Bantu Pak Ade Berjuang untuk Mengajarkan Al-Quran Meski dengan Keterbatasan – Ucare Indonesia

Bantu Pak Ade Berjuang untuk Mengajarkan Al-Quran Meski dengan Keterbatasan

Menjadi marbot bukanlah sebuah keputusan yang kecil, karena amanah yang diambil adalah amanah besar sebagai penjaga rumahnya Allah SWT. Menjaga kebersihan masjid, mengurus segala keperluan yang dibutuhkan sebagi sarana dan prasarana untuk ibadah, sekaligus sebagai ujung tombak segala hal yang terjadi di dalam masjid.

Begitu mulianya pekerjaan sekaligus amanah yang diemban oleh mereka, para penjaga rumah Allah SWT. Namun sayangnya meski dengan segudang pekerjaan yang melimpah, tidak sedikit marbot-marbot yang kurang mendapatkan balasan setimpal atas perjuangan juga kesungguhannya dalam menjaga dan memakmurkan masjid-masjidnya Allah.

Dari salah satu marbot, sosok pilihan yang saat ini akan diperkenalkan kepada sahabat semua adalah Pak Ade. Beliau adalah salah satu orang yang mengabdikan dirinya untuk menjadi marbot di sebuah Musolla Al Istiqomah yang berlokasi di Pondok Gede Permai, Bekasi. Pria yang berusia 45 tahun ini merupakan lulusan dari sebuah pesantren di Kuningan tahun 2000an.

Sebelum menjadi marbot, dulunya Pak Ade membuka usaha warung. Namun siapa sangka, usahanya tidak berjalan lama dan harus gulung tikar. Setelah itu Pak Ade pun mulai mengajar ngaji di daerah tempat dia tinggal sekaligus menjadi marbot. Sejak itulah dan sampai sekarang Pak Ade mengemban amanah besar menjadi seorang marbot.  Motivasi terbesarnya menjadi marbot adalah agar ia bisa beramal dan mengabdikan diri sebagai penjaga rumah Allah SWT. Apalagi menurutnya tidak semua orang mengerti tentang ilmu kebersihan masjid.

Bukan hanya marbot saja amanahnya, Pak Ade juga mendedikasikan diri sebagai guru mengaji di tempat dia tinggal. Sebuah rumah wasiat yang ditinggalkan oleh pemiliknya.

Pak Ustaz, rumah ini buat bapak, asal ajarkan anak-anak disekitar sini untuk belajar Al Quran di rumah ini,” kata Pak Ade menirukan ucapan almarhum, pemilik rumah sebelumnya saat itu.

Sebagaimana wasiat yang harus dilaksanakan, begitulah Pak Ade mewujudkan pesan dari pemilik rumah sebelumnya. Ia pun menjadikan rumah itu untuk menetap, sekaligus sebagai tempat agar anak-anak bisa belajar Al Quran yang dimulai setelah Ashar hingga sebelum azan maghrib berkumandang.

Tidak hanya mengajar baca tulis Al Quran, beliau juga mengajarkan ilmu agama seperti hadist kepada murid-muridnya. Beberapa waktu sebelum banjir besar melanda, muridnya kurang lebih sejumlah 60 orang. Namun setelah banjir murid-murid yang mengaji mulai berkurang. Hingga saat ini ada 35 anak yang belajar mengaji bersamanya.

Sayangnya, manusia tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa mendatang. Pada tahun 2019, saat membersihkan Musolla Istiqomah, Pak Ade terpeleset dan jatuh di tempat. Ketika berobat, dokter pun memvonis bahwa dia mengalami stroke ringan. Sehingga mengakibatkan badannya kaku sebelah dan jalannya menjadi timpang. 

Akibat penyakit yang dideritanya, kini Pak Ade hanya bisa mengajarkan baca tulis quran di rumah yang diwasiatkan kepadanya. Padahal sebelum kejadian, biasanya Pak Ade bisa mengajar ke beberapa tempat. Termasuk mengajar mengaji di daerah Bojong Kulur, itupun harus diantar. Berangkat dari rumah ba’da Magrib untuk mengajar tidak membuatnya surut untuk terus melangkah dan membumikan Al Qur’an.

