Macam-macam Sholat Sunnah yang Perlu Diketahui
Rutinkan Kebiasaan Baik

Date

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Sholat sunnah apa sajakah yang sahabat ketahui?

Sholat sunnah merupakan ibadah yang dapat bantu menyempurnakan kekurangan yang terdapat dalam sholat wajib. Tak jarang, dalam sholat terdapat kekurangan seperti lupa rokaat sholat, hati yang tidak khusyu, dan lainnya. Untuk itu, seorang muslim hendaknya memaksimalkan kesempatan sholat sunnah untuk bantu ‘menambal’ apa yang kurang dari sholat yang wajib.

9 Macam Sholat Sunnah

sholat sunnah

  1. Sholat Sunnah Rowatib

Sholat sunnah rowatib adalah sholat-sholat yang dilakukan beriringan dengan sholat wajib lima waktu, sebelum atau sesudahnya.

Sholat sunnah rowatib ada 12 rokaat:

  1. 4 rokaat sebelum Dzuhur dengan 2 salam
  2. 2 rokaat setelah Dzuhur
  3. 2 rokaat setelah Maghrib
  4. 2 rokaat setelah setelah Isya
  5. 2 rokaat sebelum Subuh

Rasulullah selalu menjaga ke-12 rokaat tersebut ketika beliau sedang tidak bepergian.

Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa mengerjakan sholat sunnah dalam sehari semalam sebanyak 12 rokaat, maka ia akan dibangunkan sebuah rumah di surga.” (HR. Muslim)

Para ulama menjelaskan maksud dari 12 rokaat pada hadis tersebut adalah sholat sunnah rawatib.

  1. Sholat Sunnah Tahajud

Para ulama fiqih mengatakan bahwa sholat tahajud adalah sholat sunnah yang dilakukan di malam hari secara umum setelah bangun tidur. Sholat tahajud boleh dikerjakan di awal, pertengahan atau akhir malam.

Rasulullah SAW bersabda, artinya: “Sebaik-baik puasa setelah puasa Romadhon adalah puasa pada bulan Allah (Muharram). Sebaik-baik sholat setelah sholat wajib adalah sholat malam.” (HR. Muslim)

Dalam Al-Quran disebutkan, artinya: “Dan pada sebagian malam, maka kerjakanlah shalat tahajud sebagai sutu ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al-Isra [17]: 79)

Baca juga: Sholat Sunnah: Pengertian, Kedudukan dan Keistimewaannya

  1. Sholat Sunnah Tarawih dan Witir di Bulan Romadhon

Sholat tarawih adalah sholat malam yang dikerjakan di bulan Romadhon. Sedangkan sholat malam yang dikerjakan di luar bulan Romadhon dinamakan sholat tahajud. Kedua sholat tersebut pelaksanaan dan tata caranya sama.

Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang sholat malam pada bulan Romadhon dengan keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Muslim)

 

  1. Sholat Sunnah Syuruq

Sholat syuruq adalah sholat yang dikerjakan setelah matahari terbit. Di antara syarat dalam pelaksanaan sholat syuruq yang perlu diperhatikan, sholat ini dikerjakan ketika matahari sudah meninggi, kurang lebih satu tombak dalam pandangan mata manusia. Karena ketika matahari tepat di garis terbit, kita dilarang melakukan sholat.

Ibnu Utsaimin ra. mengatakan, “Sholat syuruq termasuk sholat dhuha, hanya saja dikerjakan di awal waktu, ketika matahari terbit, dan sudah naik sekitar satu tombak, itulah syarat sholat syuruq. Namun jika dilakukan di akhir waktu atau di pertengahan waktu maka statusnya dianggap sebagai sholat dhuha.”

  1. Sholat Sunnah Dhuha

sholat sunnah

Allah SWT mensyariatkan sholat sunnah dhuha untuk menambah pahala seorang hamba, apalagi sholat Dhuha memiliki banyak keutamaan.

Abu Dzar ra. meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda: “Bagi setiap ruas tulang persendian seseorang di antara kalian harus disedekahi. Setiap Tasbih (Subhanallah) adalah sedekah, setiap Tahmid (Alhamdulillah) adalah sedekah, setiap Tahlil (Lailaha Illalloh) adalah sedekah, setiap Takbir (Allahu Akbar) adalah sedekah, menyuruh berbuat baik adalah sedekah. dan mencegah kemungkaran juga sedekah. Semua itu bisa dipenuhi dengan melaksanakan 2 rokaat sholat dhuha.” (HR. Muslim)

 

  1. Sholat Sunnah 2 Rokaat Setelah Wudhu

Dianjurkan bagi setiap muslim untuk mengerjakan sholat sunnah 2 rokaat setelah berwudhu. Hal ini dikarenakan keutamaannya yang begitu besar dan kebaikannya yang begitu banyak. Abu Hurairah ra. meriwayatkan bahwa Nabi SAW bertanya kepada Bilal ra. ketika sholat Subuh, “Wahai Bilal, ceritakan kepadaku amal yang paling utama yang sudah engkau amalkan dalam islam, sebab aku mendengar di hadapanku suara sandalmu dalam surga.” Bilal berkata: “Tidak ada amal yang utama yang aku sudah amalkan kecuali bahwa jika aku berwudhu pada suatu kesempatan malam atau pun siang, melainkan aku selalu sholat semampuku dengan wudhu tersebut.” (HR. Bukhari dan Muslim)

  1. Sholat Sunnah Tahiyatul Masjid

sholat sunnah

Bagi setiap muslim yang baru masuk masjid, sebelum duduk hendaklah ia melakukan sholat 2 rokaat. Sholat tahiyatul masjid disyariatkan pada setiap saat, ketika seseorang masuk masjid dan bermaksud duduk di dalamnya. Ini merupakan pendapat Imam Asy-Syafi’I dan Ahmad bin Hambal ra.

Rasulullah SAW bersabda: “Bila seorang dari kalian masuk masjid, hendaklah ia melakukan sholat 2 rokaat sebelum duduk.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Baca juga: Optimalkan Kesempatan untuk Berbuat Baik

  1. Sholat Sunnah Mutlak Sebelum Sholat Jumat

Tidak ada keterangan dari Nabi SAW tentang sholat sunnah qobliyah (sebelum) Jumat. Yang ada hanyalah sholat sunnah mutlak yang jumlah rokaatnya tidak dibatasi, sesuai dengan kemampuannya.

Rasulullah SAW bersabda: “Tidaklah seseorang mandi pada hari Jumat, lalui ia bersuci semampu dia, lalu ia memakai minyak atau ia memakai wewangian di rumahnya lalu ia keluar, lantas ia tidak memisahkan di antara dua jamaah di masjid, kemudia ia melaksanakan sholat semampunya, lalu ia diam ketika imam berkhutbah, melainkan akan diampuni dosa yang diperbuat antara Jumat yang satu dan Jumat yang lainnya.” (HR. Bukhari)

  1. Sholat Sunnah Setelah Jumat

Disyariatkan sholat sunnah setelah Jumat empat rokaat, dan minimalnya adalah dua rokaat. Namun empat rokaat lebih utama karena hal itu ditegaskan dalam hadis Rasulullah SAW.

Disunnahkan mengerjakan sholat sunnah setelah Jumat berdasarkan dalil berikut. Rasulullah SAW bersabda: “Apabila seorang dari kalian selesai mengerjakan sholat Jumat, maka hendaknya dia mengerjakan sholat sunnah 4 rokaat setelahnya.” (HR. Muslim)

Referensi: Tim LBKI, Sholat-Sholat Sunnah, 2019, Lembaga Buku Kecil Islami

More
articles