Penyaluran Bantuan ke Aceh Tamiang: Bangkitkan Harap di Tengah Gelap
Penyaluran bantuan ke Aceh Tamiang

Date

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Daftar Isi

Penyaluran bantuan ke Aceh Tamiang

LAZ UCare Indonesia melaksanakan penyaluran bantuan ke Aceh Tamiang pada Sabtu (13/12/2025). Bantuan disalurkan langsung ke beberapa titik terdampak di Aceh Tamiang, di antaranya daerah Bukit Rata, Paya Bedih, dan Karang Baru, menjangkau ratusan jiwa yang sedang berjuang memulihkan keadaan pasca banjir bandang dan tanah longsor pada 25 November lalu.

Beri Dukungan Logistik sampai Layanan Kesehatan

Penyaluran bantuan ke Aceh Tamiang

Penyaluran bantuan ke Aceh Tamiang diawali di daerah Bukit Rata dan Paya Pedih. Di Bukit Rata, Kecamatan Kejuruan Muda, bantuan kesehatan disalurkan langsung kepada warga terdampak. Sebanyak 5 jiwa menerima bantuan obat-obatan di lokasi terdampak dan keperluan dapur umum warga serta 3kg kurma.

Sementara di Paya Bedih, bantuan menjangkau lebih luas. Melalui dapur umum dan dukungan logistik serta kesehatan, bantuan ini menyentuh 207 jiwa, membantu mereka memenuhi kebutuhan dasar di masa sulit.

Baca Juga: UCare Indonesia Salurkan Bantuan ke Korban Banjir dan Tanah Longsor di Sumbar

Pulihkan Lingkungan di Kecamatan Karang Baru

Penyaluran bantuan ke Aceh Tamiang

Penyaluran bantuan ke Aceh Tamiang, pada hari itu dilanjurkan ke titik terdampak bencana lainnya di Kecamatan Karang Baru. Di Kampung Tanjung Karang, Karang Baru, bantuan difokuskan untuk mendukung aktivitas warga dan pemulihan lingkungan. Mulai dari alat bantu hingga kebutuhan harian, penyaluran ini menjangkau 318 jiwa dari puluhan keluarga terdampak.

Di Medeng Ara, Karang Baru, bantuan pangan dan kebutuhan kebersihan disalurkan kepada warga yang membutuhkan. Sebanyak 31 jiwa menerima bantuan untuk membantu mereka bertahan di tengah keterbatasan pascabencana.

Baca Juga: Bantuan Bencana Sumatera Gelombang Pertama Sudah Hadir di 3 Titik Terdampak

Dukung Kebutuhan Darurat di Rumah Ibadah

Penyaluran bantuan ke Aceh Tamiang

Selain rumah warga, penyaluran bantuan ke Aceh Tamiang kali ini juga menjangkau fasilitas ibadah yang ada di sana. Di Masjid Nurhasanah, Kebun Tanah Terban, bantuan diberikan untuk mendukung kebutuhan darurat jamaah dan warga sekitar. Secara keseluruhan, penyaluran di Aceh Tamiang ini menjangkau 561 jiwa penerima manfaat.

Baca Juga: UCare Indonesia Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Tanah Longsor di Malalak Sumbar

Update Korban Bencana Sumatera: 1016 Jiwa Meninggal Dunia

Penyaluran bantuan ke Aceh Tamiang

Terlepas dari penyaluran bantuan ke Aceh Tamiang, korban banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus bertambah. Berdasarkan data terbaru pada dashboard penanganan darurat BNPB pada Senin (15/12/2026) pagi, tercatat 1016 jiwa meninggal dunia, 212 jiwa hilang, dan 7.600 jiwa mengalami luka-luka di tiga provinsi tersebut.

Lima kabupaten/kota menjadi wilayah dengan jumlah korban jiwa terbanyak adalah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, yang mencatat angka kematian tertinggi yakni 187 jiwa, disusul Aceh Utara sebanyak 162 jiwa. Sementara itu, Tapanuli Tengah melaporkan 116 kematian, Tapanuli Selatan 86 jiwa, dan Aceh Tamiang mencatat 66 korban meninggal.

Di Aceh Tamiang sendiri, akses listrik masih padam. Sebagian besar wilayah di sana masih gelap gulita, warga pun bertahan hidup dengan penerangan seadanya.

Baca Juga: Bantuan Tanggap Bencana UCare Indonesia, Salurkan Makanan Siap Saji & Paket Sembako untuk Warga Aceh

Terima Kasih untuk Para Insan Dermawan, Kita Masih Lanjutkan Perjalanan

Penyaluran bantuan ke Aceh Tamiang

Setiap bantuan untuk para korban banjir dan tanah longsor di Sumbar, Sumut, dan Aceh bukan sekadar logistik, tapi juga harapan. Penyaluran bantuan ke Aceh Tamiang ini menjadi harapan agar para keluarga yang sedang berjuang tidak merasa sendirian, dan harapan bahwa bantuan ini bisa meringankan hari-hari mereka yang berat.

Terima kasih untuk para insan dermawan yang telah menitipkan donasi untuk saudara-saudara kita melalui UCare Indonesia. Bantuan untuk mereka masih sangat dibutuhkan, dan kita masih terus melanjutkan perjalanan yang penuh harapan.

More
articles

Scroll to Top