Tak lantas menyerah dengan keadaan. Pak Ade pun berupaya untuk berobat. Sudah beberapa kali dokter ia temui. Bahkan Pak Ade juga pernah diurut. Namun manusia hanya bisa berusaha.  Hingga sampai hari ini penyakitnya belum kunjung sembuh. Belum lagi karena keterbatasan biaya dan tidak ada yang mengantar ke dokter, membuat pengobatan Pak Ade menjadi terhambat. Kini, Pak Ade pasrah dengan penyakitnya.

Ketika tim UCare Indonesia mengunjungi Pak Ade, nampak semangatnya dalam mengajarkan mengaji tetap membara. Meski harus dituntun ketika menuju ke musolla. Kegigihan Pak Ade dalam melawan keterbatasannya dan motivasinya untuk mengajarkan anak-anak mengaji di sekitar rumahnya menjadi alasan Ucare Indonesia untuk membantu Pak Ade.

 “Sebagai manusia kita harus saling berbagi. Jika kita punya ilmu, ya ilmu itu harus kita ajarkan kepada sesama, agar bisa bermanfaat untuk sesama.” Pesan pak Ade kemudian.

Dear orang baik, yuk bersama kita bantu Pak Ade agar semakin semangat dalam mengajarkan anak-anak untuk baca tulis Al Quran. Kita bantu wujudkan harapannya agar bisa sehat kembali sehingga bisa berbagi ilmu lebih luas lagi.

Sahabat bisa membantu dengan berdonasi melalui transfer ke:

Bank Muamalat 3050 7000 73

BSM 7100 3000 14

Mandiri 167 000 2432 085

BNI Syariah 068 566 4701

BCA 066 327 1960

A.n Yayasan Ukhuwah Care Indonesia

BRI 1623 01 000 032 307

A.n UCare Indonesia

Tambahkan infaq Rp.27 sebagai tanda donasi.

Contoh: transfer Rp. 100.027

Konfirmasi dan informasi ke

Telp. (021) 8896 0316

Hotline. 0813 9555 5868

Informasi lengkap dan sapa kami melalui:

Instagram : @lazucare

FB : Laz U-care ID

Twitter : LAZ Ucare

Telegram : https://t.me/UCareIndonesia

Website : https://www.ucareindonesia.org

Menjadi marbot bukanlah sebuah keputusan yang kecil, karena amanah yang diambil adalah amanah besar sebagai penjaga rumahnya Allah SWT. Menjaga kebersihan masjid, mengurus segala keperluan yang dibutuhkan sebagi sarana dan prasarana untuk ibadah, sekaligus sebagai ujung tombak segala hal yang terjadi di dalam masjid.

Begitu mulianya pekerjaan sekaligus amanah yang diemban oleh mereka, para penjaga rumah Allah SWT. Namun sayangnya meski dengan segudang pekerjaan yang melimpah, tidak sedikit marbot-marbot yang kurang mendapatkan balasan setimpal atas perjuangan juga kesungguhannya dalam menjaga dan memakmurkan masjid-masjidnya Allah.

Dari salah satu marbot, sosok pilihan yang saat ini akan diperkenalkan kepada sahabat semua adalah Pak Ade. Beliau adalah salah satu orang yang mengabdikan dirinya untuk menjadi marbot di sebuah Musolla Al Istiqomah yang berlokasi di Pondok Gede Permai, Bekasi. Pria yang berusia 45 tahun ini merupakan lulusan dari sebuah pesantren di Kuningan tahun 2000an.

Sebelum menjadi marbot, dulunya Pak Ade membuka usaha warung. Namun siapa sangka, usahanya tidak berjalan lama dan harus gulung tikar. Setelah itu Pak Ade pun mulai mengajar ngaji di daerah tempat dia tinggal sekaligus menjadi marbot. Sejak itulah dan sampai sekarang Pak Ade mengemban amanah besar menjadi seorang marbot.  Motivasi terbesarnya menjadi marbot adalah agar ia bisa beramal dan mengabdikan diri sebagai penjaga rumah Allah SWT. Apalagi menurutnya tidak semua orang mengerti tentang ilmu kebersihan masjid.

Bukan hanya marbot saja amanahnya, Pak Ade juga mendedikasikan diri sebagai guru mengaji di tempat dia tinggal. Sebuah rumah wasiat yang ditinggalkan oleh pemiliknya.

