Genosida di Gaza, tak pernah surut dari laman pemberitaan nasional maupun internasional. Barang kali kita semua sungguh lelah mendengar berita genosida yang terjadi di sana, tapi mereka para warga Gaza tentu lebih lelah dengan situasi dan kondisi yang terjadi. Jika kita merasa sedih dan terluka, mereka jauh lebih dalam kesedihan dan lukanya. Bukan lagi luka sebatas fisik, tapi lebih dari itu yang tak mampu terjamah kata.
Apa yang Tersisa dari Anak-anak Akibat Genosida di Gaza?
Hampir setengah dari 2,2 juta penduduk Gaza adalah anak-anak, dan selama 17 bulan terakhir, serangan Israel telah menghancurkan tempat tinggal mereka hingga yang tersisa adalah reruntuhan dan puing-puing yang hancur di tanah. Bukan hanya rumah, para zionis bahkan menghancurkan fasilitas kesehatan, sekolah, masjid, dan fasilitas umum lainnya.

Untuk menggambarkan dampak kerusakan ini, mari kita bayangkan sebuah ruangan dengan 100 anak di dalamnya: dua tewas, dua orang hilang atau diduga tewas, 3 orang terluka, banyak di antaranya kritis. 5 dianggap yatim piatu atau terpisah dan kehilangan keluarganya. 5 memerluka perawatan khusus karena kekurangan gizi yang parah. Sisanya menanggung luka fisik akibat luka perang dan pengeboman, serta mempengaruhi kesehatan mental mereka.
Juru Bicara WHO: Serukan Israel untuk Berhenti Halangi Masuknya Akses Bantuan untuk Gaza
“Sejak 2 Maret, Israel tidak mengizinkan bantuan kami masuk ke Gaza, dan persediaan medis di hamper habis karena kami tidak dapat mendatangkan lebih banyak lagi.”
Baca juga: Kondisi Terbaru Gaza Sejak Israel Langgar Gencatan Senjata
Update Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan

Hampir 400.000 orang mengungsi di Gaza, pusat-pusat pengungsian penuh sesak dan kekurangan layanan, persediaan penting untuk tanggap darurat tertahan di persimpangan.
90 Persen Ibu Hamil dan Menyusui di Gaza Kekurangan Gizi Parah
Sembilan puluh persen ibu hamil dan menyusui di jalur Gaza menderita kekurangan gizi parah akibat kurangnya pasokan pangan dan bantuan. Di tengah kekurangan gizi tersebut, ditambah dengan kondisi kurangnya peralatan medis yang dibutuhkan untuk menerima perawatan yang diperluka, kata seorang pejabat dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
“Jalur Gaza terus menjadi salah satu tempat yang paling berbahaya bagi anak-anak dan Dimana kehamilan diliputi oleh rasa takut karena kekerasan yang terus-menerus, pengungsian, dan kurangnya akses medis,” WHO memberikan peringatan dalam pernyataan pers pada kesempatan Hari Kesehatan Dunia kemarin.
Berbicara pada kantor berita resmi Kuwait (KUNA), juru bicara WHO Margaret Harris menggambarkan kesehatan ibu hamil di Gaza sebagai “di luar apapun yang dapat dibayangkan manusia.”
Lebih dari 61.700 Korban Jiwa di Gaza Sejak 7 Oktober 2023

Data terbaru akibat genosida di Gaza, Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan sedikitnya 50.810 warga Palestina dipastikan tewas dan 115.688 terluka dalam perang Israel di Gaza. Kantor Media Pemerintah memperbarui jumlah korban tewas menjadi lebih dari 61.700, dengan mengatakan ribuan orang yang hilang di bawah reruntuhan diduga tewas selama genosida Israel di Gaza sejak 7 Oktober 2023. (sumber: Aljazeera.com)
Dunia Perlu Tahu Tentang Kebenaran yang Terjadi di Gaza
Genosida di Gaza adalah pembantaian besar dan konflik kemanusiaan yang parah dan menyakitkan, terutama bagi anak-anak Gaza, para wanita, lansia dan para warga sipil yang tak bersalah. Konflik ini adalah kejahatan brutal di hadapan dunia, mereka menyerang warga sipilh yang tak bersalah dan tak berdaya sampai tega harus menjadi korban dari kejahatan para zionis. Bahkan para bayi yang tak berdosa yang seharusnya memiliki masa depan yang masih panjang, turut menjadi korban atas kekejamanan tentara Israel.
Kini, bukan hanya sebatas menyaksikan, kita perlu menyuarakan dukungan dan berikan bantuan nyata untuk kemanusiaan bagi anak-anak Gaza, para ibu hamil dan menyusui, serta warga sipil lainnya yang tak berdaya. Jangan benarkan semua yang terjadi di Gaza saat ini, itu bukanlah sebatas perang semata, tapi lebih dari itu, nilai kemanusiaan harus terus disuarakan.
Stop Genocide, We Stand With Palestine!
Sumber:
Aljazeera (https://www.aljazeera.com/news/liveblog/2025/4/5/live-israeli-attacks-kill-injure-100-children-each-day-in-gaza-un)


