Kumpulan Nasihat Persiapan Diri Sebelum Ramadhan
Penjelasan Tentang Fidyah: Kriteria, Dalil, Hikmah, dan Cara Mudah Membayarnya!

Date

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Daftar Isi

Menyambut bulan suci, apa saja persiapan diri sebelum Ramadhan yang harus dipersiapkan?

Salah satu persiapan adalah dengan mulai memperbaiki diri dan memahami setiap waktu adalah kesempatan.

Persiapan Diri Sebelum Ramadhan

Umur bukanlah tentang angka, tapi kesempatan dan hadiah dari Allah suapaya kita bisa menanam amalan terbaik supaya bisa memetik kelak ketika kita menutup mata. Allah itu sering membanggakan hambanya yang kelelahan dalam kebaikan dan ketaatan di hadapan para malaikat. Semoga setiap umur yang kita peroleh merupakan transaksi kita kepada Allah. Lelah dan letih untuk Allah, sehingga memiliki janji manis pada kehidupan akhirat.

Hidup adalah Seni Menepati Janji kepada Allah

Ustadz Abu Bassam Oemar Mita dalam kajiannya menyampaikan bahwa hidup adalah seni menepati janji kita kepada Allah. Dan semoga kita menepati janji kita kepada Allah, supaya Allah pun menepati janjinya kepada kita. Kita tepati janji kita dalam shalat, taklim, berzakat, bersedekah, dsb.

Syukur bukanlah anjuran tapi kewajiban kita kepada Allah. Orang yang beriman adalah mereka yang selalu bersyukur kepada Allah. Karena hidup kita saat ini adalah karunia dari Allah, tentang nikmatnya, ampunannya dan kebesaranNya dalam hidup.

Baca juga: Nilai Nisab Zakat Pendapatan dan Jasa Tahun 2025

Tidaklah manusia digerakkan hatinya, kecuali Allah inginkan kemudahan dalam hidupnya menuju taman Surga. Berkumpulnya seseorang di taman Surga adalah sebuah kenikmatan bagi orang beriman. Ilmu yang kita pelajari bukanlah untuk mendebat orang atau membuat kita merasa lebih benar dari orang lain.

Yang melapangkan kubur ada 3: Ridha terhadap ketentuan dan takdir Allah, tidak berbuat zalim dan menyakiti banyak orang, senantiasa menjaga kesucian.

Setiap Waktu Memiliki Keutamaan yang Berbeda

PERSIAPAN DIRI SEBELUM RAMADHAN

Tidak setiap waktu yang kita lewati memiliki keutamaan yang sama, karena setiap waktu memiliki keutamaan yang berbeda. Contohnya ketika istighfar jam 3 subuh dengan jam setengah 2 siang. Kalau sepertiga malam, Allah turun ke langit dunia. Beda dengan siang. Allah juga memiliki prime time kepada manusia, yang seharusnya menjadi perhatian kita.

3 Waktu yang disebut Prime Time dalam Islam

PERSIAPAN DIRI SEBELUM RAMADHAN

1. Sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah

Karena itu kita maksimalkan di sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, andaikan ada udzur bagi kaum Muslimah untuk beramal di bulan Ramadhan, bisa maksimalkan sepuluh hari pertama Dzulhijjah. Bulan Dzulhijjah sepuluh hari pertama identik dengan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail terkait perintah untuk menyembelih Ismail kecil. Karena itu tanggal 9 Dzulhijjah disebut Arafah.

2.  Sepuluh hari pertama bulan Muharram

Bulan Muharram identik dengan bulan nabi Musa AS. Ketika beliau diselamatkan dari kejaran Fir’aun. Makanya kita disunnahkan puasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram, guna juga untuk menyelisihi orang yahudi.

3. Sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan

Allah turunkan Al-Quran itu pada bulan Ramadhan. Di antara tiga keutamaan ini, para ulama memiliki ragam perbedaan, kalau siang itu 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah. Kalau lihat malamnya itu lihat 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Namun tetap yang utama adalah bulan Ramadhan karena ada 10 hari terakhir dan 20 hari pertama bulan Ramadhan.” Ujar ustadz Abu Bassam Oemar Mita.

Doa Saat Memasuki Bulan Ramadhan

100 Hari Menuju Ramadhan 1446

Karena itu para ulama terdahulu sangat sensitif dengan ‘mencium’ bau bulan Ramadhan. Karena Ramadhan mengeluarkan aroma Surga, sehingga para ulama yang mencitai Ramadhan akan sangat terasa bahkan 6 bulan sebelum datangnya Ramadhan. Karena itu, para ulama berdoa agar disampaikan dalam keadaan selamat untuk bertemu dengan bulan Ramadan.

أللهمَّ سَلِّمْنِي لِرَمَضَانَ، وَسَلِّمْ رَمَضَانَ لِي، وَتَسَلَّمْهُ مِنِّي مُتَقَبَّلًا

“Allahumma salimnî li ramadlâna wa sallim ramadlâna lî wa tasallamhu minnî mutaqabbalan”.

Artinya: Ya Allah, sampaikan aku [dengan selamat] kepada [bulan] Ramadhan. Sampaikanlah Ramadhan kepadaku (juga) dan terimalah [amal-amal]ku [di bulan] Ramadhan). (Imam Abul Qasim Sulaiman bin Ahmad ath-Thabrani, Kitâb al-Du’â’, 2007, hlm. 312)

Itulah beberapa nasihat sebagai persiapan diri sebelum Ramadhan yang dapat kita pahami. Semoga Allah sampaikan umur kita untuk bertemu dan beramal di bulan suci Ramadhan dengan amal yang sebaik-baiknya!

More
articles

Scroll to Top