9 Golongan yang Tidak Wajib Puasa Ramadhan
niat puasa tarwiyah dan arafah

Date

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Daftar Isi

Ketika Ramadhan, adakah golongan yang tidak wajib puasa Ramadhan? Siapa sajakah mereka?

Puasa Ramadhan merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang telah baligh, berakal, sehat dan mampu menjalankannya. Namun, Islam mengatur secara syariat tentang beberapa golongan yang mendapatkan keringanan tidak wajib berpuasa karena udzur. Hal ini menunjukkan betapa Islam adalah agama yang penuh kasih sayang dan tidak membebani umatnya di luar batas kemampuan.

9 Golongan yang Tidak Wajib Puasa Ramadhan

hukum puasa bagi orang lanjut usia
Dok: Ilustrasi 9 Golongan yang Tidak Wajib Puasa Ramadhan

Berikut adalah 9 golongan yang tidak wajib puasa Ramadhan beserta penjelasannya.

1. Orang Sakit

Orang yang sedang sakit dan jika berpuasa dapat memperburuk kondisinya, diperbolehkan untuk tidak berpuasa. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

“Siapa yang sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya) sebanyak hari (yang ditinggalkannya) pada hari-hari yang lain..” (QS. Al-Baqarah: 185)

Jika penyakitnya bisa sembuh, ia wajib mengganti puasanya di hari lain (qadha). Namun, jika penyakitnya kronis dan tidak memungkinkan untuk berpuasa, cukup membayar fidyah.

2. Musafir (Orang yang Bepergian Jauh)

Orang yang sedang dalam perjalanan jauh (sekitar 80 km atau lebih) diperbolehkan tidak berpuasa. Namun, jika tetap mampu berpuasa tanpa merasa terbebani dan kesulitan, akan lebih baik menjalankannya. Andaikan ia merasa sulit dengan puasa saat di perjalanan jauhnya, maka boleh berbuka, namun wajib ganti di waktu lain.

Baca juga: Besaran Nilai Fidyah Saat Ini dan Cara Mudah Membayarnya!

3. Wanita Hamil

Ibu hamil yang khawatir akan kesehatannya atau kesehatan janinnya jika berpuasa, diperbolehkan untuk tidak berpuasa. Namun, ada perbedaan pendapat tentang cara menggantinya, apakah dengan qadha atau fidyah, tergantung kondisi ibu dan bayi.

Jika khawatir akan dirinya saja atau dirinya dan bayinya, maka ia wajib qadha. Jika khawatir akan bayinya saja maka ia wajib qadha dan fidyah.

4. Wanita Menyusui

Seperti halnya ibu hamil, wanita menyusui yang khawatir kekurangan nutrisi untuk bayinya juga boleh tidak berpuasa. Ia wajib mengganti puasanya dengan qadha atau membayar fidyah sesuai kondisi.

Jika khawatir akan dirinya saja atau dirinya dan bayinya, maka ia wajib qadha. Jika khawatir akan bayinya saja maka ia wajib qadha dan fidyah.

5. Wanita yang Sedang Haid

Wanita yang sedang haid dilarang berpuasa. Mereka harus mengganti utang puasa Ramadhan yang ditinggalkan di hari lain setelah Ramadhan.

6. Wanita yang Nifas (Setelah Melahirkan)

Wanita yang dalam keadaan nifas juga tidak diperbolehkan berpuasa. Ia wajib mengganti puasa Ramadan yang tertinggal setelah masa nifas selesai dan telah bersuci.

7. Orang Lanjut Usia yang Tidak Mampu Berpuasa

Para lansia yang sudah lemah dan sepuh, tidak memiliki kemampuan fisik berpuasa, maka tidak diwajibkan puasa Ramadhan. Tapi sebagai gantinya, para lansia yang sudah tidak mampu puasa ini hanya perlu membayar fidyah dengan memberikan makanan kepada fakir miskin sebanyak hari yang ditinggalkan.

8. Orang dengan Penyakit Kronis

Orang yang memiliki penyakit kronis dan tidak mungkin sembuh menurut kedokteran, serta tidak mampu berpuasa, maka diberikan keringanan tidak wajib berpuasa. Mereka hanya perlu menggantinya dengan membayar fidyah tanpa harus mengganti puasa.

9. Orang dengan Gangguan Mental (Orang Gila)

Islam hanya mewajibkan puasa bagi orang yang berakal sehat. Orang dengan gangguan mental  atau gila yang tidak disengaja, maka tidak dikenakan kewajiban berpuasa dan tidak perlu menggantinya dengan qadha atau fidyah. Namun, gila yang disengaja maka wajib membayar qadha.

Jangan Lupa Pahami Golongan yang Tidak Wajib Puasa Ramadhan, untuk Ketahui Mana yang Perlu Qadha dan Fidyah!

https://bantusesama.co/Fidyah?ref=rYo78
Pembayaran Fidyah melalui bantusesama

Itulah 9 golongan yang tidak wajib puasa Ramadhan dalam Islam. Allah memberikan keringanan bagi mereka yang memiliki kondisi tertentu agar tidak terbebani. Namun, bagi yang masih bisa mengganti puasa dengan qadha atau fidyah, hendaknya tetap menjalankan kewajiban tersebut sesuai tuntunan syariat. Dengan memahami aturan ini, kita bisa lebih bersyukur dan menjalankan ibadah dengan penuh keikhlasan.

Bayar Fidyah lebih mudah melalui: bantusesama!

Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan tentang keringanan dalam puasa Ramadhan. Jika sahabat masuk ke salah satu dari golongan di atas, pastikan untuk mengganti puasa sesuai dengan aturan Islam.

Wallahu’alam!

More
articles

Scroll to Top