Ada 100 Anak Yatim yang Siap Dibahagiakan

Date

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

Di tengah pandemi yang masih menguji, selain banyaknya kesembuhan namun tidak sedikit juga kasus kematian yang semakin merambah. Bahkan Menurut laporan Satgas Penanganan Covid-19, angka harian pasien Covid-19 pada 20 Juli tercatat bahwa korban meninggal dunia 1.280 orang, dengan tiga provinsi penyumbang angka kematian terbesar yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

Banyak anak-anak mendadak yatim selepas mereka harus kehilangan bapaknya karena terpapar covid-19. Sebelumnya, banyak juga pasien-pasien yang memiliki komplikasi sehingga beresiko pada kondisi yang semakin memburuk, seperti kematian. Tidak sedikit dari mereka yang harus yatim di saat masih kecil. Saat dimana seharusnya di usia mereka mendapatkan perhatian, kasih sayang, dan nasihat-nasihat indah dari figur orangtua.

Tak bisa menampik bahwa rasa pedih, kehilangan, terpukul dan menumpuknya duka yang tersimpan boleh jadi amat menyita pikiran dan menggangu hatinya. Mereka memang tidak mengatakannya. Namun sorot mata, mimik wajah, dan sedikitnya sikap yang lebih diam dari anak-anak di usianya seakan menggambarkan “Lihat aku, bantu aku keluar dari kesedihan ini!”.

Di usia mereka yang masih sangat muda, tak sedikit dari anak-anak yatim yang bahkan harus bantu menjadi tulang punggung ekonomi keluarga setelah ayahnya tiada. Tidak tega membiarkan ibunya bekerja sendiri, tak sedikit juga yang rela bantu mencari pemasukan untuk biaya sekolah ataupun keperluan sehari-harinya bersama saudara dan ibunya.

Boleh jadi, di saat banyak orang harus membuang makanan tersebab menumpuknya makanan. Ada anak-anak yatim di luar sana yang kebingungan harus makan apa hari ini bersama ibunya dan adik-adiknya.

Boleh jadi, di saat orang lain sibuk tertawa menyaksikan acara dari depan layar televisi. Ada anak-anak yatim yang menangis tersedu-sedu sambil memandang foto mendiang bapaknya yang sudah bertahun lalu meninggalkannya.

Sedikit perhatian saja untuk mereka tentu akan sangat berharga. Terlebih perhatian itu nampak lewat bingkisan, santunan dan doa-doa dari sahabat Darmacare sehingga mereka bisa turut rasakan kebahagiaan di tengah pandemi ini.  

Kakak, terima kasih ya sudah peduli dengan kami. Semoga rezeki kakak selalu mengalir seperti air zam zam. Aamiiin…” itu baru satu doa dari mereka.

Kali ini, UCare Indonesia mengajak kembali sahabat untuk berbagi kepada 100 anak-anak yatim di Kota Bekasi. Yuk, ambil peran untuk tebar lentera kebahagiaan di masa pandemi, klik informasi di sini.

Atau langsung klik : https://shor.by/SemarakYatimBahagia

More
articles