3 Waktu Sunnah Rasulullah dalam Mendidik Anak, Yuk Tiru!
Keutamaan Sedekah kepada Anak Yatim

Date

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Daftar Isi

Apakah ada waktu sunnah Rasulullah dalam mendidik anak?

Mendidik anak merupakan salah satu amanah besar yang Allah titipkan kepada orang tua. Dalam Islam, Rasulullah ﷺ telah memberikan teladan yang sempurna dalam mendidik generasi muda. Salah satu hal yang patut kita tiru adalah bagaimana beliau memilih waktu-waktu yang tepat untuk memberikan nasihat dan mendidik anak-anak.

3 Waktu Sunnah Rasulullah dalam Mendidik Anak

Waktu Sunnah Rasulullah dalam Mendidik Anak
Ilustrasi Waktu Sunnah Rasulullah dalam Mendidik Anak

Berikut ini 3 waktu sunnah Rasulullah ﷺ dalam mendidik anak, yang bisa menjadi inspirasi bagi kita semua dalam membesarkan generasi shalih dan shalihah.

1. Ketika Dalam Perjalanan atau Tunggangan

Momen pertama yang dicontohkan oleh Rasulullah ﷺ adalah ketika dalam perjalanan. Hal ini sebagaimana tercantum dalam hadis dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma:

    “Aku pernah membonceng tunggangan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam pada suatu hari, beliau bersabda: “Wahai bocah, sesungguhnya aku akan mengajarimu beberapa kalimat; jagalah Allah niscaya Ia menjagamu, jagalah Allah niscaya kau menemui-Nya dihadapanmu, bila kau meminta, mintalah pada Allah dan bila kau meminta pertolongan, mintalah kepada Allah, ketahuilah sesungguhnya seandainya ummat bersatu untuk memberimu manfaat, mereka tidak akan memberi manfaat apa pun selain yang telah ditakdirkan Allah untukmu dan seandainya bila mereka bersatu untuk membahayakanmu, mereka tidak akan membahayakanmu sama sekali kecuali yang telah ditakdirkan Allah padamu, pena-pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering. (maksudnya takdir telah ditetapkan)” (HR. Tirmidzi No. 2516)

    Saat itu, Ibnu ‘Abbas membonceng di belakang Rasulullah ﷺ. Beliau memilih waktu yang sangat akrab: hanya berdua, suasananya santai, dan sang anak merasa dekat. Dalam kondisi seperti itu, hati anak lebih siap menerima ilmu dan nasihat yang diberikan.

    Baca juga: Tata Cara Shalat Orang dalam Perjalanan

    Ini menjadi pelajaran penting bagi para orang tua. Ketika sedang dalam perjalanan berdua dengan anak—baik naik motor, mobil, atau berjalan kaki—jadikan momen itu untuk menyisipkan nasihat-nasihat berharga.

    2. Ketika Sedang Makan

    waktu sunnah rasulullah dalam mendidik anak
    Ilustrasi memberikan nasihat saat sedang makan

    Waktu berikutnya yang digunakan Rasulullah ﷺ untuk mendidik adalah ketika anak sedang makan. Dalam hadis lain diceritakan bahwa Nabi ﷺ pernah menasihati Umar bin Abi Salamah radhiyallahu ‘anhu yang waktu itu makan tidak teratur:

      “Wahai anak, sebut nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah dari yang dekat darimu.”
      (HR. Bukhari No. 5376, Muslim No. 2022)

      Dari sini kita belajar bahwa momen makan bisa menjadi kesempatan untuk menyisipkan adab dan nilai-nilai Islam. Saat anak tenang dengan makanannya, nasihat akan lebih mudah diterima tanpa terkesan menggurui.

      3. Momen Ketika Anak Sakit

      Momen ketiga adalah ketika anak sakit. Rasulullah ﷺ pernah menjenguk seorang anak Yahudi yang sedang sakit, lalu bersabda:

        “Masuk Islam lah!” (HR. Bukhari No. 1356)

        Anak itu pun akhirnya masuk Islam setelah melihat isyarat persetujuan dari ayahnya. Ini menunjukkan bahwa saat anak dalam kondisi lemah, pelukan iman bisa menjadi kekuatan yang luar biasa untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan.

        Yuk, Tiru Rasulullah ﷺ dalam Mendidik Anak

        waktu sunnah rasulullah dalam mendidik anak
        Ilustrasi momen terbaik mendidik anak

        Tiga waktu ini menjadi contoh bagaimana Rasulullah ﷺ memilih momen terbaik untuk mendidik:

        • Dalam perjalanan: jadikan momen akrab jadi momen nasihat.
        • Saat makan: sisipkan adab di tengah suapan.
        • Saat sakit: peluk iman mereka di tengah kelemahan.

        Semoga kita dapat meneladani Rasulullah ﷺ dalam mendidik anak-anak kita, sehingga mereka tumbuh menjadi generasi yang beradab, beriman, dan bermanfaat bagi umat.

        More
        articles

        Scroll to Top