Mengapa Pembayaran dan Pendistribusian Zakat Dilakukan Lebih Cepat di Tengah Pandemi?

Date

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

[vc_row][vc_column][vc_single_image image=”10278″ img_size=”full” alignment=”center”][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Darurat wabah Covid-19 seakan terus berkembang. Berita-berita di media terus beredar luas. Saban waktu, tidak terasa tamu agung akan tiba juga yaitu bulan Ramadhan 1441 H. Meski dunia, termasuk Indonesia sedang berada di titik yang sedang tidak stabil, bukan berarti ini menjadi alasan kita sebagai umat islam tidak ceria dan bahagia dalam menyambut kedatangan bulan suci Ramadhan.

 

Di bawah kebijakan pemerintah di masa pandemi ini, sebagai umat islam yang telah memenuhi syarat wajib membayar zakat mal (zakat harta) untuk segera menunaikan pembayarannya. Alangkah baiknya, ditunaikan sebelum masuk bulan suci Ramadhan 1441 H agar bisa segera terdistribusi kepada mustahik yang membutuhkan lebih cepat.

 

Selain itu, pemerintah juga menghimbau kepada seluruh masyarakat agar menyegerakan melakukan perhitungan zakat harta dan penghasilan sesuai ketentuan agama untuk membayar zakat. Sebaiknya pembayaran zakat khususnya bagi masyarakat Kota Bekasi dilakukan melalui LAZ UCare Indonesia.

 

Sebagaimana yang Sahabat ketahui bahwa zakat fitrah dapat ditunaikan sejak awal Ramadhan dan paling lambat sebelum pelaksanaan Shalat Idul Fitri pada 1 Syawal. Dengan mempercepat pembayaran zakat maka pendistribusian zakat fitrah pun dapat dilakukan lebih cepat. Sehingga diharapkan dapat membantu kebutuhan pangan dan kegembiraan fakir miskin dalam rangka menyambut hari raya.

 

Semua LAZ saat ini, termasuk LAZ UCare Indonesia akan memprioritaskan pendistribusian secara langsung dana zakat, infak dan sedekah yang dikelola untuk meringankan beban hidup, menjamin kebutuhan pokok dan menjaga daya beli warga masyarakat lapisan bawah. Di antaranya adalah rumah tangga miskin, pekerja harian di sektor informal, dan kaum ekonomi lemah lainnya yang termasuk kategori kelompok rentan dan mustahiq zakat. Pendistribusian zakat harus dilakukan sesuai ketentuan agama dan prosedur pelayanan yang cepat, mudah dan aman.

 

Kegiatan pengumpulan dan pendistribusian zakat yang karena sifat atau keadaannya harus dilakukan secara tatap muka, wajib diperhatikan protokol kesehatan, seperti pembatasan jarak/ fisik dan menghindari pengumpulan massa atau keramaian. Demi mencegah penularan virus Corona untuk menyebar lebih luas, maka harap diperhatikan SOP yang ada.

 

Selain itu, pembayaran zakat yang lebih cepat untu mendorong  pengoptimalan peran zakat, infak, sedekah serta wakaf dalam membantu sesama yang membutuhkan di tengah wabah covid-19. Selain itu karena zakat merupakan salah satu solusi bagi ekonomi bangsa. Maka alangkah baiknya dipercepat.

 

Semoga dengan Zakat, Infaq dan Shodaqoh yang ibu/bapak salurkan melalui LAZ Ucare Indonesia dapat menjadi solusi bagi bangsa untuk dapat bangkit dari permasalahan yang kini sedang kita hadapi sekaligus sebagai kunci untuk meningkatkan iman dan ketakwaan kita kepadaNya. Amiin.

 

Referensi: Surat Edaran Menteri Agama Nomor 8 Tahun 2020 Tentang Percepatan Pembayaran dan Pendistribusian Zakat Serta Optimalisasi Wakaf Sebagai Jaring Pengaman Sosial Dalam Kondisi Darurat Kesehatan Covid-19.[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]

More
articles