Mau Bayar Zakat, Ini Niat dan Doa Lengkapnya!

Date

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

Zakat adalah rukun Islam yang ketiga setelah setelah mengerjakan salat. Karena merupakan rukun Islam, maka umat Islam wajib untuk membayar zakat. Dasar dalam menunaikan zakat ada di dalam firman Alloh SWT

“Dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat, dan taatlah kepada rasul, supaya kamu diberi rahmat,” (an-Nur : 56)

Tujuan membayar zakat tidak hanya sekadar menundaikan kewajiban tetapi juga untuk membersihkan diri serta berbagi dengan yang membutuhkan. Tidak hanya itu, zakat juga mengajarkan seseorang untuk ikhlas, meningkatkan rasa kepedulian dan menjadi dermawan. Betapa Alloh SWT mencintai umatnya dengan mewajibkan membayar zakat agar manusia saling membantu, salahsatunya dengan berzakat.

Dalam membayar zakat terdapat rukun zakat yaitu mengeluarkan barang sesuai dengan ketentuan. Apabila telah jatuh nishab dan haulnya, ada serah terima antara pemberi dan penerima atau amil zakat dan menyeahkan kepada yang berhak menerima zakat.

Jadi secara sederhana, rukun zakat adalah sebagai berikut

  1. Niat

Niat untuk membayar zakat fitrah harus dilandasi dengan rasa ikhlas. Ada yang mengatakan tidak perlu melafazkan niat langsung bayar zakat saja. Namun, secara umum, niat dalam bayar zakat fitrah harus diucapkan.
Niat zakat fitrah adalah sebagai berikut: نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكاَةَ اْلفطر عَنْ نَفْسِيْ فَرْضًالِلهِ تَعَالَى

Nawaitu an ukhrija zakaatal fitri ‘an nafsii fadhan lillahi ta’aala

Adapun untuk niat

Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri

Nawaitu an’ukhrija zakaatalfithri ‘annii wa’anjamii’i maa yalza munii nafakootuhum syar’an fardhon lillaahi ta’aala.

“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan seluruh orang yang nafkahnya menjadi tanggunganku fardu karena Allah ta’aala.”

Nawaitu an ukhrija zakaatalfithri ‘an nafsii fardhon lillaahi ta’aala

“Aku niat mengeluarkan zakat fitraah untuk diriku sendiri, fardu karena Allah ta’aala.”

Niat Zakat Fitrah untuk Istri

Nawaitu an ukhrija zakaatafithri ‘anzawjatii fardhon lillaahi ta’aala

“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku, fardu karena Allah ta’aala.”

Niat Zakat Fitrah untuk Anak Laki-laki

Nawaitu an’ukhrija zakaatalfithri ‘anwalidii … fardhon lillaahi ta’aala

“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak laki-lakiku (sebutkan nama) fardu karena Alalh ta’aala.”

Niat Zakat Fitrah untuk Perempuan

Nawaitu an’ukhrija zakaatalfithri ‘anbintii … fardhon lillaahi ta’aala

“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuanku (sebutkan nama) fardu karena Allah ta’aala.”

Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri dan Keluarga

Nawaitu an’ukhrija zakaatalfithri ‘annii wa’anjamii’i maa yalza munii nafakootuhum syar’an fardhon lillaahi ta’aala.

“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan seluruh orang yang nafkahnya menjadi tanggunganku fardu karena Allah ta’aala.”

Niat Zakat Fitrah untuk Orang yang Diwakilkan

Nawaitu an’ukhrija zakaatalfithri ‘an … fardhon lillaahi ta’aala.

“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk (sebutkan nama spesifik) fardu karena Allah ta’aala.”

2. Doa Bayar Zakat

Adapun doa setelah membayar zakat adalah

Robbana taqobbal minna innaka antassami’ul ‘alim.

Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkau-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”

Doa tersebut diambil dari surat Al-Baqarah: 127. Mengapa dianjurkan untuk berdoa setelah membayar zakat? Seperti Nabi Ibrahim yang menjadi teladan, ia masih meminta kepada Alloh agar amalnya dapat diterima. Maka hendaknya kita juga berdoa agar amalan zakat kita diterima oleh Alloh SWT.


More
articles

Kontak Kami

Jl. Rajawali Raya No.73 RT.009/RW.002, Kel. Kayuringin Jaya, Kec. Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat 17144

+62-822-2333-9773

(021) 88960316