Bagaimana Childfree dalam Islam? Begini Jawaban Ustadz Adi Hidayat
Berbagi dengan Anak Yatim

Date

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Daftar Isi

“Childfree tengah ramai dibincangkan di jagad maya. Lalu, bagaimana pandangan Childfree dalam Islam?”

Ada 3 hal yang penting untuk dinilai, setiap pendapat itu kita hormati dan hargai. Tapi juga mesti ada norma-norma yang bisa memberikan arahan atau batasan pada sebuah pemikiran sehingga tidak menyalahi kebaikan yang disepakati oleh umat.

Pencerahan Ustadz Adi Hidayat Terkait Pandangan Childfree dalam Islam

Childfree dalam Islam
Foto: Childfree…..Ingat Kembali Pencerahan UAH – Ustadz Adi Hidayat (https://www.youtube.com/@AdiHidayatOfficial)

Sebelum membahas seputar Childfree, Ustadz Adi Hidayat dalam kesempatannya menyampaikan bahwa penyusun hidup kita ada 3 yaitu jasmani, akal dan rohani. Masing-masing butuh nutrisi. Jasmani butuh makanan, akal butuh pembelajaran dan fitrah rohani butuh nutrisi berupa agama. Maka fitrah terhadap agama menjadi kebutuhan rohani bagi manusia. Dalam konteks kehidupan itu kita tidak bisa bebas, maka perlu ada kesepakatan komunal. Maka petunjuk terbaik adalah hukum dari Allah SWT lewat para Nabi dan rasul atau yang disampaikan hukum oleh para manusia.

Kasus Childfree dalam sudut agama, maka kita memiliki sumber hukum Al-Quran dan as sunnah. Keinginan berumah tangga dengan kesepakatan tidak memiliki keturunan. Umumnya orang menikah ingin mewujudkan rasa cinta yang sudah terpadu, perpaduan kasih dalam hubungan seksual, lalu harapan ingin mendapatkan keturunan. Dalam sudut pandang manapun, memiliki anak adalah fitrah dalam berumah tangga. Maka wajar, Islam memberikan perhatian yang besar. Maka banyak pada ayat Quran dan hadist Nabi guna melahirkan keturunan terbaik.

Karena itu, isyarat yang ditampilkan Alquran, bagaimana ikhtiar mendapatkan keturunan untuk melengkapi fitrah berumah tangga. contoh Nabi Zakariya yang tidak pernah letih untuk mendapatkan keturunan, juga kisah Nabi Ibrahim as. yang juga selalu berdoa untuk memiliki keturunan. Sehingga banyak ayat-ayat Al-Quran yang menjadi isyarat bagi kita untuk memenuhi fitrah rumah tangga melalui keturunan.

Childfree dalam Islam

Childfree dalam Islam

Setiap orang yang berpindah dituntut untuk memiliki bekal. Termasuk manusia yang tiada dan pergi menuju ke alam akhirat tentu kita butuh support, adapun support terbaik adalah keluarga. Karenanya ada ayat-ayat Quran dimana anak bisa menjadi syafaat dengan amal sholeh mereka, doa mereka, kebaikan mereka.

Di antara ayatnya adalah sebagai berikut,

(yaitu) surga-surga ‘Adn, mereka masuk ke dalamnya bersama dengan orang yang saleh dari nenek moyangnya, pasangan-pasangannya, dan anak cucunya, sedang para malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu; (sambil mengucapkan), “Selamat sejahtera atasmu karena kesabaranmu.” Maka alangkah nikmatnya tempat kesudahan itu. (QS. Ar Ra’d [13]: 23-24)

Adapun dalam hadist juga disebutkan,

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)

Keturunan soleh itu investasi dahsyat bagi orang tua, baik ketika orang tua masih hidup atau ketika dia tiada. Fungsi anak dalam kehidupan dunia, ketika pulang kerja capek lelah dan melihat anak melakukan ibadah maka betapa bahagianya dia. Belum lagi kebahagiaan lain dalam urusan dunia.

Jangan khawatir dengan keturunan, kata Allah boleh jadi rizki orang tua justru dititipkan kepada anaknya.

Baca juga: 2 Cara Berbakti pada Orang Tua yang Sudah Meninggal

Pandangan Childfree dalam Islam

Childfree dalam Islam

Pemikiran tentang childfree itu sebuah pemikiran yang menyalahi fitrah dalam berumah tangga. Karena pada dasarnya semua itu terlahir dengan fitrah yang baik.

“Ibu Anda saja tidak terpikirkan untuk tidak memiliki Anda, lalu apakah Anda terpikirkan tidak memiliki ibu? Kita tidak bisa menolak sebuah fitrah, karena hak memberikan keturunan adalah hak progretif Allah bagaimanapun ikhtiarnya kadang tidak mudah.”

Ustadz Adi juga menyampaikan bahwa Isue semacam ini (Childfree) seharusnya tidak harus diviralkan. Dan anjuran bagi siapapun yang sifatnya pribadi, sudahlah lebih baik jadi konsumsi pribadi saja dan dikonsultasikan agar mendapatkan ketenangan.

More
articles