Dampak Buruk Kebakaran Hutan bagi Kesehatan yang Perlu Diwaspadai
dampak buruk Kebakaran hutan

Date

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Daftar Isi

Dampak buruk Kebakaran hutan

Banyak masyarakat bertanya-tanya tentang dampak buruk kebakaran hutan bagi kesehatan. Pasalnya, sepanjang Agustus 2026, karhutla kembali melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, hingga Kalimantan Selatan. Ribuan titik panas terpantau dari satelit, dan puluhan ribu hektare lahan gambut terbakar. Kabut asap tebal membuat jarak pandang menyempit, aktivitas warga terganggu, bahkan sejumlah sekolah terpaksa diliburkan demi keselamatan anak-anak.

Kejadian ini kembali mengingatkan kita bahwa kebakaran hutan bukan sekadar bencana lingkungan yang merusak ekosistem. Kebakaran hutan juga menjadi ancaman nyata bagi kesehatan masyarakat luas, bukan hanya bagi warga di sekitar titik api. Penting bagi kita semua untuk memahami dampak buruk kebakaran hutan bagi kesehatan, sebab asap yang terhirup berhari-hari bahkan berminggu-minggu bisa memicu gangguan kesehatan mulai dari yang ringan sampai yang mengancam nyawa.

Kandungan Berbahaya dalam Asap Kebakaran Hutan

dampak buruk Kebakaran hutan

Asap kebakaran hutan bukan sekadar kabut biasa. Di dalamnya terkandung campuran gas seperti karbon monoksida, sulfur dioksida, nitrogen oksida, serta partikel halus (particulate matter/PM2.5) yang berukuran sangat kecil.

Partikel-partikel halus ini mudah masuk ke saluran pernapasan, bahkan menembus hingga ke paru-paru. Mengutip laman Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur partikel inilah yang paling dikhawatirkan karena dapat mengganggu fungsi organ pernapasan secara langsung begitu terhirup dalam waktu lama. Lantas, apa saja dampak buruk kebakaran hutan untuk kesehatan?

Baca Juga: Kebakaran Hutan di Kalimantan Lumpuhkan Aktivitas Warga

Gangguan Kesehatan Jangka Pendek dan Jangka Panjang

dampak buruk Kebakaran hutan

Dampak buruk kebakaran hutan dalam jangka pendek, paparan asap biasanya memicu iritasi mata, hidung, dan tenggorokan, disertai batuk dan sesak napas. Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pun cenderung meningkat. Kementerian Kesehatan RI mencatat bahwa gejala seperti mata perih dan berair serta rasa tidak nyaman di tenggorokan umum ditemukan pada masyarakat terdampak kabut asap.

Namun, efek jangka panjangnya jauh lebih mengkhawatirkan. Paparan asap secara berulang dapat memperparah penyakit paru kronis seperti asma dan PPOK, serta meningkatkan risiko hipertensi, stroke, hingga penyakit jantung koroner. Beberapa penelitian bahkan mengaitkan paparan polusi udara akibat kebakaran hutan dengan peningkatan risiko kanker paru-paru dalam jangka panjang.

Baca Juga: Kapan Waktu Mustajab Berdoa di Hari Jumat?

Dampak Kabut Asap terhadap Kesehatan Mental

Selain kesehatan fisik, paparan asap dalam waktu lama juga dapat memengaruhi kesehatan mental masyarakat terdampak. Stres, kecemasan, hingga gejala depresi kerap muncul, terutama pada mereka yang kehilangan tempat tinggal, sekolah, atau mata pencaharian akibat kebakaran hutan.

Kelompok remaja disebut cukup rentan terhadap dampak ini. Sebuah studi dari Universitas Colorado Boulder terhadap ribuan anak usia 9-11 tahun menemukan bahwa tingginya paparan partikel halus PM2.5 dari asap kebakaran hutan berkaitan dengan meningkatnya gejala gangguan mental pada remaja, dan efeknya bisa bertahan hingga satu tahun setelah paparan.

Baca Juga: Kisah Thalhah bin Ubaidillah, Sahabat Rasulullah yang Gelisah Menyimpan Harta

Kelompok Rentan yang Perlu Diwaspadai

Bayi, balita, ibu hamil, lanjut usia, serta penderita penyakit paru dan jantung kronis adalah kelompok yang paling rentan terhadap dampak buruk kebakaran hutan bagi kesehatan. Pada ibu hamil, paparan asap dalam waktu lama bahkan dikaitkan dengan risiko bayi lahir dengan berat badan rendah.

Anak-anak juga perlu mendapat perhatian khusus. Selain gejala fisik seperti gangguan pernapasan dan sulit tidur, orang tua disarankan untuk peka terhadap tanda-tanda kecemasan pada anak dan segera membawa mereka ke fasilitas kesehatan jika keluhan tidak kunjung membaik.

Langkah Sederhana Mengurangi Risiko

dampak buruk kebakaran hutan

Beberapa langkah pencegahan dapat membantu mengurangi dampak buruk kebakaran hutan bagi kesehatan. Gunakan masker yang layak, idealnya jenis N95, terutama saat harus beraktivitas di luar ruangan. Kurangi aktivitas luar ruangan selama kabut asap masih pekat, dan pastikan ventilasi rumah tetap terjaga agar udara di dalam ruangan lebih bersih. Memperbanyak konsumsi air putih juga dianjurkan untuk membantu tubuh tetap terhidrasi di tengah paparan udara yang buruk.

Kesadaran akan dampak buruk kebakaran hutan bagi kesehatan sebaiknya mendorong kita untuk lebih waspada. Menjaga diri dan keluarga dari paparan asap adalah langkah kecil yang bisa memberi perlindungan besar bagi kesehatan jangka panjang.

More
articles

Scroll to Top