Berkurban atau Aqiqah Dulu?
seputar kurban

Date

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Daftar Isi

Berkurban atau aqiqah dulu? Sedangkan saat itu anak  lahir bertepatan dengan masuknya bulan Dzulhijjah? Apakah harus mendahulukan qurban atau aqiqah?

Begini penjelasan ustadz Adi Hidayat tentang hukum berkurban atau aqiqah dulu.

Berkurban atau aqiqah dulu yang didahulukan?

berkurban atau aqiqah dulu 2

Terkait mana yang harus didahulukan andaikan seorang anak lahir saat masuk bulan Dzulhijjah? Sedangkan ibadah qurban khusus hanya dilaksanakan pada tanggal 10,11,12, dan 13 Dzulhijjah?

Ada 2 pendapat dari kalangan ulama terkait hal ini:

Pendapat Pertama, Boleh. Artinya boleh pelaksanaan ibadah kurban dan aqiqah disatukan. Dalam kitab mushanaf Ibnu Abi Syaibah, kalangan mazhab Hanafi, Hambali dan Imam Hasan Al-Bashri yang cenderung pada pendapat boleh menyatukan dua ibadah ini pada satu pelaksanaan. Jadi boleh niat qurban dengan aqiqah. Dan ini, sah saja untuk dilakukan.

Pendapat Kedua, tidak boleh.  Imam Malik dan Syafiiyah bisa dicek dalam kita Fatawa Al-Fiqhiyyah Al-Qubra kalangan Ibnu Hajar Al-Haitami. Kedua ibadah ini tidak bisa disatukan.

Baca juga: Bolehkah Berkurban Melalui Lembaga?

Perbedaan Antara Berkurban atau Aqiqah yang Didahulukan?

berkurban atau aqiqah dulu 2

Mengapa kurban dan aqiqah tidak bisa disatukan?

Aqiqah seperti yang kita ketahui adalah ibadah yang ditunaikan sebagai tebusan lahirnya anak. Dan ini diarahkan agar anak bisa menjadi tumbuh lebih baik. Aqiqah adalah penebus anak sebelum dia dewasa.

Sedangkan kurban tidak spesifik dan tidak dikhususkan kepada anak, tapi kepada jiwa. Kurban untuk menata diri, jiwa, dan sifatnya umum. Kurban berlaku untuk anak, dewasa bahkan bisa diniatkan untuk orang yang sudah wafat.

Baca juga: Apa Saja Kriteria Hewan Kurban?

Karena sifatnya berbeda, maka para ulama dari kalangan Malikiyah dan Syafiiyah cenderung memisahkan antara aqiqah dan kurban. Dianjurkan mendahulukan aqiqah dulu karena waktunya spesifik atau terbatas (bila anak lahir saat masuk Dzulhijjah) terlebih karena kurban waktunya masih panjang dan bisa saat anak nanti dewasa.

Adapun waktu terbaik untuk aqiqah adalah hari ke-7, ke-14 atau hari ke-21 setelah hari kelahiran.

Tapi jika momentum aqiqah sudah lewat dari waktu yang ditentukan, maka bisa dahulukan kurban yaitu dengan mempersiapkannya dari awal Dzulhijjah sampai hari tasyrik.

Untuk ibadah yang bisa disatukan itu pertama, jenisnya serupa. Yang kedua, yang diikutkan bukan ibadah pokok.

Lalu bagaimana aqiqah dan kurban?

Aqiqah dan qurban sama-sama menyembelih hewan. Namun keduanya adalah sama-sama ibadah pokok dan dua ibadah yang terpisah. Sama-sama punya waktu yang khusus dan terpisah.

Karenanya ulama Syafiiyah dan Malikiyah cenderung memisahkan kedua ibadah tersebut.

 

Kesimpulan: Berkurban atau Aqiqah Dulu?

Jika anak lahir mendekati bulan Dzulhijjah atau masuk ke bulan tersebut, maka Ustadz Adi Hidayat, Lc., MA condong untuk mendahulukan aqiqah. Setelah sudah aqiqah baru bisa berkurban. Karena aqiqah ini waktunya terbatas. Namun, jika memang ada rezeki yang berlebih bisa dipisahkan pelaksanaanya antara aqiqah dan qurban karena ketentuannya juga memiliki waktu masing-masing.

Bila anak sudah masuk dewasa lebih baik bersedekah dan diniatkan untuk menutup aqiqah yang telah lalu. Karena qurban bisa dimasukkan ke tahun-tahun berikutnya. Jika anak baru lahir maka dahulukan aqiqah dulu. Namun jika ia telah dewasa, dahulukan qurban.

More
articles