Makna Bulan Sya’ban dan Amalan yang Dianjurkan!
Keutamaan dan Amalan Bulan Sya’ban

Date

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Daftar Isi

Sahabat mungkin bertanya-tanya, “Kapan 1 Sya’ban 1444H dan apa makna bulan Sya’ban sebenarnya?”

Dalam kalender Hijriah Indonesia Tahun 2023 M, Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kementerian Agama (Kemenag) RI, menyatakan bahwa tanggal 1 Syaban 2023 akan jatuh pada Rabu, 22 Februari 2023. Sedangkan pada Kalender Islam Global Tunggal 1444 H oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, 1 Syaban 2023 jatuh pada Selasa, 21 Februari 2023. (sumber: detiksumut)

Lalu, apa makna bulan Sya’ban yang bisa kita jadikan hikmah dan pembelajaran?

Makna Bulan Sya’ban

makna bulan sya'ban

Mengutip dari kajian Ustadz Adi Hidayat diceritakan bahwa dulu sejak zaman Jahiliyah, masyarakat arab berusaha membentuk kelompok-kelompok kecil yang menyebar ke seentaro di wilayah padang pasir untuk mencari sumber air dan menyiapkan penampungan air sebagai persiapan menuju bulan kesembilan yang begitu panas, sehingga berpotensi sumur-sumur menjadi kering dan aktivitas terbatas. Bulan kesembilan itulah disebut dengan Ramadhan.

Masyarakat menyebut Ramadhan dari kata Ramadha (terik, panas, membakar). Maka masyarakat menyebutnya dengan Ramadhan, bulan yang sangat terik membakar. Karena itulah sebulan sebelumnya mereka membagi tugas berkelompok untuk menyebar disebut tasyaub. Keadannya disebut dengan Sya’ban, maka masyarakat bertugas menyebar mencari sumber-sumber air untuk ditampung sebagai persiapan di bulan kesembilan.

Baca juga:  12 Bulan dalam Islam yang Perlu Diketahui

Di masa Islam, nama-nama bulan dipertahankan di tahun Hijriyah dari bulan pertama sampai bulan ke dua belas. Dari bulan Sya’ban ke bulan Ramadhan, kini ada pelebaran dari segi makna dalam nilai-nilai syariat dan pendidikan spiritual. Bagi orang-orang yang mau meningkatkan amalnya dan meninggalkan maksiat serta bertaubat kepada Allah maka Ramadhan akan memberikan panas dan terik dosa-dosanya, mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan taqarub yang indah sehingga berpeluang diterima amal, diberikan kemuliaan, dan juga bisa berpotensi wafat dalam keadaan husnul khotimah dan kembali menjadi hamba yang sholeh.

Untuk itu perlu persiapan, tidak semua orang yang sampai ke Ramadhan boleh jadi dapat peningkatan taqwa dan ketaatan jika dia tidak sungguh-sungguh dan serius. Karena itu ayat puasa dalam Qs. Al-Baqarah ayat 183, menekankan tentang agar setiap muslim meningkatkan taqwa.

makna bulan sya'ban

Makna Bulan Sya’ban, Bulan Melatih Kesiapan untuk Menyambut Ramadhan

Di antara keseriusan itu maka diambil dari bulan sebelumnya, yaitu bulan Sya’ban. Saat dimana orang sebelum pra Islam banyak mengumpulkan air, maka bagi kita adalah menyiapkan air-air spiritual bukan hanya hilangkan dahaga tapi juga bisa menumbuhkan nilai ketaatan, menggemburkan kembali hati-hati yang kering, karena itulah banyak ayat yang menyebutkan tentang air.

Karena itulah ada yang menganalogikan turunnya air dari langit yang menggemburkan tanaman yang kering, pun wahyu seperti air yang turun dari langit disampaikan oleh Rasulullah dan disampaikan kepada kita, sehingga muncul bunga dan buah amal sholeh.

Persiapan semua itu mesti diperbaiki sebelum Ramadhan yaitu sejak bulan Sya’ban. Maka seharusnya kita saat ini banyak mencari air-air spiritual supaya menjadi kebiasaan saat sampai di bulan Ramadhan, yang berpotensi menggugurkan dosa, yang menggugurkan kesalahan-kesalahan.

Baca juga: Penjelasan, Dalil dan Hikmah Puasa Ramadhan

Kalau bukan dari bulan Sya’ban tidak mudah untuk memulai Ramadhan. Maka manfaatkan bulan Sya’ban ini untuk mengumpulkan banyak air spiritual, berlatih ibadah, meningkatkan ketaatan sehingga akan terbiasa di bulan Ramadhan.

Makna Bulan Sya’ban dan Amalan yang Dianjurkan oleh Rasulullah SAW

makna bulan sya'ban

“Cara terbaik yang diajarkan Nabi SAW, bahwa sejak Sya’ban Nabi seringkali terlihat banyak menunaikan ibadah shiyam (puasa). Sehingga puasa lebih dulu sejak bulan Syaban sehingga kita siap manfaatkan dan digunakan di bulan Ramadhan. Bahkan Nabi pernah disebutkan puasa di bulan Sya’ban seutuhnya (full) atau kadang Nabi berbuka atau kadang puasa. Semoga dengan itu menghantarkan kesiapan pada bulan Ramadhan untuk membangun ketaatan dan mendekat kepada Allah, serta membakar semua dosa-dosa dan kesalahan.” Nasihat Ustaz Adi Hidayat, Lc., M.A.

Sahabat, itulah tadi makna bulan Sya’ban dan semoga Allah sampaikan dan perkenankan kita semua untuk bertemu dengan bulan suci Ramadhan yang agung. Aaamiin.

Yuk, latih kebiasaan baik dari sekarang, agar di bulan Ramadhan menjadi terbiasa dalam berbuat baik!

More
articles