Jangan Biarkan Santri Yatim Dhuafa Berjuang Sendiri di Era Pandemi!

Date

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

Sudah menjadi rahasia umum, tatanan kehidupan pasca wabah Covid-19 meradang banyak hal yang turut tumbang. Termasuk bagi mereka yang tinggal di Pondok Pesantren, baik para santri dan asatidz/ah di dalamnya. Sebagai lembaga pendidikan berbasis islam dan menjunjung tinggi kedisiplinan, tak sedikit pesantren-pesantren yang semakin ketat peraturannya demi melindungi para santri yang berada di bawah naungannya.

Perbedaan di era pandemi ini sangat terasa, terutama pada sektor pendidikan dan ekonomi. Untuk pendidikan, tak sedikit beberapa jadwal dan kegiatan terpaksa mengalami perubahan. Sedangkan dari segi ekonomi, banyak para santri yang menunggak biaya pendidikannya akibat kurangnya pendapatan orang tua mereka, atau yang dikenal sebagai wali santri.

Biasanya jam kunjung atau besuk menjadi hal yang mudah saja. Tapi karena di era pandemi ini, tak sedikit pesantren-pesantren yang memberlakukan untuk para wali santri membawa serta surat hasil SWAB/Antigen demi keamanan bersama, tak luput juga sertifikat vaksin tiap kali melakukan kunjungan. Kondisi menjadi semakin lebih ketat.

Terkadang ada saja para santri yang belum dikunjungi atau dikirimkan oleh wali santri lantaran belum ada biaya untuk membayar SPP atau biaya lainnya. Biasanya wali santri tersebut berasal dari kalangan dhuafa, janda, dan orang miskin. Tak sedikit di antara mereka yang mengandalkan biaya hidup dari berdagang, berjualan makanan, dan menjadi buruh atau pekerja harian. Tapi karena imbas pandemi, ada yang menjadi korban PHK, ada yang sepi dagangannya, bahkan ada yang untuk makan sehari-hari pun bingung harus bagaimana.

Sedih bila diceritakan..

Baca artikel lainnya: Sangga Biaya Pendidikan untuk Santri Yatim Dhuafa Penghafal Qur’an

Berbekal kepedulian dan rasa cinta untuk berbagi, UCare Indonesia mengajak sahabat Darmacare untuk membantu saudara-saudara kita, para santri dari kalangan yatim dhuafa yang menunggak biaya pendidikannya agar segera lunas. Barangkali doa-doa sepertiga malam yang mereka panjatkan telah Allah dengarkan dan tugas kita adalah sebagai jembatan kebaikannya agar juga memperoleh pahala besar di dalamnya.

Menjelang Hari Santri Nasional yang jatuh pada tanggal 22 Oktober di tiap tahunnya, UCare Indonesia ingin menghadiakan bantuan biaya pendidikan bagi santri yatim dhuafa penghafal qur’an. Tidak sendiri, Kami ingin agar sahabat merasakan manfaat berbuat baik untuk saudara-saudara kita. Sedikit saja perhatian dan kepeduliaan dari kita, akan sangat berguna bagi saudara kita yang kini tengah menuntut ilmu.

Hadiahkan para santri yatim dhuafa penghafal qur’an dengan bantu biaya pendidikannya. Donasi terbaik dapat dikirimkan melalui:

BSI (BSM) 7100 3000 14

Mandiri 167 000 2432 085

BNI Syariah 068 566 4701

BCA 066 327 1960

A.n Yayasan Ukhuwah Care Indonesia

Informasi dan konfirmasi melalui:

Telp. (021) 8896 0316

Hotline. +62 8222 3339 773

Informasi lengkap dan sapa kami melalui:

Instagram : @lazucare

FB : UCare Indonesia

Twitter : @ucareindonesia

You Tube : LAZ UCare

Telegram : https://t.me/UCareIndonesia

Website : https://www.ucareindonesia.org

Website Donasi : https://donasi.ucareindonesia.org/

Email : [email protected]

More
articles

Kontak Kami

Jl. Rajawali Raya No.73 RT.009/RW.002, Kel. Kayuringin Jaya, Kec. Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat 17144

+62-822-2333-9773

(021) 88960316