Balada Penjual Mie Ayam Saat Wabah Corona

Date

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

[vc_row][vc_column][vc_single_image image=”10265″ img_size=”full”][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Bukan lagi superhero yang memiliki kekuatan tangguh, tapi banyak orang-orang di sekitar kita yang juga tangguh dalam menjalani kehidupan ini. Pasang surutnya kerikil kehidupan, tidak membuat mereka lantas tergelincir dan mengeluh begitu saja. Semua dihadapi dan dijalaninya sekuat jiwa dan raga.

 

Inilah salah satu superhero itu. Pak Slamet seorang pahlawan bagi keluarganya meski usianya sudah tidak lagi muda. Namun meski usianya tidak muda, semangatnya dalam mencari nafkah tidak pernah sirna. Berjuang untuk mencukupi keperluan keluarga dan sudah 20 tahun lebih Pak Slamet berjualan mie ayam di Bintara VI Bekasi Barat.

 

Pria kelahiran Wonogiri tahun 1951 ini sudah berjualan mie ayam sejak tahun 1980. Harga per mangkoknya adalah Rp 10.000,-.  Meski terbilang murah, Alhamdulillah pak Slamet bisa mengais rezeki dari tiap mangkok mie ayam yang dia dagangkan.

 

Dengan pendapatan kotor di saat normal sebesar Rp 300,000,- beliau masih bisa menyewa rumah petak Rp 700.000,-/bulan untuk tempat tinggalnya bersama keluarga, serta menyewa kios Rp 800.000,-/bulan untuk usahanya.

 

Namun hingga kini, di saat pandemi Covid-19 datang, semakin sedikit konsumen yang datang untuk membelinya. Alhasil pendapatan yang biasanya ratusan ribu perharinya, kini semenjak pandemi pendapatan hariannya hanya sekitar Rp  50.000,- bahkan kadang Rp 30.000,-

Hidup terasa berat katanya.. Apalagi semenjak ada corona.

 

Memang bukan hanya kita saja, Pak Slamet pun merasakan semenjak ada corona ini biaya hidup jadi semakin berat. Apalagi, yang dirasakan semenjak ada musibah corona, pemasukan jadi berkurang. Yang paling pahit adalah pria yang sudah berumur senja ini masih harus memikirkan biaya kontrakan kontrakan juga kehidupan anak dan cucunya.  Alhamdulillah kalau untuk makan, sedikit atau apapun yang ada tetap ia syukuri.

 

Saat ditanya apa harapannya, ia menjawab, “Harapannya mudah-mudahan bisa gedein cucu karena bapaknya udah ngga kerja.”

 

Melalui program Baitul Ma’mur Peduli bekerjasama dengan LAZ Ucare Indonesia, kami memberikan bantuan Rp 400.000,- untuk sedikit meringankan beban berat kehidupan Pak Slamet saat ini. Beliau senang menerimanya dan mendoakan donatur agar dilipatgandakan rizkinya.

 

Ayo, kita bantu mereka yang terdampak ekonomi saat ini!

Kang Ridwan, Human Care Inspirator

 

Sahabat UCare, jangan sampai kesedihan itu menimpa saudara-saudara kita yang lain. Bantu mereka untuk optimis dan tegar menjalani masa-masa ini. Kita tunjukkan bahwa mereka tidak sendiri, ada kita semua yang bersama-sama peduli dan empati dengan hidup mereka. Bersama kita bantu selamatkan Pak Untung dan masyarakat lainnya.

Yuk, berikan uluran tanganmu untuk mereka sebagai bukti cinta.

 

Kirimkan donasimu melalui:

https://donasi.ucareindonesia.org/bersama-lawan-corona/

 

atau melalui transfer ke:

 

BSM 7100 3000 14

Mandiri 167 000 2432 085

BNI Syariah 068 566 4701

A.n Yayasan Ukhuwah Care Indonesia

 

 

Tambahkan infaq Rp. 119 sebagai tanda donasi.

Contoh: transfer Rp. 1.000.119

 

Konfirmasi dan informasi ke

Telp. (021) 8896 0316

Hotline. 0813 9555 5868

 

Informasi lengkap dan sapa kami melalui:

Instagram : @lazucare

FB : Laz U-care ID

Twitter : LAZ Ucare

Telegram : https://t.me/UCareIndonesia

Website : https://www.ucareindonesia.org

Email : [email protected][/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]

More
articles