6 Golongan Orang-orang yang Dicintai Allah Subhanahu Wa Ta’ala
Tanda Cinta Allah Kepada Hambanya

Date

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Daftar Isi

“Tahukah sahabat, ternyata ada orang-orang yang dicintai Allah SWT. Golongan-golongan tersebut bahkan istimewa karena disebutkan dalam Al-Quran dan hadist?”

Seperti yang sahabat ketahui, dicintai adalah bagian dari kebutuhan setiap makhluk. Dengan rasa cinta itu, maka hubungan akan terus tumbuh, bahkan kasih sayang juga akan senantiasa didapatkan.

Siapa Saja Orang-orang yang Dicintai Allah?

Orang-orang yang Dicintai Allah

Lalu, bagaimana ceritanya bila kita dicintai lebih dari sekedar makhluk, tapi dicintai langsung oleh Pencipta, Allah Subhanahu Wa Ta’ala? Rupanya Allah Rabbul Alamin juga memiliki orang-orang yang dicintai dan dikasihiNya. Siapa sajakah golongan tersebut?

6 Golongan Orang-orang yang Dicintai Allah

Orang-orang yang Dicintai Allah

Pertama, Muhsin (Orang yang Berbuat Baik)

Sesungguhnya Allah SWT amat mencintai hamba-hambaNya yang berakhlak mulia. Karenanya, sebagaimana Allah Maha Baik terhadap segala sesuatu yang Dia ciptakan, Dia pun menginginkan hamba-hambaNya agar mereka berakhlak ihsan.

Berbuat baik (ihsan) dalam segala sesuatu adalah sikap menekuni sesuatu tersebut, seperti shalat yang harus kita kerjakan dengan penuh kekhusyuan dan kehadiran hati.

“…dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-Baqarah: 195)

Baca juga: 4 Keutamaan Amar Ma’ruf dan Nahi Mungkar

Kedua, Tawwabin (Orang yang Bertaubat)

Manusia tidak luput dari berbuat salah dan dosa. Agar hati  manusia kembali suci dan bersih, maka dianjurkan dengan memperbanyak taubat dengan memohon ampunan kepada Allah SWT atas segala dosa, kemaksiatan dan keburukan yang telah dilakukan.

Allah SWT berfirman, artinya: “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS. Al-Baqarah: 222)

Ketiga, Muttaqin (Orang-orang yang Bertakwa)

Orang yang bertakwa adalah mereka yang tidak menjadikan penghalang antara diri mereka dan Allah dan tidak melakukan sesuatu yang bisa mendatangkan kemurkaanNya.

Sementara itu, maksud takwa yang dihubungkan dengan ketaatan kepada Allah Azza Wa Jalla adalah bahwa Allah memerintahkan kita bisa meraih keutamaanNya, kemuliaanNya, dan karuniaNya yang berlimpah. Sebagaimana kita katakana bahwa takwa selalu dikaitkan dengan amal sholeh. Sebagaimana terhdapat pada sepuluh tempat dalam Al-Quran.

Allah SWT berfirman, artinya: “Karena itu bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.” (QS. Ali Imran: 50)

Dan, Allah SWT menyukai orang-orang yang bertakwa sebagaimana disebutkan dalam Al-Quran, “(Bukan demikian), sebenarnya siapa yang menepati janji (yang dibuat)nya dan bertakwa, maka sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.” (QS. Ali Imran: 76)

 

Keempat, Shabirin (Orang-orang yang Sabar)

Orang yang sabar artinya mereka yang mampu menahan diri dari keluh kesah. Karenanya, sabar adalah sesuatu yang akan membantu umat manusia dalam mengerjakan perintah Allah dan menjauhi laranganNya. Sabar juga akan membuat kita untuk lebih dekat bersama Allah, karena Allah beserta orang-orang yang sabar.

Sebagaimana dalam Al-Quran disebutkan, artinya:

“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 153)

Dalam ayat lain juga disebutkan,

“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.” (QS. Ali Imran: 200)

 

Kelima, Muqsithin (Orang-orang yang Adil)

Orang yang adil disebut dengan al-muqsith, sedangkan al-qasith adalah seorang yang zalim. Allah SWT mencintai orang-orang yang menghilangkan kejahatan. Allah SWT mencintai orang-orang yang apabila mereka melihat kezaliman, mereka akan menghilangkannya.  Mereka selalu menempatkan diri mereka menjadi orang-orang yang jahil.

Dan jika kamu memutuskan perkara mereka, maka putuskanlah (perkara itu) diantara mereka dengan adil, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang adil.” (QS. Al-Maidah: 42)

 

Keenam, Orang yang Saling Mencintai Karena Allah SWT

Orang-orang yang Dicintai Allah

Dalam sebuah hadis qudsi, Allah SWT berfirman, “Orang-orang yang saling mencintai karena-Ku akan memiliki mimbar cahaya. Para nabi dan orang-orang syahid pun merasa iri kepada mereka.” (HR. Al-Tirmidzi dari Mu’adz)

Dalam hadist lain, Allah SWT berfirman, “Orang-orang yang saling mencintai karena-Ku akan berada dalam naungan ‘Arsy-Ku pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Ku.” (HR. Ahmad dan Al-Thabrani)

Sesungguhnya mahabbah itu adalah kedudukan yang akan membuat orang-orang menjadi berlomba-lomba untuk mengerjakan kebaikan. Ia adalah kekuatan yang dimiliki oleh hati, penyejuk yang dimiliki jiwa, dan ketenangan yang dimiliki oleh mata.

Baca juga: 3 Cara Meraih Cinta Allah Azza Wa Jalla

Orang-orang yang Dicintai Allah Akan Bersama yang Dicintainya

Orang-orang yang Dicintai Allah

Golongan tadi adalah orang-orang yang mendapatkan dicintai Allah, sedangkan para pecinta akan bersama yang dicintainya pada hari kiamat kelak. Mari kita memohon kepada Allah SWT agar kita dijadikan salah satu atau bagian dari golongan tersebut dan kita mendapatkan petunjuk untuk melakukan kebaikan yang harus dilakukan.

 

Referensi: ‘Iwadh, Ahmad ‘Abduh, 2008, Mutiara Hadis Qudsi Jalan Menuju Kemuliaan dan Kesucian Hati, Bandung: PT Mizan Pustaka

More
articles