sebagai puji-pujian setelah azan hingga iqamah karena diyakini mendatangkan rahmat saat dilantunkan bersama. Dengan memahami sejarah dan maknanya, sholawat asyghil dapat diamalkan bukan sekadar sebagai lagu yang enak didengar, melainkan doa yang sarat harapan akan keselamatan dan keberkahan.




