
Zakat adalah rukun Islam yang ketiga dan wajib ditunaikan umat Islam yang telah memenuhi syarat. Ada banyak macam zakat dalam Islam yang bisa ditunaikan sesuai syariat. Simak penjelasannya dalam artikel di bawah ini.
Pengertian Zakat


Sebelum mengetahui macam-macam zakat dalam Islam, penting untuk mengetahui pengertian zakat secara bahasa dan istilah.
Kata “zakat” berasal dari bahasa Arab zakaa yang berarti suci, baik, berkah, tumbuh, dan berkembang. Sementara melansir laman BPKH, secara istilah zakat merupakan harta yang wajib dikeluarkan dari seseorang untuk diberikan kepada orang yang berhak menerimanya, dan pelaksanaannya terikat pada aturan-aturan yang telah ditentukan syariat.
Sedangkan dalam Islam secara umum, zakat artinya sebagian harta yang wajib diberikan kepada orang-orang tertentu dengan syarat-syarat tertentu.
Baca Juga: Zakat Tabungan: Pengertian, Syarat, dan Cara Menghitungnya
Macam-macam Zakat


Banyak orang yang masih mengetahui zakat sebatas zakat fitrah. Padahal, ada banyak macam-macam zakat yang dapat ditunaikan umat Islam sebagai bentuk penyucian harta dan jiwa. Berikut ini daftarnya:
Zakat Fitrah
Salah satu jenis zakat dalam Islam adalah zakat fitrah. Zakat fitrah adalah zakat yang diwajibkan atas setiap jiwa baik lelaki dan perempuan muslim yang dilakukan pada bulan Ramadhan.
Zakat fitrah dibayarkan setiap bulan Ramadhan tiba hingga menjelang Idul Fitri. Boleh dibayarkan secepat-cepatnya pada awal bulan Ramadhan dan selambat-lambatnya sebelum pelaksanaan salat Idul Fitri pada 1 Syawal. Besarannya adalah beras atau makanan pokok seberat 2,5 kg atau 3,5 liter per jiwa.
Zakat Mal
Salah satu macam zakat dalam Islam adalah zakat mal. Zakat mal adalah zakat yang harus dikeluarkan dari harta benda yang dimiliki. Harta benda tersebut ada bermacam-macam objeknya. Mulai dari emas, perak, binatang, tumbuhan, hingga perniagaan.
Besaran zakat mal yang harus dikeluarkan adalah 2,5 persen dari total harta yang dimiliki setelah mencapai nisab; yaitu batas minimum harta yang yang harus dimiliki sebelum seseorang wajib membayar zakat. Nisab untuk zakat mal sendiri setara dengan 85 gram emas atau 595 gram perak. Zakat mal sendiri terbagi menjadi beberapa jenis. Di antaranya:
Baca Juga: Sedekah Air Bersih: Sedekah yang Disukai Rasulullah, Pahalanya Terus Mengalir
Zakat Emas dan Perak


Zakat emas termasuk macam-macam zakat dalam Islam. Zakat ini merupakan zakat yang dibayarkan atas kepemilikan emas dan perak dari seorang Muslim. Zakat ini wajib dibayarkan jika telah mencapai batas haul dan nisabnya. Kewajiban menunaikan zakat jenis ini tertuang dalam Al-Qur’an Surat At-Taubah ayat 9 yang artinya:
“… Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih,”. (QS. at-Taubah [9]: 34)
Beberapa syarat emas yang wajib dizakati:
- Milik Sendiri, artinya kepemilikan atas emas tesebut dimiliki secara sempurna dan sah, bukan pinjaman atau milik orang lain.
- Sampai Nisabnya, artinya emas yang dimiliki sudah mencapai batasnya untuk dikategorikan sebagai harta yang wajib dizakati.
- Untuk nisabnya sendiri sebesar 85 gram emas dan 595 gram perak, sementara kadarnya adalah 2,5 persen.
- Sampai Haulnya, artinya emas tersebut sudah tersimpan selama satu tahun berjalan.
Baca Juga: Pekerja Wajib Tahu, Apakah Gaji Bulanan Wajib Dizakati?
Zakat Penghasilan
Macam-macam zakat selanjutnya adalah zakat penghasilan. Zakat penghasilan adalah salah satu jenis zakat yang wajib dikeluarkan atas harta yang berasal dari pendapatan rutin.
Berdasarkan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), penghasilan yang dimaksud ialah setiap pendapatan seperti gaji, honorarium, upah, jasa, dan lain-lainnya yang diperoleh dengan cara halal, baik rutin seperti pejabat negara, pegawai, karyawan, maupun tidak rutin seperti dokter, pengacara, dan konsultan, serta penghasilan dari pekerjaan bebas lainnya.
Nisab zakat penghasilan senilai 85 gram emas atau setara Rp91 juta per tahun. Jika zakatnya ditunaikan setiap bulan, maka nisabnya adalah setara dengan Rp7,6 juta. Sama seperti zakat lainnya, kadar zakat penghasilan adalah 2,5 persen dari harta yang dimiliki.
Zakat Perdagangan
Zakat perdagangan adalah zakat yang dikeluarkan dari harta niaga, sedangkan harta niaga adalah harta atau aset yang diperjualbelikan dengan maksud untuk mendapatkan keuntungan.
Harta perdagangan yang dikenakan zakat dihitung dari asset lancar usaha dikurangi hutang yang berjangka pendek (hutang yang jatuh tempo hanya satu tahun). Jika selisih dari asset lancar dan hutang tersebut sudah mencapai nisab, maka wajib dibayarkan zakatnya.
Baca Juga: 5 Kriteria Orang yang Wajib Membayar Fidyah, Catat Sebelum Ramadhan Tiba!
Zakat Tabungan


Macam-macam zakat selanjutnya adalah zakat tabungan. zakat tabungan adalah zakat yang hukumnya wajib dibayarkan atas simpanan uang berupa tabungan atau deposito yang telah mencapai nisab dan haul. Zakat ini termasuk ke dalam zakat mal.
Itulah penjelasan mengenai macam-macam zakat dalam Islam yang perlu diketahui. Dengan mengetahuinya bisa meningkatkan kesadaran akan pentingnya mengeluarkan sebagian harta kita untuk menyucikannya dan bentuk ketaatan kepada Allah SWT.

