Keutamaan Dzikir Kepada Allah dan Faidahnya
keutamaan membaca kalimat tahlil

Date

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Daftar Isi

Banyak keutamaan dzikir kepada Allah bagi para hamba-hambaNya. Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah melebihkan manusia dari semua makhluk yang lain, memberinya keistimewaan nikmat berbicara, dan menjadikan lidah sebagai alat berbicara tersebut. Nikmat berbicara ini bisa digunakan baik dalam kebaikan ataupun keburukan.

Siapa saja mempergunakan nikmat tersebut untuk kebaikan maka akan menghantarkannya kepada kebahagiaan dunia dan derajat yang utama di akhirat, dan siapa saja menggunakannya selain untuk itu, maka ia akan membawanya kepada kehancuran di dunia dan akhirat. Sebaik-baik pemanfaatan waktu setelah membaca Al-Qur’an adalah berdzikir kepada Allah.

Keutamaan Dzikir Kepada Allah

Keutamaan Dzikir Kepada Allah

Keutamaan Dzikir banyak sekali disebutkan dalam Al-Quran dan hadits. Di antara hadits yang menerangkan tentang keutamaan dzikir, sebagai berikut:

Pertama, amalan yang utama di sisi Allah SWT.

Rasulullah bersabda: “Maukah aku kabarkan kepada kalian, amal kalian yang terbaik dan tersuci di sisi Penguasa kalian (Allah), serta tertinggi dalam derajat kalian, juga lebih baik bagi kalian dibandingkan berinfak dengan emas dan uang, dan lebih baik bagi kalian daripada bertemu musuh kemudian kalian memenggal leher mereka dan mereka memenggal leher kalian.” Mereka menjawab, “Tentu, Ya Rasulullah”. Beliau pun bersabda, “Berdzikir kepada Allah Ta’ala.” (At-Tirmidzi)

Sabda Rasulullah SAW: “Perumpamaan orang yang mengingat Rabbnya dengan orang yang tidak mengingat Rabbnya bagaikan orang hidup dengan orang mati.” (Mattafaq’Alaihi)

 

Firman Allah dalam hadits Qudsi: ‎‫

“Aku menurut prasangka hamba-Ku kepada-Ku, dan Aku bersamanya apabila dia mengingat-Ku. Bila dia mengingat-Ku pada dirinya maka Aku mengingatnya pada diri-Ku, dan jika dia mengingat-Ku pada suatu kelompok maka Aku mengingatnya pada kelompok yang lebih baik dari mereka. Jika dia mendekat satu jengkal kepada-Ku maka Aku akan mendekat satu hasta kepadanya, jika dia mendekat satu hasta kepada-Ku Aku akan mendekat kepadanya satu depa. “(HR. Al-Bukhari) ‎‫

Sabda Rasulullah: “Telah mendahului mufarridun”. Para sahabat bertanya, “Siapakah mufarridun itu?” Beliau merindukan, “Yaitu kaum lelaki dan perempuan yang banyak menyebut nama Allah.” (HR. Muslim)

Sabda Rasulullah ketika menasihati salah seorang sahabat beliau: Hendaknya lidahmu selalu basah dengan berdzikir ‎ kepada Allah.” (At-Tirmidzi). Dan hadits-hadits lainnya.

Kedua, mendapat pahala berlipat ganda & diampuni dosa.

Keutamaan Dzikir Kepada Allah

Pahala amal shalih dilipatgandakan sebagaimana dilipatgandakannya pahala membaca Al-Qur’an, sesuai dengan:

1) Keimanan, keikhlasan dan mahabbah kepada Allah yang ada di dalam hati.

2) Penghayatan dan sibuknya hati dalam berdzikir. Jadi tidak hanya dengan lidahnya saja. Apabila hal itu dilakukan dengan sempurna, maka Allah akan menghapus semua dosa-dosanya, dan memberikan pahalanya secara sempurna. Dan jika kurang sempurna maka pahalanya sebanding dengan kekurangsempurnaan amal ibadah tersebut.

Keutamaan Dzikir Kepada Allah dan Faidahnya

Keutamaan Dzikir Kepada Allah

Syaikhul Islam berkata, “Dzikir bagi hati seperti air bagi ikan, bagaimana keadaan ikan jika dipisahkan dari air?”

Faidah dan keutamaan dzikir kepada Allah

1.Menimbulkan kecintaan dan kedekatan kepada Allah, muroqobatullah (merasa selalu dalam pengawasan Allah) dan takut kepada-Nya, taubat dan kembali kepada-Nya, serta membantu kepada ketaatan-Nya.

 

2. Menghilangkan kesedihan dan gundah gulana dalam hati, mendatangkan keceriaan, serta membuat hati hidup, kuat dan jernih. Dalam hati ada kebutuhan dan kekurangan yang tidak dapat dipenuhi kecuali dengan dzikir, dan ada sifat keras yang tidak dapat diluluhkan dan dilembutkan kecuali dengan berdzikir kepada Allah.

FirmanNya: “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d Ayat 28)

3. Dzikir adalah penyembuh dan obat hati, makanan dan kelezatannya yang tiada tara, sedangkan penyakitnya adalah lalai. Sedikit berdzikir adalah tanda kemunafikan, dan banyak berdzikir adalah tanda kuatnya iman dan kecintaan kepada Allah; karena orang yang mencintai sesuatu akan selalu mengingatnya.

 

4. Seorang hamba jika mengingat Allah dengan menyebut-Nya di saat senang, maka Allah akan mengingatnya di saat susah, terutama ketika ajal menjelang dan dalam keadaan sakaratul maut.

 

5. Dzikir merupakan sebab keselamatan dari adzab Allah, turunnya ketenangan, datangnya rahmat, dan permohonan maaf dari para malaikat.

Baca juga: Hakikat dan Keutamaan Zikir Kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala

Keutamaan Dzikir Kepada Allah

6. Dengan sibuknya lidah berdzikir, terlupakan perkataan yang sia-sia, ghibah, namimah (mengadu domba), dusta dan perkara-perkara yang makruh dan haram lainnya.

 

7. Dzikir merupakan ibadah yang paling mudah, paling mulia dan paling utama. Dzikir adalah tanaman surga.

 

8. Dzikir meliputi pelakunya dengan kewibawaan, kenikmatan dan keceriaan wajah. Dzikir adalah cahaya di dunia, di alam kubur dan di akhirat.

 

9. Dzikir menyebabkan turunnya shalawat Allah dan para malaikat-Nya kepada orang yang berdzikir, dan Allah membanggakan orang-orang yang berdzikir kepada malaikat-Nya.

 

10. Sebaik-baik orang yang beramal adalah yang banyak berdzikir kepada Allah di antara mereka. Maka sebaik-baik orang yang berpuasa adalah mereka yang banyak berdzikir kepada Allah saat berpuasa.

 

11. Dzikir memudahkan urusan yang sulit, menggampangkan urusan yang sukar, meringankan beban, mendatangkan rezeki, serta menguatkan badan.

 

12. Mengusir setan, menundukkan, merendahkan dan menghinakannya.

Sumber: Tafsir Al-‘Usyr Al-Akhir, hal 173-174.

More
articles