Zakat Apa Itu?

Date

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

Zakat berasal dari segi bahasa dapat diartikan tumbuh berkembang. Sedangkan dalam arti istilah, zakat adalah arti harta yang wajib dikeluarkan apabila telah memenuhi syarat – syarat yang telah ditentukan oleh agama, dan disalurkan kepada orang–orang yang telah ditentukan pula, yaitu delapan golongan yang berhak menerima zakat sebagaimana yang tercantum dalam Al-Qur’an surat At-Taubah ayat 60 :

“Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para muallaf yang dibujuk hatinya, untuk budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana .”

Sehingga bisa dikatakan zakat bisa disimpulkan bukan untuk orang-orang kaya, justru untuk fakir miskin, pengurus, para muallaf, budak dan orang-orang yang berhutang. Mereka orang-orang berharta wajib menyalurkan zakatnya ke delapan golongan yang disebutkan di atas.

Perintah zakat selain untuk memurnikan harta dan jiwa juga untuk berdampak keberkahan hidup yang menyalurkannya. Makna ini menegaskan bahwa orang yang selalu membayar zakat, hartanya akan selalu dilimpahkan keberkahan oleh Allah SWT, kemudian keberkahan harta ini akan berdampak kepada keberkahan hidup. Keberkahan ini lahir karena harta yang kita gunakan adalah harta yang suci dan bersih, sebab harta kita telah dibersihkan dari kotoran dengan menunaikan zakat yang hakekatnya zakat itu sendiri berfungsi untuk membersihkan dan mensucikan harta.

Kedua zakat itu memberdayakan Hal ini disebabkan oleh kesucian dan keberkahan harta yang telah ditunaikan kewajiban zakatnya. Tentu kita tidak pernah mendengar orang yang selalu menunaikan zakat dengan ikhlas karena Allah, kemudian banyak mengalami masalah dalam harta dan usahanya, baik itu kebangkrutan, kehancuran, kerugian usaha, dan lain sebagainya. Tentu kita tidak pernah mendengar hal seperti itu, yang ada bahkan sebaliknya.

Justru dengan zakat itu kita membantu kedelapan golongan yang menerima zakat.

Macam-macam Zakat :

a. Zakat Nafs (jiwa), juga disebut zakat fitrah
b. Zakat Maal (harta)

Adapun Syarat-syarat Wajib Zakat:

a. Muslim
b. Aqil
c. Baligh
d. Memiliki harta yang mencapai nishab (dan haul)

More
articles