Laz Ucare Tergabung di Aliansi LAZ – Filantropi Eliminasi Penyakit TBC

Date

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

UCAREINDONESIA.ORG – TBC adalah salah satu penyakit menular yang disebabkan kuman. TB adalah urutan keempat dari 10 penyakit teratas. Bahkan Indonesia berada di peringkat ketiga teratas sebagai negara yang memiliki penderita Tuberkolosis (TB).

Kuman TB adalah kuman yang sudah sangat tua. Bahkan sudah ditemukan pada “dukun firaun” yang ditemukan 3700 tahun sebelum Materi. TB tidak hanya identik pada orang miskin, namun bisa menyerang siapa saja. Semua organ yang terkena aliran darah bisa terkena TB. Yang tidak bisa terkena TB adalah kuku dan rambut.
 
Berdasarkan laporan dari Kemenkes RI dan Germas, situasi TBC di Indonesia mencapai 842.000 estimasi kasus. Ada 446, 732 notifikasi kasus, 86% keberhasilan pengobatan dan 47% kasus yang belum terlaporkan.
 
Biaya pengobatan yang harus dikeluarkan oleh penderita TB tidaklah sedikit. Tercatat harga obat berkiisar 1,5 jt untuk TB biasa dan TB RO 120 jt per tahun. Tidak hanya harga obatnya yang mahal. Penyakit ini juga rentan diderita oleh orang yang sakit kanker, Diabet, hingga HIV.
 
Ironisnya, TB ini bahkan bisa membunuh 13 orang/jam. Selain mematikan, penyakit TB juga mampu memberikan dampak buruk. Tidak hanya itu, pasien TB MDR separuh lebih kehilangan pekerjaan karena badannya lemah. Sehingga sangat berpengaruh terhadap kondisi ekonomi.
 
Pada tahun 2019, dari 24000 estimasi pasien TB hanya 9200 orang yang ditemukan dan hanya 4500 orang yang masuk ke pengobatan. Yang selesai pengobatan hanya separuh dari yang menerima pengobatan.
 
Melihat hal yang terjadi di tengah masyarakat, Dompet Dhuafa mengundang Lembaga Zakat, termasuk UCare Indonesia untuk mengikuti rapat tentang RTL Program TBC LAZ dan Lembaga Filantropi yang diadakan di Kantor Sekretariat FOZ. Rapat diadakan pada hari Rabu, 12 Februari 2020 pukul 13.00 WIB-16.00 WIB. Acara bertempat di Kantor Sekretariat FOZ, Lenteng Agung, Jakarta Selatan.
 
Acara ini membahas tentang penyakit Tuberkolosis (TB) dan strategi peran LAZ dalam mengeliminasi TBC di tahun 2030. Federasi ini diprakarsai oleh Dompet Dhuafa bersama 16 lembaga zakat dan filantropi yang ada. Gerakan yang dibangun sama-sama berupaya untuk saling berkoneksi untuk membuat koalisi Lembaga Filantropi dalam mengentaskan TB yang ada di Indonesia.
 
Dengan disatukannya Lembaga Zakat dan Filantropi, maka diharapkan dapat membantu berhasilnya pengobatan bagi para penderita TB di Indonesia. Menurut General Manajer Kesehatan Dompet Dhuafa, dr. Yenny Purnamasari menuturkan bahwa upaya penyembuhan pasien TB di antaranya dengan mendukung pemenuhan gizi, pengawasan dalam minum obat bagi para pasien, disediakannya rumah sehat disertai sanitasi yang mendukung untuk pemulihan penderita TB, membuat jaring pengaman sosial agar para pasien TB tidak putus asa dalam proses penyembuhannya. Sebab tidak sedikit pasien yang berhenti berobat dikarenakan tidak bisa bekerja. Sedangkan obat TB harus dikonsumsi oleh para pasien, termasuk obat suntik.
 
Koalisi yang dibangun tidak hanya mengharapkan Lembaga Zakat dan Filantropi saja, tapi juga diharapkan dapat didukung oleh banyak pihak. Seperti komunitas, anak muda yang perhatian kepada para penderita TB, tokoh masyarakat hingga jajaran pemerintah.
 
RTL Program TBC LAZ dan Lembaga Filantropi yang berlangsung di Kantor Sekretariat FOZ pada bulan Februari 2020 ini merupakan lanjutan dari rapat pada Desember 2019. Dari rapat ini diharapkan strategi yang dibentuk membuat peran Lembaga Zakat dan Filantropi dapat berkolaborasi untuk bersama-sama mendukung keberhasilan dalam pengobatan bagi pasien TB di Indonesia.

More
articles