Berhenti Menyalahkan Alam, Mulai Berbenah Demi Perubahan
alam

Date

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

Sebuah kekeliruan saat sebuah kerusakan dijadikan pembenaran. Seperti saat terjadi bencana alam, seringkali yang terjadi banyak di antara kita yang akan menyalahkan alam, padahal boleh jadi itu akibat dari ulah tangan manusia sendiri. Seperti saat banjir datang, curah hujan yang tinggi seringkali disalahkan. Padahal hujan adalah rahmat, turun dari langitNya untuk makhluk-makhluk Allah di atas bumi. Untuk kebaikan tanahnya, hewannya, tumbuhannya hingga manusia sendiri.

Kendati menjadi bencana alam seperti banjir dan longsor, maka seharusnya ini menjadi bahan intropeksi dan muhasabah bersama. Sudah benarkah kita dalam menjaga alam atau sebaliknya? Lebih banyak melakukan penggundulan hutan, menebang pohon secara liar, membuang sampah sembarangan atau justru sebaliknya?

Allah Subahanahu Wa Ta’ala telah menjelaskannya dalam Al-Qur’an, yang artinya:

Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (Quran Surah Ar-Rum: 41)

Ilustrasi Banjir di Pemukiman Warga

Baca artikel lainnya: Tips Siaga La Nina dan Dampaknya

Islam memandang perlu untuk seorang hamba memperhatikan lingkungannya, menjaga alam, dan menunjukkan kepeduliannya lewat berbagai hal positif untuk bumi. Seperti salah satunya melakukan penanaman baik tumbuhan atau pepohonan di lingkungan sekitar. Dengan pohon tersebut tidak hanya menjadi kebaikan jangka panjang untuk yang sang penanam, tapi juga bagi mereka yang menikmati hasilnya. Seperti hewan, manusia atau burung-burung yang memakan hasil tanamannya. Bahkan, kebaikan ini rupanya menjadi bentuk sedekah seorang hamba kepada sesama makhluk hidup lainnya.

Dari Jabir bin Abdullah Rodhiyallohu ‘Anhu dia bercerita bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَغْرِسُ غَرْسًا إِلاَّ كَانَ مَا أُكِلَ مِنْهُ لَهُ صَدَقَةً وَ مَا سُرِقَ مِنْهُ لَهُ صَدَقَةً وَ مَا أَكَلَتِ الطَّيْرُ فَهُوَ لَهُ صَدَقَةً وَ لاَ يَرْزَؤُهُ أَحَدٌ إِلاَّ كَانَ لَهُ صَدَقَةً

Tidaklah seorang muslim menanam suatu pohon melainkan apa yang dimakan dari tanaman itu sebagai sedekah baginya, dan apa yang dicuri dari tanaman tersebut sebagai sedekah baginya dan tidaklah kepunyaan seorang itu dikurangi melainkan menjadi sedekah baginya.” (HR. Imam Muslim Hadits no.1552)

Sebagai khalifah di bumi Allah, manusia dipandang perlu untuk melaksanakan amanah dalam menjaga alam, memelihara bumi dan seluruh isinya dengan sebaik-baiknya. Kelak segala apa yang dilakukan di atas bumi, akan dimintai pertanggung jawabannya di hadapan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Yuk, lestarikan kembali alam dan lingkungan di sekitar kita karena dampaknya akan berimbas ke kehidupan kita semua!

UCare Indonesia,

Cinta Berbagi Tanpa Henti

Informasi lengkap dan sapa kami melalui:
Instagram : @lazucare
FB : UCare Indonesia
Twitter : @ucareindonesia
You Tube : LAZ UCare
Telegram : https://t.me/UCareIndonesia
Website : https://www.ucareindonesia.org
Website Donasi : https://donasi.ucareindonesia.org/
Email : [email protected]

More
articles

Kontak Kami

Jl. Rajawali Raya No.73 RT.009/RW.002, Kel. Kayuringin Jaya, Kec. Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat 17144

+62-822-2333-9773

(021) 88960316