Jangan Biarkan Ada Mas Tohar Lainnya yang Berjuang Sendiri!

Date

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram


 
UCAREINDONESIA.ORG – Namanya Toharuddin. Akrab disapa Mas Tohar. Pria ini adalah warga Bintara 8 dan salah satu jamaah masjid Baitul Ma’mur yang taat dalam ibadah. Ia juga rajin ikut belajar tahsin Al Quran di sana. Saat ini, ia berusia 30 tahun dan memiliki seorang anak berumur 4 tahun. Sejak 5 tahun lalu dia memutuskan menjadi pengemudi ojek online.
 
Biasanya penghasilan kotor per hari dari upahnya mengojek sebesar Rp 200.000,- sampai Rp 300.000,. Namun sejak wabah corona ini ada, untuk mendapatkan pendapatan di bawah Rp 100.000 saja kadang susah. Keadaan ini membuat pendapatannya mengalami penurunan yang cukup drastis. Sedangkan ini adalah sumber penghasilan utamanya.
 
Mas Tohar tentu menjadi salah satu orang yang sangat bergantung dengan pendapatan harian. Akibat Covid-19 memberi dampak yang cukup nyata secara ekonomi. Padahal kebutuhan hidup harus tetap terpenuhi, apalagi sebagai kepala keluarga beliau harus memenuhi kebutuhan hidup seperti biaya makan keluarganya dan uang kontrakan sebesar Rp 500.000,- perbulan.
 
Melihat keadaan yang dialami Mas Tohar, jamaah sekitar masjid melaksanakan program Baitul Ma’mur PEDULI dengan memberikan bantuan untuk Mas Toha sebesar Rp 500.000,-
 
Saat diberikan bantuan, Mas Tohar sangat bahagia. Ya, ia bersyukur karena masih ada orang yang peduli kepadanya. “Terima kasih kepada seluruh donatur….” ucapnya haru.
 
Di luar sana, pasti ada sosok seperti Mas Tohar lainnya yang merasakan dampak krisisnya ekonomi saat ini. Apalag bagi bagi pekerja informal dan pelaku ekonomi mikro. Untuk itu Dewan masjid dari program Baitul Ma’mur peduli dan LAZ UCare Indonesia sebagai payung hukum, mengajak kepada seluruh masyarakat untuk peduli kepada kehidupan saudara kita, apalagi bagi para ojol, transportasi umum, pedagang kecil harian, yang menjadi mayoritas masyarakat terdampak ekonomi.
 
Untuk mengatasi pandemi ini, harus juga ada sebagian filantrophy yang sudah mulai konsen mengatasi ekonomi, khususnya ekonomi menengah kebawah. Bahkan, Bapak Sandiaga Uno bilang butuh waktu 1 tahun untuk recovery ekonomi karena wabah ini. Untuk itu harus ada yang menjembatani antara orang-orang kaya dengan informasi yang real. Melakukan swasembada yang harus bisa mandiri, menanam bahan pangan sendiri, menghadapi masyakrisis.
 
Inilah waktunya Lembaga Zakat harus mengedukasi agar masyarakat memahami dan mau bergotong royong untuk menghadapi situasi sulit ini. Apalagi, Lembaga Zakat juga berfungsi sebagai penghubung baik Donatur maupun para Muzakki.
 
“Bagi masyarakat yang masih mampu dalam kondisi seperti ini, bagusnya bisa mendermakan sebagian hartanya untuk warga yang terdampak secara ekonomi, karena sejatinya hanya mensedekahkan sebagian dari biaya operasional saat bekerja.” Pesan Kang Ridwan selaku Dewan Pembina LAZ UCare Indonesia

More
articles