Antara Ramadhan dan Pandemi

Date

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

Tak terasa, kini Ramadhan telah tiba. Pancaran sinarnya semakin menyapa manja. Namun entah di sudut hati yang mana, ada perasaan sedih dan bimbang yang juga menyapa.

Katanya,  Ramadhan sekarang akan sedikit berbeda. Atau mungkin berbeda sama sekali. Lantaran adanya virus bernama Corona yang datang menyapa seisi dunia, termasuk Indonesia.

Setelahnya, pemerintah dan jajarannya pun sudah memberikan maklumat bahwa masyarakat diharuskan untuk berada di rumah saja. Bukan hanya soal belajar dan bekerja, tapi juga beribadah. Konon katanya, ini demi kebaikan kita bersama. Agar putus mata rantai penyebaran si Corona.

Itu artinya, ibadah ummat islam pun akan berlaku di rumah saja. Secara tak langsung, tak lagi ada sholat berjamaah di masjid, tapi shalat berjamaah berubah menjadi di rumah saja. Ramadhan di tengah pandemi membuat sayup-sayup masa lalu menjadi terngiang dan teramat dirindukan.

Kini semuanya berbeda. Tarawih tidak lagi berjamaah di luar, buka puasa tidak lagi di luar. Bagaimana dengan shalat ied, apakah akan dilakukan di masjid atau lapangan? Biarlah waktu yang akan menjawabnya.

Bingung, sedih, cemas. Tentu bercampur baur. Tapi sebagai manusia yang harus menggantungkan segala harap padaNya, tentu kita tidak boleh cepat berputus asa.

Allah SWT berfirman:  “Janganlah Kamu Berputus Asa dari Rahmat Allah.”

(QS. Yusuf : 87)

Di setiap ujian pasti ada hikmahnya. Dan inilah yang seharusnya kita ambil pelajaran. Mungkin,  ibadah yang kita lakukan kemarin tidak sepenuhnya murni untuk mengabdi kepada Rabb semesta alam. Barangkali semangat untuk beribadah di masjid kemarin, dicampuri oleh niat yang keliru.

Namun dengan Ramadhan yang kali ini mengharuskan kita di rumah saja. Akankah membuat ibadah kita lebih khidmat, meski di antara ruang tidak ada mata yang memandang dan melihat ibadah kita. Sebab kini, yang berada hanya kita dan Dia saja.

Boleh jadi, shalat di Ramadhan kemarin yang kita andalkan hanya sekedar mengikuti gerakan imam dan mengaminkan bacaan sholat saja. Tapi kita sering kali tidak memperhatikan gerakan dan bacaan shalat sendiri. Akankah sama Ramadhan kali ini dengan yang lalu?

Boleh jadi, saban waktu di masa lalu. Kita terlalu sibuk menikmati penantian buka bersama teman sekolah, rekan kerja, dan teman organisasi. Tapi kita lupa untuk membagi waktu untuk buka bersama dengan keluarga, bahkan orang tua yang seharusnya lebih diprioritaskan waktu kebersamaannya dengan kita. Kini, pandemi datang menjadi jalan nuansa kekeluargaan lebih terciptakan.

Boleh jadi, Ramadhan kemarin kita tidak pernah khusyu di pertengahan sampai akhir waktu Ramadhan. Karena terlalu sibuk memikirkan jadwal hingga memesan tiket demi mudik ke kampung halaman. Sudah tak terpikirkan waktu untuk melakukan itikaf di sepuluh malam terakhir. Justru malah asik menghabiskan malam-malam di swalayan hingga mall untuk belanja baju lebaran.

Kini ketika pandemi tiba, maka yang terjadi lahirlah himbauan untuk tidak melakukan mudik ke kampung halaman. Semua akses jalan dibatasi. Pintu tol dipantau agar tidak ada yang pergi meninggalkan kota untuk berpulang ke kampung tercinta.

Mungkin ini peringatan sekaligus teguran keras dari Ramadhan yang minta diperhatikan. Sudah terlampau banyak momentum di bulan Ramadhan kemarin yang kita abaikan waktunya demi mengejar kesenangan hidup semata. Yang kebanyakan justru dilakukan namun melalaikan apa yang menjadi kewajiban kita kepada Pencipta Alam.

Mungkin inilah waktu yang tepat agar kita maksimalkan ibadah di bulan Ramadhan, dengan memurnikan segala amal hanya untuk diperlihatkan kepada Dia semata. Mengejar ridho Tuhan. Mengharap ampunan juga rahmatNya.

Allah Tahu kita merindukan Ramadhan. Namun Allah juga mengetahui barangkali momentum Ramadhan kemarin masih banyak alpa dan papanya ibadah kita. Banyak lubang yang harus ditambal. Banyak waktu yang berlalu sia-sia tanpa amalan.

Kini Allah hadirkan pandemi agar kita hanya bermesraan kepadaNya. kepada bulannya. Tidak kepada yang lainnya. Sebab itu, meski nuansa Ramadhan kali ini berbeda, tapi rasa cinta dan bahagia kita untuk menyambutnya jangan berubah apalagi hilang.

Justru seharusnya kita kobarkan. Karena akan banyak doa yang akan kita lantunkan di setiap waktunya. Salah satunya agar Corona segera menghilang dari bumiNya.

Meski Corona meradang, namun semangat dalam amaliah Ramadhan jangan biarkan redam. PadaNya, kita berserah.

LAZ Ucare Indonesia mengucapkan,

Marhaban Yaa Ramadhan 1441 H

Semoga amaliah Ramadhan tahun ini, lebih baik dari Ramadhan sebelumnya.

More
articles

Kontak Kami

Jl. Rajawali Raya No.73 RT.009/RW.002, Kel. Kayuringin Jaya, Kec. Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat 17144

+62-822-2333-9773

(021) 88960316