Ditengah Pandemi, Hanya PadaNya Berserah Diri

Date

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

[vc_row][vc_column][vc_single_image image=”10220″ img_size=”full” alignment=”center”][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Setiap kepala keluarga pasti menginginkan agar kebutuhan keluarganya tercukupi. Sandang, pangan dan papannya dapat dinikmati oleh anak juga istrinya. Maka, tidak heran bila mereka berjuang keras untuk mendapatkan itu semua. Meski harus kepanasan, meski harus kehujanan. Yang penting keluarga di rumah aman, kenyang dan tenang.

 

Tapi siapa yang bisa tahu tentang apa yang terjadi di hari esok? Siapa yang mengira pandemi ini bisa terjadi juga di Ibu Pertiwi? Sekarang, beban hidup pun terasa makin berat dipikul oleh para pencari nafkah. Apalagi bagi mereka yang bekerja mengandalkan ramainya jalanan dan pesanan penumpang seperti pengemudi ojek online.

Satu dari sekian pengemudi ojol yang terdampak ekonomi di masa Pandemi ini adalah Pak Randu. Baginya, kondisi selama lockdown sangat berbeda dengan hari-hari sebelum si corona datang. Ia merasakan sekali dampaknya. Ini bisa diukur dari pendapatannya yang turun drastis. Namun, ia berusaha untuk tetap bersyukur kepada allah.

 

“Namun ya Alhamdulillah masih dikasih sama Allah. Bersyukur dulu aja dah.. Ntar kan ditambahin.” Jujur pak Randu kepada Kami.

 

Ketika ditanya benarkah Pak Randu makan bubur selama pandemi, beliau hanya tertawa. Baginya, makan bubur udah biasa dan bukan lantaran diniatin. Tapi memang karena yang bisa diolah begitu. Dia tetap bersyukur dan berusaha untuk menghadapinya dengan tenang.

 

“Alhamdulillah masih bisa makan. jadi ya bersyukur aja dulu, ntar kan ditambahin. Alhamdulillah.” Lanjut Pak Randu lagi sambil tertawa ringan.

 

Ketika ditanya tentang harapannya untuk pemerintah di masa pandemi ini, Pak Randu mengatakan, “Kita berharap ama manusia ngga ada ujungnya, mending¬† berharap sama Allah.” Sambungnya siang itu sambil tertawa lagi.

Sebenarnya Pak Randu bingung saat diharuskan lockdown seperti ini. Karena kalau ngga keluar, artinya dia ngga bisa cari nafkah dan memenuhi kebutuhan keluarga. Sebab bagi mereka pelaku ojek online, baik besar kecilnya penghasilan ada dari jalanan. Seandainya ada opsi lockdown sebaiknya diberikan asupan pangan atau logistiknya supaya orang rumah tenang. Habis kalau orang rumah lapar karena ngga bisa makan, ya bisa-bisa bukannya bermasalah karena corona tapi karena bencana kelaparan.

 

Pak Randu juga melanjutkan, “Takut ama corona, hehehe.. Takut ama virusnya kalau udah kena. Sekarang gini, kalau Corona datengnya¬† di saat-saat kaya gini sebenernya takut. Tapi kita lebih takut kalau keluarga mati kelaparan. kalo virus kan membunuh satu orang, tapi kalo kelaparan kan bisa bunuh 5 orang. Kita bukannya ngga takut, kita takut. Cuma kan penyakit datengnya atas izin Allah, kita juga tetep waspada.”

 

Meskipun kondisi ini cukup rumit baginya, ia tetap harus mencari nafkah untuk menghidupi keluarga. Pengemudi ojek online ini juga tetap memperhatikan prosedur dan menurut untuk mengikuti apa yang udah disampaikan media-media. Seperti memakai masker, sarung tangan, jaket, hand sanitizer, dan menjauhi diri dari titik keramaian.

 

Hikmah dari datangnya Corona ini bagi Pak Randu di antaranya kondisi ini melahirkan banyak hati-hati dermawan yang ngga disangka. Dia berharap semoga para dermawan bisa begitu seterusnya, bukan di saat corona saja.

Belajar dari cerita Pak Randu, seharusnya kita banyak mengambil hikmah. Di antaranya banyak-banyak bersyukur, sebab di luar sana ada banyak sekali orang-orang seperti Pak Randu yang dilema dan bingung untuk mencari nafkah di saat pandemi ini muncul. Belum usai lock down, kini PSBB berlaku sehingga pengemudi ojol pastinya harus berusaha lebih keras lagi untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya, terutama urusan makan.

 

Bisakah nurani kita terdiam melihat banyaknya saudara kita yang kesulitan atau kelaparan?

Sebelum itu terjadi, ayo kita bersama-sama memberikan urunan agar masyarakat yang terdampak ekonominya bisa tertolong di situasi saat ini.

Ulurkan bantuan terbaikmu demi saudara-saudara kita melalui:

https://donasi.ucareindonesia.org/bersama-lawan-corona/

 

atau melalui transfer ke:

 

BSM 7100 3000 14

Mandiri 167 000 2432 085

BNI Syariah 068 566 4701

A.n Yayasan Ukhuwah Care Indonesia

 

 

Tambahkan infaq Rp. 119 sebagai tanda donasi.

Contoh: transfer Rp. 1.000.119

 

Konfirmasi dan informasi ke

Telp. (021) 8896 0316

Hotline. 0813 9555 5868

 

Informasi lengkap dan sapa kami melalui:

Instagram : @lazucare

FB : Laz U-care ID

Twitter : LAZ Ucare

Telegram : https://t.me/UCareIndonesia

Website : https://www.ucareindonesia.org

Email : [email protected]

 [/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]

More
articles