Zakat Akhir Tahun: Pengertian, Jenis, dan Cara Menghitungnya
Zakat Akhir Tahun

Date

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Daftar Isi

Zakat Akhir Tahun

Menjelang pergantian tahun, sebagai seorang Muslim kita harus melakukan muhasabah atau introspeksi diri, dan mengingat kembali apakah semua kewajiban kita pada Allah SWT sudah ditunaikan? Apakah kita sudah menunaikan zakat akhir tahun kita?

Pengertian Zakat Akhir Tahun

Zakat Akhir Tahun

Mengutip laman BAZNAS, zakat akhir tahun adalah zakat atas harta yang kita miliki selama satu tahun penuh. Harta itu bisa berupa tabungan, investasi, emas, saham, atau aset likuid lainnya. Jika nilainya sudah mencapai nisab yakni setara dengan 85 gram emas, maka kamu termasuk yang wajib zakat.

Contoh sederhana: jika harga emas per gram Rp1.600.000, maka nisabnya sekitar Rp136 juta. Jadi, jika total harta bersih kamu di akhir tahun mencapai atau melebihi angka itu, kamu wajib mengeluarkan zakat sebesar 2,5 persen.

Baca Juga: Penyaluran Bantuan ke Aceh Tamiang: Bangkitkan Harap di Tengah Gelap

Jenis-jenis Zakat Akhir Tahun

Zakat akhir tahun

Setiap harta yang telah mencapai haul dan nisabnya wajib ditunaikan zakatnya. Berikut ini beberapa jenis harta yang wajib dikeluarkan zakat saat tiba akhir tahun.

1. Zakat Penghasilan

Zakat penghasilan atau zakat profesi adalah bagian dari zakat mal yang wajib dikeluarkan atas harta yang berasal dari pendapatan atau penghasilan rutin dari pekerjaan yang tidak melanggar syariah.

Menurut Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) penghasilan yang dimaksud ialah setiap pendapatan seperti gaji, honorarium, upah, jasa, dan lain-lainnya yang diperoleh dengan cara halal, baik rutin seperti pejabat negara, pegawai, karyawan, maupun tidak rutin seperti dokter, pengacara, konsultan, dan sejenisnya, serta pendapatan yang diperoleh dari pekerjaan bebas lainnya.

Baca Juga: UCare Indonesia Salurkan Bantuan ke Korban Banjir dan Tanah Longsor di Sumbar

2. Zakat Emas dan Perak

Zakat akhir tahun

Jenis zakat akhir tahun selanjutnya adalah zakat emas dan perak. Zakat emas adalah zakat yang dikenakan atas emas, perak, atau logam mulia yang telah mencapai nisab (85 gram) dan haul.

3. Zakat Tabungan

Pengertian zakat tabungan adalah zakat yang hukumnya wajib dibayarkan atas simpanan uang berupa tabungan atau deposito yang telah mencapai nisab dan haul. Zakat ini termasuk ke dalam zakat mal.

4. Zakat Perusahaan

Zakat perusahaan termasuk salah satu jenis zakat akhir tahun yang wajib dibayarkan setiap melakukan akuntansi tutup buku.

Zakat ini adalah kewajiban zakat yang dikeluarkan dari aset dan keuntungan suatu perusahaan jika telah memenuhi syarat-syarat tertentu. Konsep ini didasarkan pada prinsip bahwa sebuah perusahaan memiliki kewajiban sosial untuk berbagi kepada masyarakat, sebagaimana individu wajib membayar zakat dari hartanya.

Baca Juga: Bentuk-bentuk Sedekah Jumat, Amalan Mulia Penuh Keberkahan

5. Zakat Hewan Ternak

Zakat akhir tahun

Zakat hewan ternak adalah zakat yang harus dikeluarkan atas binatang ternak yang dimiliki seperti unta, kerbau, sapi, kambing, dan domba. Perhitungan zakat untuk masing-masing tipe hewan ternak, baik nisab maupun kadarnya berbeda-beda dan sifatnya bertingkat. Sedangkan haulnya yakni satu tahun untuk tiap hewan.

Berikut ini contoh nisab dan kadar zakat kambing dan sapi:

Kambing/Domba:

  • 40 ekor: 1 ekor kambing (umur 2 tahun) atau 1 domba (umur 1 tahun).
  • 121 ekor: 2 ekor kambing/domba.

Sapi/Kerbau:

  • 30-39 ekor: 1 ekor tabi’ (sapi/kerbau jantan/betina masuk tahun ke-2).
  • 40-59 ekor: 1 ekor musinnah (sapi/kerbau jantan/betina masuk tahun ke-3).

Baca Juga: Bantuan Bencana Sumatera Gelombang Pertama Sudah Hadir di 3 Titik Terdampak

Cara Menghitung Zakat Akhir Tahun

Zakat akhir tahun

Berikut ini langkah praktis menghitung zakat akhir tahun yang bisa kamu ikuti:

1. Hitung semua aset yang kamu miliki seperti tabungan, deposito, investasi, emas, atau piutang yang bisa ditagih.

2. Kurangi dengan utang yang sudah jatuh tempo.

3. Jika hasilnya mencapai nishab, kalikan dengan 2,5 persen untuk menentukan jumlah zakat yang harus dibayarkan.

Contoh: jika harta bersih kamu Rp150 juta, maka zakat yang wajib dibayar sebesar 2,5 persen × Rp150 juta = Rp3.750.000.

Itulah pengertian dari zakat akhir tahun, jenis-jenis, dan cara menghitungnya. Membayar zakat di akhir tahun membantu membersihkan harta, menenangkan hati, dan memberi kesempatan bagi yang membutuhkan untuk merasakan manfaatnya.

More
articles

Scroll to Top