5 Amalan Bulan Safar yang Bisa Dikerjakan Umat Islam, Tingkatkan Keimanan kepada Allah SWT
doa sebelum belajar

Date

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Daftar Isi

amalan bulan Safar

Bulan Safar 1448 Hijriah akan segera tiba. Seperti bulan-bulan lainnya dalam kalender Hijriah, umat Islam dapat memanfaatkan bulan ini untuk memperbanyak amalan dan ibadah sebagai usaha mendekatkan diri kepada Allah SWT. Apa saja amalan bulan Safar yang bisa dilakukan umat Islam? Simak penjelasannya dalam artikel di bawah ini.

Sejarah Bulan Safar

amalan bulan safar

Sebelum mengetahui amalan bulan Safar yang bisa dilakukan umat Islam, penting untuk mengetahui sejarah bulan Safar.

Mengutip laman Majelis Ulama Indonesia (MUI), kata Safar memiliki dua arti di dalam bahasa Arab, yaitu Shafar yang berarti kosong dan Shufrah yang berarti kuning. Bulan ini dinamakan Safar karena erat kaitannya dengan kebiasaan masyarakat Arab zaman dulu yang suka meninggalkan rumah sehingga menjadi kosong untuk bepergian jauh atau berperang.

Pada masa jahiliyah, masyarakat Arab menganggap Safar sebagai bulan yang penuh kesialan dan keburukan. Mereka meyakini bahwa Safar merupakan salah satu jenis penyakit yang bersarang di dalam perut. Namun, Rasulullah SAW membantah mitos dan keyakinan tersebut dengan menjelaskannya dalam sebuah hadis bahwa setiap penyakit tidak datang tanpa seizin Allah SWT.

Baca Juga: Mengenal Bulan Safar, Sejarah, dan Maknanya dalam Islam

Amalan Bulan Safar

amalan bulan safar

Secara umum, tidak ada amalan khusus yang dianjurkan pada bulan Safar. Namun, alangkah baiknya jika kita memanfaatkan setiap hari yang kita lalui dengan memperbanyak ibadah kepada Allah SWT. Berikut ini amalan bulan Safar yang bisa dikerjakan umat Islam:

Memperbanyak Doa

Amalan bulan Safar yang bisa dilakukan yaitu memperbanyak doa. Sebagai hamba Allah SWT, kita dianjurkan untuk berdoa memohon apapun yang berkaitan dengan kebaikan dunia dan akhirat. Salah satu doa yang bisa dibaca saat bulan Safar adalah:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ وَصَلىَّ اللهُ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ اللَّهُمَّ يَا شَدِيْدَ الْقُوَى وَيَا شَدِيْدَ الْمِحَالِ يَا عَزِيْزُ ذَلَّتْ لِعِزَّتِكَ جَمِيْعُ خَلْقِكَ اِكْفِنِيْ مِنْ جَمِيْعِ خَلْقِكَ يَا مُحْسِنُ يَا مُجَمِّلُ يَا مُتَفَضِّلُ يَا مُنْعِمُ يَا مُكْرِمُ يَا مَنْ لَا اِلَهَ اِلَّا أَنْتَ اِرْحَمْنِيْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ اللهم بِسِرِّ الْحَسَنِ وَأَخِيْهِ وَجَدِّهِ وَأَبِيْهِ وَأُمِّهِ وَبَنِيْهِ اِكْفِنِيْ شَرَّ هَذَا الْيَوْمِ وَمَا يَنْزِلُ فِيْهِ يَا كَافِيَ الْمُهِمَّاتِ يَا دَافِعَ الْبَلِيَّاتِ فَسَيَكْفِيْكَهُمُ اللهُ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ وَحَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ اِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَصَلىَّ اللهُ تَعَالىَ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ الِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Artinya: Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Semoga shalawat dan salam Allah senantiasa tercurah pada junjungan kami, Nabi Muhammad saw, keluarga dan para sahabatnya. Ya Allah, Tuhan Yang Maha Memiliki Kekuatan dan Keupayaan. Ya Tuhan Yang Maha Mulia dan karena kemuliaan-Mu itu, menjadi hinalah semua makhluk ciptaan-Mu, peliharalah aku dari kejahatan makhluk-Mu. Ya Tuhan Yang Maha Baik. Yang Memberi Keindahan, Keutamaan, Kenikmatan dan Kemuliaan. Ya Allah, Tiada Tuhan kecuali hanya Engkau. Kasihanilah aku dengan Rahmat-Mu, wahai Zat yang Maha Penyayang. Ya Allah, dengan rahasia kemuliaan Sayyidina Hasan dan saudaranya, serta kakeknya dan ayahnya, ibunya dan keturunannya, jauhkan aku dari kejahatan hari ini dan kejahatan yang akan turun padanya. Wahai Zat Yang Maha Mencukupi harapan dan Menolak bala’, cukuplah Allah Yang Maha Memelihara lagi Maha Mengetahui untuk memelihara segalanya. Cukuplah Allah tempat kami bersandar, tiada daya dan upaya kecuali atas izin Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. Dan semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya kepada Nabi Muhammad saw. beserta keluarganya dan para sahabatnya.”

Baca Juga: 3 Keutamaan Bulan Safar dalam Islam, Momen Perkuat Keimanan

Puasa Sunah

Amalan bulan Safar yang bisa dilakukan selanjutnya adalah berpuasa sunah. Kita bisa menunaikan puasa sunah Senin dan Kamis atau puasa ayyamul bidh puasa pada tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriyah). Berpuasa sunah memiliki keutamaan seperti menambah pahala, membersihkan hati, dan memperkuat keimanan.

Menjaga Silaturahmi dan Memperdalam Ilmu Agama

amalan bulan Safar

Bulan Safar merupakan waktu yang tepat untuk mempererat silaturahmi dan memperbaiki hubungan yang mungkin sempat renggang. Dengan menjalin silaturahmi, kita tidak hanya mendapatkan keberkahan, tetapi juga memperkuat ikatan persaudaraan dan menjaga persatuan umat. Selain itu, untuk memperkuat keimanan dan terhindar dari keyakinan yang menyimpang seperti mitos dan takhayul, kita juga dianjurkan untuk memanfaatkan bulan Safar untuk memperdalam ilmu agama.

Memperbanyak Istigfar

Salah satu amalan bulan Safar adalah memperbanyak istigfar. Memohon ampunan kepada Allah SWT bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja, termasuk di bulan Safar. Dengan memperbanyak istigfar, kita bisa mendekatkan diri kepada Allah SWT dan membersihkan hati.

Baca Juga: Bagaimana Cara Sedekah Subuh dengan Mudah? Ini 4 Hal yang Bisa Diamalkan

Meningkatkan Kepedulian Sosial

amalan bulan safar

Umat Islam juga memanfaatkan bulan Safar sebagai momentum untuk meningkatkan kepedulian sosial kepada sesama, menolong orang yang membutuhkan, dan bersedekah. Amalan-amalan tersebut sangat dianjurkan Rasulullah, termasuk dilakukan pada bulan kedua Hijriah.

Demikian penjelasan mengenai amalan bulan Safar yang bisa dilakukan umat Islam. Semoga dengan amalan-amalan tersebut, kita semakin menjadi hamba yang lebih baik dan dekat dengan Allah SWT. Aamiin.

More
articles

Scroll to Top