
Tata cara sholat istisqa menjadi salah satu ilmu yang penting dipahami umat Islam, terutama saat menghadapi kondisi musim kemarau yang tengah melanda sebagian besar wilayah Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan puncak musim kemarau tahun ini terjadi pada Agustus, dengan cakupan mencapai ratusan zona musim di berbagai daerah mulai dari Sumatra bagian tengah, sebagian besar Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, hingga Sulawesi. Tidak hanya itu, BMKG juga memproyeksikan sifat kemarau tahun ini secara umum lebih kering dari biasanya, sehingga durasi kemarau di banyak wilayah diperkirakan berlangsung lebih panjang dari kondisi normal. Situasi inilah yang membuat sholat istisqa kembali relevan untuk dipraktikkan sebagai bentuk ikhtiar spiritual di samping usaha lahiriah menghadapi kekeringan.
Makna dan Anjuran Sholat Istisqa


Sebelum mengetahui tata cara sholat istisqa, penting untuk memahami makna serta anjuran melaksanakan sholat tersebut. Istisqa secara bahasa berarti meminta hujan, sedangkan secara syariat, istisqa adalah permohonan hujan kepada Allah ketika seluruh masyarakat sangat membutuhkannya.
Anjuran sholat ini didasarkan pada praktik Rasulullah SAW yang pernah mengajak para sahabat keluar untuk memohon hujan, sebagaimana diriwayatkan dari Abbad bin Tamim bahwa beliau melaksanakan sholat dua rakaat bersama jamaah, membaca dengan suara keras, kemudian mengangkat kedua tangan dan berdoa memohon hujan sambil menghadap kiblat (HR. Bukhari). Mengutip laman Majelis Ulama Indonesia (MUI), sholat ini juga termasuk kategori sholat sunah yang dianjurkan dikerjakan secara berjamaah. Hal ini dijelaaskan dalam kitab Al-Majmu’ Syarh al-Muhadzab bahwa sholat Id, sholat gerhana, dan sholat istisqa termasuk sholat sunnah yang disyariatkan secara berjamaah.
Baca Juga: Kisah Kelahiran Nabi Muhammad SAW: Momen Bersejarah bagi Umat Islam
Niat Sholat Istisqa


Mengetahui tata cara sholat istisqa juga perlu dilakukan mulai dari memahami bacaan niatnya. Sebagaimana ibadah sholat lainnya, sholat istisqa juga dianjurkan diawali dengan niat. Berikut lafal niat sholat istisqa yang bisa dibaca, baik sebagai imam maupun makmum:
أُصَلِّيْ سُنَّةَ الاِسْتِسْقَاءِ رَكْعَتَيْنِ (إِمَامًا/مَأْمُوْمًا) لِلهِ تَعَالَى
Usholli sunnatal istisqaao rak’ataini (imaaman/ma’muuman) lillahi ta’alaa.
Artinya: “Aku niat mengerjakan sholat sunnah istisqa dua rakaat (sebagai imam/makmum) karena Allah Ta’ala.”
Baca Juga: 7 Penyakit Akibat Kabut Asap Karhutla, dari ISPA hingga Gangguan Jantung
Tata Cara Pelaksanaan Sholat Istisqa


Secara umum, tata cara sholat istisqa mirip dengan sholat Idul Fitri maupun Idul Adha, hanya berbeda pada bacaan niat serta beberapa tuntunan pendahuluan. Berikut susunan tata cara sholat istisqa:
- Sebelum pelaksanaan, imam dianjurkan mengajak masyarakat untuk memperbanyak istighfar, bertobat, bersedekah, serta menghentikan perbuatan maksiat dan permusuhan antarsesama muslim. Sebagian ulama juga menganjurkan berpuasa selama tiga hari sebelum sholat dilaksanakan.
- Sholat dikerjakan sebanyak dua rakaat secara berjamaah, dengan tujuh kali takbir tambahan pada rakaat pertama sebelum membaca Al-Fatihah, dan lima kali takbir tambahan pada rakaat kedua.
- Pada rakaat pertama, imam membaca Al-Fatihah dilanjutkan surat pendek yang dianjurkan, misalnya Al-A’la, dan pada rakaat kedua membaca Al-Fatihah dilanjutkan surat Al-Ghasyiyah.
- Setelah sholat, imam menyampaikan khutbah istisqa, kemudian membalikkan posisi selendang atau pakaian bagian luar sebagai simbol harapan akan perubahan keadaan, diikuti oleh seluruh jamaah.
- Imam dan jamaah kemudian menghadap kiblat, memperbanyak istighfar dan doa memohon hujan, baik secara lirih maupun dengan suara lantang.
Di antara doa yang dianjurkan dibaca setelah sholat adalah:
اللَّهُمَّ اسْقِنَا غَيْثًا مُغِيثًا مَرِيئًا مَرِيعًا غَدَقًا مُجَلَّلًا عَامًّا طَبَقًا سَحًّا دَائِمًا
Artinya: “Ya Allah, turunkanlah kepada kami hujan yang menolong, yang mudah, yang menyuburkan, yang lebat, merata, menyeluruh, dan terus-menerus.”
Baca Juga: Sejarah dan Makna Maulid Nabi: Merenungi Kelahiran Kekasih Allah
Ikhtiar Lahir dan Batin Menghadapi Kemarau


Demikian penjelasan mengenai tata cara sholat istisqa. Di tengah kondisi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung lebih lama dari biasanya, pelaksanaan sholat istisqa mengingatkan umat Islam bahwa ikhtiar menghadapi krisis air tidak cukup hanya dengan upaya teknis semata, seperti penghematan air atau modifikasi cuaca, tetapi juga perlu diiringi kesungguhan dalam berdoa dan memperbaiki diri.
Sholat istisqa dapat dilaksanakan kapan pun selama musim kemarau berlangsung, sejak matahari terbit hingga menjelang sore, selama tidak bertepatan dengan waktu-waktu yang dilarang untuk mendirikan sholat. Semoga dengan diiringi ikhtiar lahir dan batin ini, umat Islam di berbagai daerah yang terdampak kekeringan segera diberikan kemudahan dan diturunkan hujan yang membawa keberkahan.