Pak Ustaz, rumah ini buat bapak, asal ajarkan anak-anak disekitar sini untuk belajar Al Quran di rumah ini,” kata Pak Ade menirukan ucapan almarhum, pemilik rumah sebelumnya saat itu.

Sebagaimana wasiat yang harus dilaksanakan, begitulah Pak Ade mewujudkan pesan dari pemilik rumah sebelumnya. Ia pun menjadikan rumah itu untuk menetap, sekaligus sebagai tempat agar anak-anak bisa belajar Al Quran yang dimulai setelah Ashar hingga sebelum azan maghrib berkumandang.

Tidak hanya mengajar baca tulis Al Quran, beliau juga mengajarkan ilmu agama seperti hadist kepada murid-muridnya. Beberapa waktu sebelum banjir besar melanda, muridnya kurang lebih sejumlah 60 orang. Namun setelah banjir murid-murid yang mengaji mulai berkurang. Hingga saat ini ada 35 anak yang belajar mengaji bersamanya.

Sayangnya, manusia tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa mendatang. Pada tahun 2019, saat membersihkan Musolla Istiqomah, Pak Ade terpeleset dan jatuh di tempat. Ketika berobat, dokter pun memvonis bahwa dia mengalami stroke ringan. Sehingga mengakibatkan badannya kaku sebelah dan jalannya menjadi timpang. 

Akibat penyakit yang dideritanya, kini Pak Ade hanya bisa mengajarkan baca tulis quran di rumah yang diwasiatkan kepadanya. Padahal sebelum kejadian, biasanya Pak Ade bisa mengajar ke beberapa tempat. Termasuk mengajar mengaji di daerah Bojong Kulur, itupun harus diantar. Berangkat dari rumah ba’da Magrib untuk mengajar tidak membuatnya surut untuk terus melangkah dan membumikan Al Qur’an.

Tak lantas menyerah dengan keadaan. Pak Ade pun berupaya untuk berobat. Sudah beberapa kali dokter ia temui. Bahkan Pak Ade juga pernah diurut. Namun manusia hanya bisa berusaha.  Hingga sampai hari ini penyakitnya belum kunjung sembuh. Belum lagi karena keterbatasan biaya dan tidak ada yang mengantar ke dokter, membuat pengobatan Pak Ade menjadi terhambat. Kini, Pak Ade pasrah dengan penyakitnya.

Ketika tim UCare Indonesia mengunjungi Pak Ade, nampak semangatnya dalam mengajarkan mengaji tetap membara. Meski harus dituntun ketika menuju ke musolla. Kegigihan Pak Ade dalam melawan keterbatasannya dan motivasinya untuk mengajarkan anak-anak mengaji di sekitar rumahnya menjadi alasan Ucare Indonesia untuk membantu Pak Ade.

 “Sebagai manusia kita harus saling berbagi. Jika kita punya ilmu, ya ilmu itu harus kita ajarkan kepada sesama, agar bisa bermanfaat untuk sesama.” Pesan pak Ade kemudian.

Dear orang baik, yuk bersama kita bantu Pak Ade agar semakin semangat dalam mengajarkan anak-anak untuk baca tulis Al Quran. Kita bantu wujudkan harapannya agar bisa sehat kembali sehingga bisa berbagi ilmu lebih luas lagi.

Sahabat bisa membantu dengan berdonasi melalui transfer ke:

Bank Muamalat 3050 7000 73

BSM 7100 3000 14

Mandiri 167 000 2432 085

BNI Syariah 068 566 4701

BCA 066 327 1960

A.n Yayasan Ukhuwah Care Indonesia

BRI 1623 01 000 032 307

A.n UCare Indonesia

Tambahkan infaq Rp.27 sebagai tanda donasi.

Contoh: transfer Rp. 100.027

Konfirmasi dan informasi ke

Telp. (021) 8896 0316

Hotline. 0813 9555 5868

Informasi lengkap dan sapa kami melalui:

Instagram : @lazucare

FB : Laz U-care ID

Twitter : LAZ Ucare

Telegram : https://t.me/UCareIndonesia

Website : https://www.ucareindonesia.org

Email : [email protected]

Email : [email protected]

Scroll Up
×

Assalamualaikum,

Selamat datang di ucareindonesia.org. Silahkan klik icon customer service kami (U Care Admin) untuk memulai percakapan via WhatsApp chat

× Assalamualaikum, ada yang dapat kami bantu ?