6 Sunah-sunah Wudu yang Bisa Diamalkan!
Sunah-sunah Wudu

Date

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Daftar Isi

Dalam bersuci salah satunya adalah dengan wudu. Terdapat sunah-sunah wudu yang dianjurkan untuk dikerjakan bagi setiap muslim yang hendak mensucikan diri. Dikutip dari Ringkasan Fiqih Islam (Ibadah dan Muamalah) karya Dr. Saleh Bin Al-Fauzan menyampaikan beberapa sunnah wudu yang bisa diamalkan oleh muslim yang hendak berwudu.

Berikut 6 Sunah-sunah Wudu

sunah-sunah wudu

Pertama, bersiwak

Bersiwak merupakan sunnah para rasul terdahulu. Imam An-Nawawi rahimahullah berkata, “Siwak menurut istilah para ulama yaitu kegiatan menggunakan ranting atau yang semacamnya untuk menghilangkan warna kuning serta kotorang lain yang ada pada gigi. “ (Syarh Shahih Muslim)

 

sunah-sunah wudu

Siwak hukumnya sunnah. Dengan bersiwak, mulut menjadi bersih sebagai persiapan untuk beribadah dan membaca Alquran serta untuk bermunajat kepada Allah. Di samping manfaat secara ukhrawi, bersiwak juga dapat menjaga kesehatan mulut.

Kedua, membasuh kedua telapak tangan tiga kali di awal wudu sebelum membasuh wajah

Banyak Hadis yang menjelaskan hal tersebut. Kedua tangan merupakan alat untuk memindahkan air ke anggota wudu. Membasuh keduanya menjadi penjaga bagi seluruh wudu.

Hukum membasuh kedua telapak tangan di awal berwudhu merupakan bagian dari sunnah sehingga bila tidak dikerjakan maka wudhunya tetap sah, dan ini adalah ijma’ atau kesepakatan para ulama.

Ketiga, memulai dengan berkumur-kumur dan menghirup air sebelum membasuh wajah.

sunah-sunah wudu

Sunah-sunah wudu yang satu ini sebaiknya dilakukan secara maksimal bagi yang tidak sedang puasa. Artinya, dengan memutar-mutarkan air di dalam mulutnya. Air dihirup dengan menyedot air sampai ke ujung hidungnya. Adapun memasukkan air ke dalam hidung disebut istinsyaq dan mengeluarkannya disebut istintsar. Yang mana keduanya berfungsi untuk membersihkan hidung dari kotoran-kotoran yang tersembunyi dalam rongga hidung.

Keempat, menyelang-nyelangi bulu-bulu jenggot yang tebal dengan air hingga sampai bagian dalamnya, dan menyelangi jari-jari dua tangan dan dua kaki.

Kelima, tayaamun, yaitu mendahulukan bagian kanan dari yang kiri baik tangan maupun kaki.

Para ulama bersepakat bahwa mendahulukan yang kanan dari kiri saat membasuh tangan dan kaki ketika berwudu adalah bagian dari sunnah.

sunah-sunah wudu

Keenam, membasuh lebih dari satu kali hingga tiga kali ketika membasuh wajah, dua tangan dan dua kaki.

Baca juga: Bagaimana Hukum Seputar Mengusap Khuff dalam Bersuci?

Yang disebutkan di atas adalah bagian dari sunah-sunah wudu yang harus dipelajari dan dipraktikkan di setiap wudu, sehingga wudu menjadi sempurna sesuai dengan tata cara yang disyariatkan. Dengan demikian, semoga menambah kesempurnaan dalam bersuci sehingga dapat mengundang rido Illahi serta mendapat tambahan pahala.

Wallahu’alam. Semoga bermanfaat ya sahabat!

Daftar Pustaka: Al-fauzan, Saleh bin. 2020. Ringkasan Fiqih Islam (Ibadah & Muamalah) Yogyakarta: Penerbit Mueeza.

More
articles