Faedah Surah Al-Baqarah Ayat 184
Surah Al-Baqarah Ayat 184

Date

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Daftar Isi

Islam adalah agama yang penuh kasih sayang, dalam surah Al-Baqarah ayat 184 di antara salah satu konteks bentuk keringanan dalam ibadah melihat kondisi tertentu. Meskipun puasa merupakan kewajiban, Allah SWT juga menunjukkan bagaimana sifat kasih sayangnya memberikan keringanan bagi orang yang sedang dalam keadaan sakit atau dalam perjalanan. Ini menunjukkan kebijaksanaan dan rahmat Allah SWT terhadap umat-Nya, yang memungkinkan mereka untuk menjalankan ibadah puasa dengan lebih nyaman sesuai dengan keadaan mereka.

Surah Al-Baqarah ayat 184

Surah Al-Baqarah Ayat 184

Dalam Al-Quran surah Al-Baqarah ayat 184, Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

أَيَّامًا مَعْدُودَاتٍ ۚ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۚ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ ۖ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ ۚ وَأَنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْ ۖ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

“(yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.

Dalam Tafsir Jalalyn disebutkan bahwa di masa permulaan Islam, mereka diberi kesempatan memilih, apakah akan berpuasa atau membayar fidyah. Kemudian hukum ini dihapus (mansukh) dengan ditetapkannya berpuasa dengan firman-Nya. “Maka barang siapa di antara kamu yang menyaksikan bulan, hendaklah ia berpuasa.” Kata Ibnu Abbas, “Kecuali wanita hamil dan yang sedang menyusui, jika berbukanya itu disebabkan kekhawatiran terhadap bayi, maka membayar fidyah itu tetap menjadi hak mereka tanpa nasakh.” (Dan barang siapa yang secara sukarela melakukan kebaikan) dengan menambah batas minimal yang disebutkan dalam fidyah tadi (maka itu) maksudnya berbuat tathawwu` atau kebaikan (lebih baik baginya. Dan berpuasa) menjadi mubtada’, sedangkan khabarnya ialah, (lebih baik bagi kamu) daripada berbuka dan membayar fidyah (jika kamu mengetahui) bahwa berpuasa lebih baik bagimu, maka lakukanlah.

Baca juga: Bagaimana Tanda Pertama Keberhasilan Puasa?

Faedah Surah Al-Baqarah Ayat 184

Surah Al-Baqarah Ayat 184

Terdapat beberapa faedah yang terkandung dalam surah Al-Baqarah ayat 184 yang berkenaan tentang keringanan bagi golongan-golongan yang tidak berpuasa untuk menggantinya di hari lain. Ataupun menunaikan fidyah berupa memberi makan orang miskin.

7 faedah yang terkandung dari surah Al-Baqarah ayat 184

Surah Al-Baqarah Ayat 184

Pertama: Kondisi seseorang yang masih sehat dan tidak berubah menjadi sakit (parah), maka tidak dibolehkan membatalkan puasa seperti sakit kepala ringan dan batuk ringan.

Kedua: Rahmat Allah kepada para hamba-Nya dibuktikan dengan Allah membebani kewajiban sesuai yang hamba-Nya itu mampu. Kewajiban itu tidak mungkin keluar dari kemampuannya.

Ketiga: Kesulitan mendatangkan kemudahan karena sakit dan safar adalah sangkaan mendapatkan kesulitan. Akan tetapi, tidak berpuasa itu dikaitkan dengan safar, tidak dikaitkan dengan kesulitan. Seandainya safar dalam keadaan menyenangkan, tetap saja boleh mengambil keringanan untuk tidak berpuasa. Adapun sakit, jika berpuasa malah menimbulkan mudarat, maka haram untuk berpuasa. Jika berpuasa saat sakit malah sulit, maka dimakruhkan untuk berpuasa.

Keempat: Tidak kuat secara permanen untuk berpuasa atau merasa berat karena usia yang sudah sepuh, maka dipilih untuk tidak berpuasa dan diperintahkan mengeluarkan fidyah dari setiap hari tidak berpuasa.

Kelima: Ayat ini menunjukkan bertingkatnya amalan, satu amalan lebih unggul dari amalan lainnya. Dalam ayat dibandingkan antara puasa dan fidyah, memilih puasa itu lebih afdal.

Keenam: Di antara berkah ilmu adalah mengetahui mana amalan yang lebih afdal, sehingga itulah yang dipilih untuk dikerjakan.

Ketujuh: Qadha’ puasa dengan memilih berpuasa pada hari yang diinginkan untuk menggantikan puasa sebelumnya yang berada pada musim panas, tidaklah masalah. Mengqadha’ seperti itu masuk pula dalam keumuman ayat yang memerintahkan untuk menunaikan qadha’ pada hari apa pun.

Sahabat, itulah tadi beberapa faedah surah Al-Baqarah ayat 184. Mudah-mudahan menjadi tambahan wawasan bagi kita sehingga senantiasa berusaha meningkatkan amal soleh lebih baik!

Referensi: Tuasikal, Muhammad Abduh. 2020. Untaian Faedah dari Ayat Puasa. Daerah Istimewa Yogyakarta: Rumaysho.

More
articles