Syarat Daging Qurban Layak Dikonsumsi, Panitia Qurban Wajib Memahami dan Melaksanakan Hal Ini

Date

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

Juli 2021, bulan depan, umat Islam akan merayakan hari raya Idul Adha. Dalam perayaan Idul Adha, ada pemotongan hewan qurban. Karenanya Idul Adha kerap juga disebut di Indonesia dengan hari raya qurban. Setiap Idul Adha pula, di setiap lingkungan dan juga Masjid di Indonesia akan dibentuk panitia qurban.

Mereka bertugas dalam prosesi penyembelihan hewan qurban, pemotongan daging qurban, hingga membagikannya ke masyarakat. Untuk itulah panitia qurban perlu dan penting mempunyai pengetahuan mengenai kehalalan, higienis, dan kesehatan hewan qurban, juga daging yang akan dibagikan ke masyarakat.

Ini penting untuk diperhatikan karena daging qurban untuk dikonsumsi masyarakat. Jika tidak halal, higienis dan juga sehat, tentu tidak layak untuk disembelih dan juga di konsumsi dagingnya. Penting diketahui, kehalalan, higienis dan kesehatan daging qurban ditentukan oleh;

  1. Hewan yang akan disembelih.
  2. Proses penyembelihan.
  3. Proses pemotongan daging qurban.

Untuk itu daging kurban perlu dijaga kehalalannya, higienitasnya, dan kesehatannya, karena kualitas pangan yang dikonsumsi menentukan kualitas SDM. Untuk membentuk manusia yang sehat dan produktif diperlukan asupan gizi yang cukup. Gizi yang cukup diperoleh dari konsumsi pangan yang memenuhi kaidah aman, bergizi, berimbang dan beragam (AB3).

More
articles

Kontak Kami

Jl. Rajawali Raya No.73 RT.009/RW.002, Kel. Kayuringin Jaya, Kec. Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat 17144

+62-822-2333-9773

(021) 88960316