Pelatihan Dewan Kemakmuran Masjid: Penguatan Ekonomi Masjid di Kota Bekasi
Pelatihan Dewan Kemakmuran Masjid

Date

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Daftar Isi

Pelatihan Dewan Kemakmuran Masjid

Bekasi – Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Orda Kota Bekasi menggelar Pelatihan Dewan Kemakmuran Masjid yang mengangkat tema “Pemberdayaan Ekonomi Masjid di Kota Bekasi” pada Selasa (18/11/2025). Pelatihan Dewan Kemakmuran Masjid yang digelar di Hotel Grand Arsyilla, Bekasi, ini berlangsung dengan penuh antusiasme sejak sesi pembukaan.

Tingginya Minat Peserta

Pelatihan Dewan Kemakmuran Masjid

Ketua Panitia Pelatihan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), Very Koestanto menyampaikan bahwa peserta memenuhi ruangan sejak awal acara. Hal ini menunjukan tingginya minat DKM terhadap program pemberdayaan.

Very menjelaskan peserta pelatihan merupakan pengurus masjid yang berasal dari 12 kecamatan dan 56 kelurahan di Kota Bekasi.

Baca Juga: UCare Indonesia Gelar Pelatihan Service AC: Tak Sekadar Menambah Keterampilan

Masjid sebagai Pusat Sosial dan Ekonomi

Pelatihan Dewan Kemakmuran Masjid

Ketua ICMI Orda Kota Bekasi, Dr. Inayatullah menekankan bahwa masjid tidak hanya menjadi pusat ibadah dan spiritual, namun juga memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai pusat sosial dan ekonomi.

Di Kota Bekasi, terdapat 1.500 masjid yang tercatat oleh ICMI, di antaranya 1.200 masjid yang sudah berizin resmi. Jumlah ini menjadi alasan mengapa ICMI melihat perlunya pembinaan yang lebih terarah agar DKM siap mengelola potensi tersebut.

ICMI juga telah menggandeng Dewan Masjid Indonesia (DMI) untuk memperkuat proses pendampingan dari awal hingga mandiri.

“Potensi masjid sangat besar. Masjid harus memiliki wadah untuk berwirausaha, dibina dari nol hingga berhasil” ujar Bapak Inayatullah dalam pembukaan Pelatihan Dewan Kemakmuran Masjid.

Baca Juga: Kunjungan ke TK Qur’an Darul Ulum: Penuh Keterbatasan, Gaji Guru Tak Lebih dari Rp200 Ribu

Pentingnya Pemanfaatan Teknologi dalam Tata Kelola Masjid

Pelatihan Dewan Kemakmuran Masjid

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bekasi, Hudi Wijayanto, sebagai perwakilan wali kota Bekasi, menyampaikan terdapat 1.996 Masjid dan 1.700 Mushola yang tercatat di pemerintahan Kota Bekasi.

Pemerintah mendorong para DKM untuk melengkapi administrasi serta menerapkan pengelolaan yang tertib dan transparan. Pemerintah juga menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi dalam tata kelola masjid. Hudi mengatakan, melalui kegiatan ini Wali Kota Bekasi Tri Adhianto berharap untuk bisa memperkuat sinergi dari lembaga umat dan fokus pada kebermanfaatan.

Baca Juga: Susur Sungai Bekasi: Aksi Nyata Peringati Hari Pahlawan Nasional 2025

Kolaborasi LAZ UCare Indonesia

Pelatihan Dewan Kemakmuran Masjid

Pada sesi materi Pelatihan Dewan Kemakmuran Masjid, Ketua Yayasan LAZ UCare Indonesia, Bapak Muhammad Anwar hadir sebagai salah satu narasumber. Beliau memberikan pemahaman mendalam tentang pengelolaan zakat berbasis masjid.

Beliau menegaskan bahwa masjid dapat berperan sebagai pengelola zakat resmi atau menjadi mitra lembaga zakat. UCare menekankan tiga prinsip utama Aman Syar’i, Aman NKRI, dan Aman Regulasi, serta memperkenalkan pola model pengelolaan ZIS meliputi pengumpulan, pelaporan, pendataan, edukasi, dan kolaborasi.

Beliau berharap DKM dapat berkolaborasi tidak hanya dengan UCare Indonesia, tetapi juga seluruh lembaga narasumber yang hadir seperti BPRS Patriot, BPJS Ketenagakerjaan, Bank Infak, serta unsur-unsur pemerintah yang memiliki tujuan yang sama.

“Mengatasi pemberdayaan ekonomi tidak bisa lembaga zakat berjalan sendiri, karena ini perlu kolaborasi bersama, melalui pemerintah, melalui masyarakat, melalui lembaga-lembaga. Ini adalah sebuah kolaborasi yang positif,” tegasnya.

Baca Juga: Zakat Bisa Jadi Pengurang Pajak, Begini Ketentuannya!

Momentum Baru untuk Masjid yang Lebih Mandiri

Pelatihan Dewan Kemakmuran Masjid

Pelatihan Dewan Kemakmuran Masjid ini menjadi momentum penting bagi DKM dan lembaga-lembaga terkait untuk membangun ekosistem ekonomi masjid yang kuat, terarah, dan berkolaborasi.

Dengan hadirnya 115 perwakilan DKM dari seluruh Kota Bekasi, kegiatan ini menandai langkah awal menuju penguatan ekonomi berbasis masjid yang lebih profesional dan berdampak terhadap kemaslahatan umat.

Seluruh narasumber memiliki prinsip yang sama bahwa memakmurkan masjid dimulai dari membentuk pengurus DKM yang solid, tertib, transparan, akuntabel dan adaptif. Selain itu, pelatihan ini juga menjadi momentum bagi DKM Kota Bekasi untuk memajukan keberadaan masjid.

Melalui dukungan berbagai pihak, diharapkan masjid tidak hanya menjadi pusat ibadah, namun juga pusat pemberdayaan sosial dan ekonomi umat.





More
articles

Scroll to Top