
Puasa Syawal merupakan puasa sunah selama enam hari yang dikerjakan setelah Hari Raya Idul Fitri. Puasa ini sudah bisa dilaksanakan mulai 2 Syawal. Bagaimana bacaan niat puasa Syawal 1447 H? Simak penjelasannya dalam artikel di bawah ini.
Waktu Pelaksanaan Puasa Syawal


Sebelum mengetahui bacaan niat puasa Syawal, penting untuk memahami waktu pelaksanaan puasa tersebut.
Puasa Syawal bisa dilakukan secara berurutan pada 2-7 Syawal. Namun, umat Islam juga bisa mengerjakannya tidak berurutan. Anjuran puasa sunah Syawal selama 6 hari tertuang dalam sebuah hadis Rasulullah SAW yang berbunyi:
“Sungguh Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang berpuasa Ramadhan, kemudian diiringi dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa sepanjang tahun.” (HR Muslim no 1164)
Baca Juga: Muslim Wajib Tahu, Waktu Pelaksanaan Puasa Syawal dan Niatnya
Keutamaan Puasa Syawal


Ada banyak keutamaan puasa Syawal bagi umat Islam yang menjalankannya. Berikut ini beberapa keutamaannya:
- Penyempurna puasa Ramadhan
- Tanda diterimanya puasa Ramadhan
- Pahalanya seperti puasa satu tahun
- Menjaga konsistensi ibadah
- Mendekatkan diri kepada Allah SWT
Baca Juga: Bantuan Kebencanaan untuk Ibu Eti Rachmawati: Dukung Majelis Taklim Ziyadatul Khair Kembali Berdiri
Bacaan Niat Puasa Syawal


Mengamalkan bacaan niat puasa Syawal dengan benar tidak hanya menunjukkan ketaatan seorang Muslim dalam mengikuti sunah Rasulullah, tetapi juga menjadi bukti kecintaan kepada Allah SWT. Bacaan niat puasa Syawal dapat dilafalkan di malam hari atau sejak Subuh. Yang tak kalah penting adalah menjaga niat tersebut karena Allah Ta’ala di dalam hati.
Melansir MUI, berikut ini lafal niat puasa Syawal yang bisa diamalkan lengkap dengan bahasa Arab, Latin, dan artinya:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatis Syawwali lillahi ta‘âlâ.
Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah.”
Itulah bacaan niat puasa Syawal 1447 H dilengkapi dengan Arab, Latin, dan artinya. Semoga kita senantiasa diberikan rahmat dan keberkahan dari Allah SWT bahkan setelah Ramadhan usai. Aamiin yaa robbal ‘alamiin.



