Petuah Cinta Bagi Orang Beriman dalam Menghadapi Wabah

Date

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

UCAREINDONESIA.ORG – Hari ini, seluruh dunia tengah diuji dengan kedatangan pandemi Covid-19. Berbagai berita dan informasi datang silih berganti. Rasa cemas, khawatir, takut dan sedih seakan berkumpul menjadi satu. Namun ketahuilah Sahabat, bahwa ujian yang Allah berikan pastilah ada hikmahnya. Karena tidak ada sesuatu yang kebetulan di muka bumi ini. Ini juga menjadi ujian keimanan bagi orang beriman, sejauh mana ia akan menyikapi semua ini dengan penuh kebajikan.
 
Ustadz Budi Ahari, LC dalam kajiannya pada 28 Sya’ban 1441 H/ 22 Maret 2020 Mmengatakan bagaimana seharusnya sikap orang beriman dalam menghadapi wabah, termasuk pandemi Covid-19 ini.
Apa saja sikap orang beriman dalam menghadapi wabah ?
 
1. Orang beriman bersikap selalu menggunakan ilmu dan tidak pernah merugikan orang lain.
 
Jangan berpendapat tentang Wabah Corona ataupun wabah yang lainnya ini tanpa ilmu, agar tidak timbul menyebarnya berita hoax yang membuat cemas orang banyak.
 
Jika dengan berita hoax yang kita sebar membuat orang cemas dan panik, maka system imun dalam tubuh orang tersebut akan berkurang, jika system imun berkurang, maka virus akan dengan mudah menginfeksi tubuh.
 
Tuh kan! Gara gara sebar berita hoax, bisa memperbanyak peluang virus Corona menyebar! Hati-hati dalam menyebarkan berita di media sosial ya!
 
2. Orang beriman selalu melihat permasalahan tidak hanya dari fisik, tapi dari hatinya (kacamata iman).
Bagaimana kita melihat Wabah Covid-19 ini dari kacamata iman?
 
Pertama, berhusnudzhan pada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, yakinlah bahwa akan ada banyak kebaikan dari semua musibah ini, sebagaimana firmanNya:
“Jangan menyangka bahwa musibah ini jelek untuk kalian, karena disitu ada kebaikan untuk kalian…” (QS. An-Nur: 11)
 
Imam Syafi’i rahimahullahu pun mengingatkan dalam nasihatnya :
 
“Tiba-tiba dunia ini sempit sampai kita menduga bahwa kita akan mati, tapi tiba-tiba kelembutan Allah hadir dan tiba-tiba menumbuhkan hati yang tercerai berai. Katakan pada orang yang pesimis dan sudah sempit hatinya bahwa rahasia bahagia itu husnuzhanmu kepada yang menciptakan kehidupan ini dan membagi rizki, itulah rahasia kebahagiaan.”
 
Kedua, optimis bahwa musibah ini semua akan berlalu, dan Allah selalu akan memberikan yang terbaik setelah musibah ini.
 
Rasulullah SAW bersabda:
 
“Betapa optimisme membuatku takjub dan optimisme itu adalah kata yang baik.” (HR.Muslim)
Nasihat optimisme pun disampaikan juga oleh Imam Asy-Syafi’i rahimahullahu:
 
“Biarkanlah hari-hari bertingkah semaunya, tapi tugas kita adalah nyamankan hati, jadikan hatimu baik ketika telah datang takdir Allah SWT dan jangan kalian gelisah, cemas, khawatir atas peristiwa malam (musibah, sakit) karena tidak ada peristiwa di dunia yang abadi. Dan jadilah orang yang karakter dirinya kokoh, tegus ditas kesulitan, jadikan diri kita lapang dan wafa (membalas kebaikan dengan kebaikan).”
Bahkan Nabi Allah Ayub AS pun optimis dalam menghadapi ujian penyakitnya, saat istrinya meminta Nabi Ayyub AS berdoa pada Allah SWT untuk disembuhkan, Nabi Ayyub justru malu karena sudah 80 tahun diberikan kebahagiaan duniawi oleh Allah dan baru 7 tahun diuji sakit sudah mengeluh. MasyaAllah betapa optimisnya Nabi Ayyub dalam menghadapi ujian sakitnya.
 
3. Jadikan musibah ini, menjadi ajang kita meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita pada Allah SWT
Sungguh, untuk orang beriman, musibah seperti wabah Covid 19 ini tidak pernah membuatnya rugi.
“Jika sakit, menjadi pahala atas kesabarannya.”
“Jika meninggal, mendapatkan pahala seperti mati syahid.”
 
Dan orang yang keimanannya pada Allah SWT meningkat, maka Allah akan menjadi pelindungnya, sebagaimana firmanNya:
 
“Katakanlah (Muhammad), tidak akan menimpa kami melaikan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami. Dialah pelindung kami, dan hanya kepada Allah bertakwalah orang-orang yang beriman”. (QS. At-Taubah 9: ayat 51)
 
4. Maksimalkan ikhtiar dengan mengikuti instruksi Pemerintah, Ahli Medis dan Ahli Ilmu.
Jika kita berada dilokasi yang paling banyak terjadi wabah virus Corona ini, maka jangan melanggar aturan pemerintah, ahli medis, dan ahli ilmu tanpa dasar ilmu yang jelas, karena ini bisa membahayakan diri sendiri dan keluarga.
 
5. Setelah memaksimalkan ikhtiar fisik, maka kita berdoa pada Allah SWT sesuai tuntunan Nabi agar pertolongan Allah segera hadir.
Doa Nabi Adam AS,
 
“Keduanya berkata, Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.” (QS. Al-A’raf: 23)
 
Doa Nabi Musa AS,
“Dia (Musa) berdoa, Ya Tuhanku, Sesungguhnya aku telah menzalimi diriku sendiri maka ampunilah aku. Maka Dia (Allah) mengampuninya. Sungguh, Allah, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. Al-Qasas: 16)
 
Doa Nabi Nuh AS,
“Dia (Nuh) berkata, Ya Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu untuk memohon kepadaMu sesuatu yang aku tidak mengetahui (hakikatnya). Kalau engkau tidak mangampuniku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku termasuk orang yang rugi.” (QS. Hud: 47)
 
Doa Nabi Yunus AS,
“Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa kami tidak akan menyulitkannya, maka dia berdoa dalam keadaan yang sangat gelap, Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim.” (QS. Al-Anbiya: 87)
 
Kondisi ini sangat membutuhkan bantuan berupa dana zakat dan infaq Anda untuk menghentikan jalan panjang pandemi ini. Percayalah bahwa kita pasti mampu melewatinya! Semua dibutuhkan kerja keras, kerja bersama dan uluran tangan Anda untuk menghentikan penyebaran covid ini.
Kami tidak bisa sendiri untuk mewujudkannya. Kamu bisa bersama kami untuk mendukung gerakan kebaikan ini meski #DirumahAja dengan berdonasi melalui rekening di bawah ini:
 
BSM 7100 3000 14
Mandiri 167 000 2432 085
BNI Syariah 068 566 4701
A.n Yayasan Ukhuwah Care Indonesia
 
Tambahkan infaq Rp. 119 sebagai tanda donasi.
Contoh: transfer Rp. 100.119
 
Atau langsung klik https://donasi.ucareindonesia.org/bersama-lawan-corona/

Konfirmasi dan informasi ke
Telp. (021) 8896 0316
Hotline. 0813 9555 5868

More
articles

Kontak Kami

Jl. Rajawali Raya No.73 RT.009/RW.002, Kel. Kayuringin Jaya, Kec. Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat 17144

+62-822-2333-9773

(021) 88960316