Zakat Menyucikan Harta dan Jiwa

Date

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

Zakat merupakan salah satu rukun islam. Abu Bakar Ash Shidiq saat menjadi khalifah menindak orang-orang yang tidak mau membayar zakat.

”Demi Allah, saya akan perangi setiap orang yang memisahkan salat dan zakat. Zakat adalah kewajiban yang jatuh pada kekayaan. Demi Allah kalau mereka menolak saya  dalam membayarkan apa-apa yang dulu  mereka bayarkan kepada Rasul Allah,  Sallallahu’alaihi wassalam, saya akan perangi mereka!”

Abu Bakar pantas marah, karena zakat merupakan pembeda Islam atau bukan.

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka.” (QS at-Taubah [9]: 103).

Namun, harta yang diberikan untuk berzakat adalah harta yang halam bukan haram.

Ini berdasarkan firman Allah SWT, “Hai orang yang beriman,  nafkahkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari  bumi untuk kamu.” (QS al-Baqarah]: 267).

“Allah SWT tidak menerima sedekah dari harta korupsi rampasan perang.” (HR Muslim).

Atas alasan itu, zakat dapat membersihkan jiwa karena adanya larangan untuk berzakat dengan harta yang haram.

Sehingga zakat bisa dikatakan juga sebagai pembuka pintu tobat dan salah satu untuk memasuki pintu syurga.

Sesungguhnya di surga terdapat kamar yang luarnya dapat terlihat dari dalamnya dan dalamnya dapat terlihat dari luarnya.” Kemudian ada seorang badui berdiri lantas bertanya, “Kepada siapa (kamar tersebut) wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “Bagi orang yang berkata baik, memberi makan, rajin berpuasa, shalat karena Allah di malam hari di saat manusia sedang terlelap tidur.” (HR Tirmidzi)

Oleh karena itu, Ukhuwah Care Indonesia mengajak masyarakat untuk membayar zakatnya. Hanya 2,5 persen dari penghasilan per bulan untuk yatim dhuafa di Kota Bekasi.

More
articles