Cari Tahu Tentang Keutamaan Bulan Dzulhijjah
keutamaan bulan dzulhijjah

Date

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

Bulan Syawal akan segera berakhir kemudian berganti Dzulqa’dah. Setelahnya akan datang bulan Dzulhijjah, yang merupakan salah satu bulan mulia. Dinantikan banyak umat muslim, terutama para calon jamaah haji dan para penjual hewan qurban. Di samping karena hal-hal yang tadi disebutkan, bulan Dzulhijjah memang dikenal memiliki banyak keutamaan.

Apa saja sih keutamaan bulan Dzulhijjah?

  1. Masuk dalam Kategori Bulan Asyhurul Hurum

Asyhurul hurum adalah bulan-bulan haram. Dimana pada bulan tersebut, manusia dilarang bahkan diharamkan untuk melakukan perang, kecuali bila dalam keadaan mendesak.

Dalam Al-Qur’an disebutkan, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi’ar-syi’ar Allah , dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram …” (Q.S. Al Maidah (5): 2)

Adapun yang termasuk dalam Asyhurul hurum adalah Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Rajab, dan Muharam. (Sunan At Tirmidzi No. 1512)

2. Dianjurkan Banyak Beribadah di Sepuluh Hari Pertama (1-10 Dzulhijjah)

Pada sepuluh hari awal di bulan Dzulhijjah memiliki keistimewaan yang besar.

Allah SWT berfirman, “Demi fajar, dan malam yang sepuluh.” (Q.S. Al Fajr (89): 1-2)

Adapun Imam Ibnu Katsir Rahimahullah menjelaskan maknanya:

(Dan demi malam yang sepuluh): maksudnya adalah sepuluh hari pada Dzulhijjah. Sebagaimana dikatakan Ibnu Abbas, Ibnu Az Zubeir, Mujahid, dan lebih dari satu kalangan salaf dan khalaf. (Tafsir Al Quran Al ‘Azhim, 8/390. Dar Ath Thayyibah)

Oleh karenanya, pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah seluruh umat islam bisa lebih semangat dalam meningkatkan amal sholeh, seperti banyak berpuasa, bersedekah, mengerjakan yang sunnah, berkurban, dll. Bahkan jika beramal pada hari-hari tersebut, pahalanya jauh lebih besar selain pada hari-hari tersebut.

3. Melaksanakan Puasa Arafah (9 Dzulhijjah)

Salah saatu amal ibadah yang bisa dilakukan selanjutnya adalah Puasa Arafah.

Dari Qatadah Al Anshari Radhiallahu ‘Anhu, katanya:

وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ

Nabi ditanya tentang puasa hari ‘Arafah, beliau menjawab: “Menghapuskan dosa tahun lalu dan tahun kemudian.” (H.R. Muslim No. 1162, At Tirmidzi No. 749, An Nasa’i dalam As Sunan Al Kubra No. 2805, Ath Thabari dalam Tahdzibul Atsar No. 763, Ahmad No. 22535, 22650. Ibnu Khuzaimah No. 2117, dan ini adalah lafazh Imam Muslim

4. Perintah Melaksanakan Shalat Idul Adha

Shalat Idul Adha merupakan shalat sunnah muakadah. Berkata Syaikh Sayyid Sabiq Rahimahullah:

Disyariatkannya shalat ‘Idain (dua hari raya) pada tahun pertama dari hijrah, dia adalah sunnah muakadah yang selalu dilakukan oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, Beliau memerintahkan kaum laki-laki dan wanita untuk keluar meramaikannya. (Fiqhus Sunnah, 1/317)

5. Menyembelih Hewan Qurban

Terkait menyembelih hewan qurban jumhur ulama menyatakan hukumnya sunnah muakadah. Adapun Abu Hanifah mewajibkan bagi mereka yang memiliki kelapangan rezeki.

6. Banyak Berdzikir kepada Allah Ta’ala

Dalam bulan Dzulhijjah akan ditemukan hari-hari tasyrik. Nabi mengatakan  hari-hari tasyriq adalah hari berdzikir kepada Allah Ta’ala. Agar umat muslim tetap berada dalam kebaikan di hari tasyriq..

Dalam riwayat Imam Muslim, dari Nubaisyah Al Hudzalli, bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ

Hari-hari tasyriq adalah hari-hari makan dan minum. (H.R. Muslim No. 1141), dan dalam riwayat Abu Al Malih ada tambahan: “dan hari berdzikir kepada Allah.” (H.R. Muslim No. 1141)

More
articles